WHAT'S NEW?
Loading...

[Audio] Al-Ustadz Abdurrahman bin Rawiyah – Penyakit Hati & Penawarnya – Daurah Ilmiyah KL-JB Sya’ban 1434H



» Al-Ustadz Abdurrahman Lombok ~hafidzahullah~

17-21 Sya’ban 1434H / 26-30 Jun 2013M

» Penyakit Hati dan Penawarnya


Download rakaman:


340818 :: Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian Singapura - Ba’da Isyak

340819 :: Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba’da Maghrib

340820 :: [Sesi 1] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Pagi

340820 :: [Sesi 2] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba'da Zohor

340820 :: [Sesi 3] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba'da Asar

340821 :: [Sesi 1] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Pagi

340821 :: [Sesi 2] Penyakit Hati dan Penawarnya & Tanya Jawab - Kajian KL Pagi

340821 :: [Sesi 3] Kajian Muslimah - Kajian KL Ba’da Asar

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

- - - [Rakaman audio turut disumbang oleh Masjid Al-Qurtubi].

[Audio] Al-Ustadz Abdurrahman bin Rawiyah – Penyakit Hati & Penawarnya – Daurah Ilmiyah KL-JB Sya’ban 1434H



» Al-Ustadz Abdurrahman Lombok ~hafidzahullah~

17-21 Sya’ban 1434H / 26-30 Jun 2013M

» Penyakit Hati dan Penawarnya


Download rakaman:


340818 :: Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian Singapura - Ba’da Isyak

340819 :: Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba’da Maghrib

340820 :: [Sesi 1] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Pagi

340820 :: [Sesi 2] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba'da Zohor

340820 :: [Sesi 3] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Ba'da Asar

340821 :: [Sesi 1] Penyakit Hati dan Penawarnya - Kajian KL Pagi

340821 :: [Sesi 2] Penyakit Hati dan Penawarnya & Tanya Jawab - Kajian KL Pagi

340821 :: [Sesi 3] Kajian Muslimah - Kajian KL Ba’da Asar

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

- - - [Rakaman audio turut disumbang oleh Masjid Al-Qurtubi].

Nasehat Syaikh Muqbil kepada Salafy yang Kaku dan Keras

Tanya:

“Kami menyaksikan beberapa ikhwah salafy demikian kasar dalam ucapan, dakwah. Serta bersikap keras kepada keluarga mereka. Apabila ia melewati orang lain yang bukan berasal dari kelompoknya, ekspresi wajah mereka sinis. Berbeda dari apa yang kami saksikan dari orang-orang IM (ikhwanul muslimin). Kami kurang dalam berakhlak mulia. Kami sangat membutuhkan nasehat darimu, jazakallahu khairan.”

Jawab:

Syaikh Muqbil Al-Wadi'i rahimahullah menjawab:


“Ini adalah permasalahan yang penting. Penting pula untuk saling menasehati tentang akhlak yang mulia, Allah ~subhanahu wata’ala~ berfirman tentang Nabi-Nya ~shallallahu alaihi wasallam~,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung.” [Al Qalam: 4]

Dan Allah ta’ala juga berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” [Ali Imran: 59]

Seorang salafi (yang kasar) itu, mungkin ia baru mulai belajar. Terkadang seorang yang baru mengenal dakwah itu agak ‘bersemangat’ dan ‘keras’ – baik dia salafi maupun ikhwani. Inilah yang kami dapatkan dari pengalaman yang ada.

Sebaliknya, Alhamdulillah, ikhwah (di Yaman, -ed-) dapat bergaul dengan baik dengan saudara-saudara mereka di Hudaydah, Ta’iz, Aden, dan Hadramaut. Masyarakat menerima dan menyambut mereka dengan kecintaan dan rasa hormat. Ini adalah bukti bahwa mereka menunjukkan akhlaq yang baik dan mulia. Allahul musta’an, hanya Allah-lah tempat meminta pertolongan.”

Sumber:
| Ghaaratul-Asyrithah `alaa Ahlil-Jahli was-Safsatah – Jilid 1, halaman 98.
| Diterjemahkan untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com dari http://www.fatwa-online.com/fataawa/miscellaneous/dawah/0081031.htm

Dasalin daripada:
| http://abul-harits.blogspot.com/2013/06/nasehat-syaikh-muqbil-kepada-salafy.html

Nasehat Syaikh Muqbil kepada Salafy yang Kaku dan Keras

Tanya:

“Kami menyaksikan beberapa ikhwah salafy demikian kasar dalam ucapan, dakwah. Serta bersikap keras kepada keluarga mereka. Apabila ia melewati orang lain yang bukan berasal dari kelompoknya, ekspresi wajah mereka sinis. Berbeda dari apa yang kami saksikan dari orang-orang IM (ikhwanul muslimin). Kami kurang dalam berakhlak mulia. Kami sangat membutuhkan nasehat darimu, jazakallahu khairan.”

Jawab:

Syaikh Muqbil Al-Wadi'i rahimahullah menjawab:


“Ini adalah permasalahan yang penting. Penting pula untuk saling menasehati tentang akhlak yang mulia, Allah ~subhanahu wata’ala~ berfirman tentang Nabi-Nya ~shallallahu alaihi wasallam~,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung.” [Al Qalam: 4]

Dan Allah ta’ala juga berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” [Ali Imran: 59]

Seorang salafi (yang kasar) itu, mungkin ia baru mulai belajar. Terkadang seorang yang baru mengenal dakwah itu agak ‘bersemangat’ dan ‘keras’ – baik dia salafi maupun ikhwani. Inilah yang kami dapatkan dari pengalaman yang ada.

Sebaliknya, Alhamdulillah, ikhwah (di Yaman, -ed-) dapat bergaul dengan baik dengan saudara-saudara mereka di Hudaydah, Ta’iz, Aden, dan Hadramaut. Masyarakat menerima dan menyambut mereka dengan kecintaan dan rasa hormat. Ini adalah bukti bahwa mereka menunjukkan akhlaq yang baik dan mulia. Allahul musta’an, hanya Allah-lah tempat meminta pertolongan.”

Sumber:
| Ghaaratul-Asyrithah `alaa Ahlil-Jahli was-Safsatah – Jilid 1, halaman 98.
| Diterjemahkan untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com dari http://www.fatwa-online.com/fataawa/miscellaneous/dawah/0081031.htm

Dasalin daripada:
| http://abul-harits.blogspot.com/2013/06/nasehat-syaikh-muqbil-kepada-salafy.html