WHAT'S NEW?
Loading...

[AUDIO] Al-Ustadz Usamah Mahri – Taushiyah Umum - Beruntunglah Bagi Al-Ghuraba


Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Ahad (ba'da Isyak), 08 Shafar 1436H - 30/11/2014M
Mushalla An-Nuur, Limo Depok

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Taushiyah Umum
Beruntunglah Bagi Al-Ghuraba

Archive | Dropbox | 9.2 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 3.5 MB - [Sesi 2]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Usamah Mahri – Taushiyah Umum - Beruntunglah Bagi Al-Ghuraba


Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Ahad (ba'da Isyak), 08 Shafar 1436H - 30/11/2014M
Mushalla An-Nuur, Limo Depok

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Taushiyah Umum
Beruntunglah Bagi Al-Ghuraba

Archive | Dropbox | 9.2 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 3.5 MB - [Sesi 2]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Askari – Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah



Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari hafizhahullah
Sabtu-Ahad, 06-07 Shafar 1436H - 29-30/11/2014M
Masjid An-Nur, G-House Perum KPC, Swarga Bara, Sangatta Baru

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Kajian Hari Sabtu:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

1. Kokoh Di Atas Manhaj Salaf [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 8.3 MB

- - -

2. Ciri-ciri Wanita Sholihah

Archive | Dropbox | 5.3 MB

- - -

3. Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah

Archive | Dropbox | 4.9 MB



Kajian Hari Sabtu:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Taushiyah Ba’da Shubuh
4. Pentingnya Berteman Dengan Orang Shalih

Archive | Dropbox | 3.1 MB

- - -

5. Kokoh Di Atas Manhaj Salaf [Sesi 2] & Tanya Jawab

Archive | Dropbox | 11.2 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
WhatsApp Ittiba'us Sunnah & TIS via Salafy Sangatta


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Askari – Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah



Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari hafizhahullah
Sabtu-Ahad, 06-07 Shafar 1436H - 29-30/11/2014M
Masjid An-Nur, G-House Perum KPC, Swarga Bara, Sangatta Baru

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Kajian Hari Sabtu:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

1. Kokoh Di Atas Manhaj Salaf [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 8.3 MB

- - -

2. Ciri-ciri Wanita Sholihah

Archive | Dropbox | 5.3 MB

- - -

3. Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah

Archive | Dropbox | 4.9 MB



Kajian Hari Sabtu:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Taushiyah Ba’da Shubuh
4. Pentingnya Berteman Dengan Orang Shalih

Archive | Dropbox | 3.1 MB

- - -

5. Kokoh Di Atas Manhaj Salaf [Sesi 2] & Tanya Jawab

Archive | Dropbox | 11.2 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
WhatsApp Ittiba'us Sunnah & TIS via Salafy Sangatta


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Salafiyun Tidak Terkejut dengan Tahdzir 7 Masyaikh Yaman Terhadap Syaikh Hani Hafizhahullah


TANGGAPAN MASYAIKH DAN ASATIDZAH DENGAN TAHDZIR 7 ULAMA YAMAN TERHADAP SYAIKH HANI HAFIZHAHULLAH

1. Nasehat dan Arahan dari Syaikh Nashir az-Zaidi hafizhohulloh:

Saya katakan wahai saudaraku, apa yang dilakukan para masyaikh di dalam “Bayan (Penjelasan)” mereka tentang kondisi saudara kita Abu Ali tidaklah mengherankan.

Abu Ali -semoga Alloh mengokohkan beliau- bukanlah seorang da’i fitnah, bukanlah beliau termasuk kedalamnya jauh sekali dari yang demikian itu.

Sesungguhnya beliau datang sebagai da’i bagi Sunnah yang mentahdzir dari berbagai kebid’ahan, bahkan berapa banyak perkara yang Alloh singkap melalui beliau di dalam berbagai muhadhoroh (ceramah-ceramah) yang beliau selenggarakan, yaitu:

Sebab-sebab kokoh (di atas Sunnah, pent)
Dan dengan inilah agama menjadi hancur.
Sebab-sebab kehinaan.
Tanda-tanda pembaharuan di dalam dakwah Syaikh Muqbil.
Rintangan-rintangan dalam menempuh jalan dakwah kepada al-haq.
Sikap seorang muslim dalam (menghadapi) fitnah.
Beberapa pelajaran dan ibroh.
Berbahagialah bagi orang-orang yang asing.
Dan terakhir ceramah yang menyingkap dan menmperjelas dan khususnya bagi para penuntut ilmu yang berjudul: Hanya bagi Alloh semata.

Aku katakan: Alloh singkap melalui beliau di dalam muhadhoroh-muhadhoroh ini beberapa perkara yang ditujukan atas dakwah salafiyyah yang sudah dipeluk oleh kebanyakan para pemuda yang sebelumnya mereka menerimanya begitu saja namun pada kenyataannya itu termasuk dari penipuan dan merupakan perusakan dan bukan penggemukan, termasuk penurun bukan peningkatan nilai harga, maka Alloh singkapkan melalui beliau dari para pemuda kabut asap ini dan Alloh jadikan para pemuda menerima dakwahnya.

Kemudian penghuni Ma’bar (yakni Muhammad al-Imam, pent) telah menyibukkan kami dengan kalimat tersebut yang membangkitkan semangat para musuh Islam hingga pada batasan menuduh para ulama Islam dan imam-imam mereka di zaman mereka semenjak Jihad Afghanistan hingga masa kini dengan menyatakan bahwa fatawa mereka adalah sebuah makar terselubung dan upaya memuluskan berbagai rencana makar, kemudian semakin berbuih dan semakin bergemuruh oleh ulah Ibnu Mar’i dengan makarnya yang terselubung dan dia menuduh Abu Ali Syaikh Hani bahwa syaikh Hani adalah seorang da’i Jihad dan kalimat itu menurut setiap orang di negeri Yaman bermakna bahwa beliau adalah da’i teroris yang berjalan di atas jalannya al-Qaida dan ISIS dan bahwa beliau mempersenjatai orang-orang asing -padahal beliau tidak memiliki kesalahan apapun kecuali beliau hanya menyatakan karena demi menjaga agama dan negeri dari penjajahan kaum Syi’ah Rofidhoh sebagai bentuk pengamalan terhadap fatwa kibar ulama-.

Dan Ibnu Mar’i menelpon kepada bagian keamanan untuk menghalangi orang-orang asing dari menghadiri muhadhoroh Syaikh Hani dengan kekuatan dan menzhalimi ikhwah dengan memasukannya ke dalam penjara, dan masuklah saudara wanita kita yang mulia oleh sebab dia (Ibnu Mar’i) yang berangkat bersama suaminya saudara kami dari orang asing -semoga Alloh menjaga mereka semua – dan Ibnu Mar’i telah menjadikan saudara-saudara kita berjalan kaki di antara Fiyus dan Aden dalam beberapa malam yang tidak ada mengetahuinya kecuali Alloh.

Dan dia angkat tuduhan ini kepada pihak berwajib dengan menyatakan bahwa orang-orang asing ini memiliki hubungan dengan da’i jihad dan dia kirim surat ini kepada bagian keamanan kemudian aparat keamanan menangkap saudara-saudara kita dari orang-orang asing, dan media masa menyebarkan berita dusta ini tentang kondisi saudara kita dengan keduataan yang telah mencapai seantero dunia.

Dan adalah kiamat besar (datang) dari syaikh Wushobi dan dia telah menuduh para masyaikh dengan tuduhan sebagai antek-antek dan sebagai mata-mata dan demi mewujudkan kemaslahatan negeri-negeri mereka.

Maka silahkan katakan kepada dengan menyebut nama Alloh wajib atasmu (membuktikan) tuduhan fitnah dan dari membawa orang-orang yang ada disekitarnya kepada kehancuran, bukankah Alloh telah berfirman:

(وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” [Qs. An-Nisaa: 112]

Siapakah orangnya yang telah mengobarkan api fitnah? dan menyibukkan para pemuda dari ilmu dan yang memalingkan mereka dari perbaikan keadaan mereka ataukah orang yang mengatakan ini benar dan ini salah, dan mengatakan bahwa para ulama kita berlepas diri dari kedustaan ini, atau orang yang telah menuduh mereka dengan kedustaan besar ini?

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Nabighoh tentang mereka:

حملتني ذنب امرئ وتركته ‍۞ كذي العر يكوي غيره وهو راتع

“Kau bebankan kepadaku dosa seseorang dan kau tinggalkan dia….
Seperti orang yang terkena kusta mengobati orang lain padahal dia tidaklah sakit.”

Maka aku katakan: untuk saudaraku Syaikh Hani, sesungguhnya kebenaran tidaklah dikenal dengan penyebaran dan ketenaran, bahkan bagi kebenaran adanya timbangan-timbangan yang dijadikan tolak ukur dengannya, dan bagi kebatilan adanya tanda-tanda yang dapat dikenal dengannya.

Dan aku katakan bagi para masyaikh, jika memang saudara kami telah mengatakan suatu kebatilan maka dimanakah tolak ukurnya dan mana tanda-tandanya? Adapun hukum yang kosong dari penjelasan ilmiah ini maka dia tertolak di sisi para ulama dan pengikutnya.

Berkata Syaikhul Islam: apa yang telah diperintahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah keadilan yang tiada kezhaliman padanya, dan barangsiapa yang telah dilarang darinya maka dia telah dilarang dari keadilan, dan barangsiapa memerintahkan dengan lawannya maka dia telah memerintahkan dengan kezhaliman, karena lawan keadilan adalah kezhaliman maka tidaklah yang menyelisihinya kecuali kebodohan dan kezhaliman karena prasangkanya dan mengikuti hawa nafsu.

Diucapkan oleh saudara kalian:

Nashir az-Zaidi
(7/2/1436 H)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

2. Nasehat dan Arahan Syaikh Zakariya bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh:

Dan kami menginginkan dari para masyaikh kami -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar mereka melihat kepada perkara tersebut.

Inilah al-Hajuri, bagaimana dia telah berbuat dan murid-muridnya dan ucapan-ucapannya yang buruk maka apakah mereka (para masyaikh) telah menerbitkan “Bayan (Penjelasan)” atau tidak?!

Jika Syaikh Hani bersalah, tidakkah mereka membantah atas kesalahannya dan menesehatinya? Atau hal itu terpisah?!

Dan kami menginginkan dari mereka -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar menjelaskan; apa fitnah yang mereka tuduhkan kepadanya?!

Adapun (penjelasan) global dan membuta maka hal ini tidaklah dikenal di dalam dakwah kami.

Barokallohu fikum.

Ditulis oleh Syaikh Zakaria bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

3. Nasehat dan Arahan Syaikh Fawwaz Al-Madkholi hafizhohulloh:

Dikatakan kepadaku bahwa di sana ada “Bayan” oleh para ulama Yaman.

Maka aku katakan: “Tentang jihad melawan Hutsi (Syi’ah)? Dijawab: bukan.

Aku katakan: tentang bantahan terhadap al-Imam dalam perjanjiannya? Dijawab: bukan.

Aku katakan: Tentang bantahan terhadap Yahya al-Hajuri? Dijawab: bukan.

Aku katakan: mereka membela orang-orang asing? Dijawab: bukan.

Aku katakan: maka penjelasan tentang apa? Mereka menjawab: tentang tahdzir (peringatan ulama Yaman, pent) dari Hani al-Buraik.

Aku katakan: “Mereka telah terdiam bertahun-tahun namun sekarang mereka berbicara untuk meng-hajr (memboikot)”

Semoga Alloh merahmati al-’Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’y yang mana mereka mengatakan di hari kematiannya: “telah berakhir masa yang menakutkan”.

Maka aku memohon kepada Alloh agar negeri Yaman dianugerahi Muqbil kedua.

Syaikh Fawwaz al-Madkholi hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

4. Nasehat dan Arahan dari ust. Muhammad Umar as-as-Sewed hafizhohulloh:

1⃣. Gak kaget kami mendengar tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seseorang yang bersikap tegas kepada orang-orang yang memiliki penyimpangan. Karena dua tahun lalu kami sudah mendengar tentang mereka. Tepatnya ketika kita bertanya tentang syaikh Utsman Salimi yang akan datang ke Indonesia kepada syaikh Ubaid, beliau menjawab:

مشائخ اليمن ﻟﺎ يحرص عليهم فيهم ضعف و الدعوة بحاجة الى أقوياء يا أبنائي..

“masyayikh Yaman” jangan kalian pegang, pada mereka ada kelemahan, padahal dakwah ini perlu orang-orang yang kuat, wahai anak anakku…

2⃣. Kami gak kaget mendengar “masyayikh yaman” mentahdzir seorang yang menjadi sebab terbongkarnya penyimpangan Abul Hasan, Yahya al Hajury, dan kemudian Muhammad al Imam oleh masyayikh kibar. Karena mereka justru orang-orang yang berupaya memgecilkan atau menutup-nutupinya.

3⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seorang yang membawa fatwa jihad dari para ulama kibar, karena mereka justru yang menolak dan menentang fatwa jihad dan nasihat para ulama kibar.

4⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh yaman” terhadap Masyayikh Yaman yang berjalan bersama para ulama kibar. Karena mereka tidak sejalan dengan ulama kibar.

5⃣. Justru yang mengagetkan kami adalah mereka tidak pernah setegas dan sekompak itu kepada Yahya al Hajuri, Abul Hasan, Ali Hasan, bahkan kepada syiah Rafidhah hutsiyun.

6⃣. Alhamdulillah, banyak masyayikh dan mustafidin yang seangkatan dengan mereka, setingkat mereka atau diatas mereka. Namun tidak menonjol karena mereka tidak memposisikan diri mereka sebagai ulama, tetapi sebagai  murid-murid para ulama kibar. Berjalan bersama ulama, mengikuti nasihat ulama dan terus duduk bersama ulama.

Nasalullahassalamah wal afiyah. Wa nasalullahal hidayah lana wa lahum wa lijamie’il muslimin ilat tauhid was sunnah.

Al-Ustadz Muhammad assewed hafizhahullah

Whatsapp Salafy Indonesia

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

 Teks Arabic Terkait Nasehat dan Arahan Masyaikh Atas Bayan Ulam Yaman.

أقول يا أخي ما فعله المشايخ في
بيانهم في حق أخينا أبي علي لاينقضي العجب منه،
أبوعلي سدده الله ليس داعية فتنة ولا هو من أهلها حاشاه من ذلك .

إنما جاء داعيا للسنة محذرا من البدع ، بل كم كشف الله به في هذه المحاضرات التي أقامها وهي :
أسباب التمكين

وبهذا يهدم الدين

وأسباب الخذﻻن

ومعالم التجديد في دعوة الشيخ مقبل

وعوائق في طريق الدعوة إلى الحق

وموقف المسلم في الفتن

دروس وعبر

طوبى للغرباء

واﻷخيرة التي كانت لقاء مكاشفة ومصارحة وخاصة بطﻻب العلم وكانت بعنوان لله وحده ،

أقول كشف الله به في هذه المحاضرات أمورا دخيلة على السلفية احتضنها كثير من الشباب كانت عندهم من المسلمات وهي في الحقيقة من الزغل ومن الغث لا من السمين ، ومن الخرز  لا من الثمين، فكشف الله به عن الشباب سحابة الدخان هذه وأقبل الله بالشباب عليه .

ثم شغلنا صاحب معبر بذاك الكلام الذي شجع به أعداء اﻹسلام الى أن وصل به الحد أن اتهم علماء اﻹسلام وأئمته في عصرهم منذ الجهاد اﻷفغاني إلى هذا العصر بأن فتاويهم بالجهاد هي من المكر الخفي وتنفيذ مخططات ، ثم أزبد وأرعد ابن مرعي بمكره الخفي واتهم أبا علي الشيخ هاني بأنه داعية جهاد وهي عند الكل في اليمن تعني أنه داعية أرهاب على طريقة القاعدة وداعش وأنه يسلح الغرباء – وﻻ ذنب له سوى أنه قال بحماية الدين والبلد من التمدد الرافضي عمﻻ بفتاوى اﻷكابر -

واتصل ابن مرعي بالجهات اﻷمنية لمنع الغرباء من حضور محاضراته بالقوة وزج باﻹخوة في السجون ، ودخلت السجن بسببه أخت لنا فاضلة كانت مع زوجها أخينا الغريب -حفظهم الله جميعا – وجعل بفعله المشين إخواننا في الفيوش وعدن في ليالي ﻻ يعلمها إﻻ الله .

ورفع هذه الفرية للمسؤولين من أن الغرباء لهم اتصال بداعية الجهاد وأرسل هذه الرسالة الى الجهات اﻷمنية ثم تلقف الأمن إخواننا الغرباء ، وتنشر الصحف هذه الفرية في حق إخواننا كذبة بلغت اﻵفاق .

وكانت الطامة الكبرى من الوصابي واتهم المشايخ بالعمالة والجاسوسية وتحقيق مصالح بلدانهم .

فقل لي بالله عليك من داعية الفتنة ومن يقود من حوله الى الهاوية، ألم يقل الله تعالى : (وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

فمن الذي أثار الفتن وشغل الشباب عن العلم وصرفهم عن إصلاح أحوالهم أمن قال هذا صواب وهذا خطأ، وقال إن علماءنا برآء من هذه الفرية ، أم من اتهمهم بهذه العظائم.
وما أصدق قول النابغة فيهم :

وحملتني ذنب امرئ وتركته
****** كذي العر يكوى غيره وهو راتع .

فأقول : ﻷخي الشيخ هاني إن الحق لا يعرف بالانتشار ولا بالاشتهار، بل للحق ميزان يوزن به ، وللباطل علامات يعرف بها.

وأقول للمشايخ إن كان أخونا هاني قال باطلا فأين ميزانه وأين علاماته، أما هذا الحكم العاري عن البيان العلمي فهو مردود عند أهل العلم والاتباع .

قال شيخ اﻹسلام : ما أمر به النبي – صلى الله عليه وسلم – عدل لا ظلم فيه ، فمن نهى عنه فقد نهى عن العدل ، ومن أمر بضده فقد أمر بالظلم، فان ضد العدل الظلم فلا يكون ما يخالفه إلا جهلا وظلما ظنا وما تهوى النفس .

قاله أخوكم ناصر الزيدي

1436/2/7 هجرية .
——————————
ونحن نريد من مشايخنا وفقهم الله ان ينظروا في الامر
هذا الحجوري كيف فعل هو واصحابه وأقواله السيئة فهل انزلوا بيانا ام لا ؟!
ان كان الشيخ هاني مخطىء هلا ردوا على خطأه وناصحوه ام هي المفاصلة
ونريد منهم وفقهم الله ان يبينوا ماهي الفتنة التي يدعوا اليها
اما الإجمال والتعمية هذه لا نعرفها في دعوتنا
وَبَارِكْ الله فيكم

كتبها الشيخ زكرياء بن شعيب العدني حفظه الله
——————————
قيل لي أن ثمة بيان ” لعلماء اليمن “

فقلت: في جهاد الحوثي !؟، قيل: لا !
قلت: في الرد على الإمام على الوثيقة !؟ قيل:لا، قلت: في الرد على يحي الحجوري !؟
قيل: لا !، فقلت: نصروا الغرباء ؟
قيل: لا !، فقلت: فماذا في البيان ؟
قالوا: في التحذير من هاني البريك

قلت: (( سكتوا دهرا ونطقوا هجرا ))

رحم الله العلامة مقبل بن هادي الوادعي الذي قالوا يوم وفاته: ” انتهى زمن الخوف ”
فاسال الله ان يرزق اليمن مقبل ثاني.

الشيخ فواز المدخلي حفظه الله منقول

WA Ahlus Sunnah Karawang.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

DI BALIK TAHDZIR ADA ADEGAN SANDIWARA “ANTI-TAHDZIR”

Hajury menyampaikan muhadharah di tempat yang berjarak sekitar 3 km dari Fuyusy dan beberapa thullab dari Fuyusy yang diantaranya dari Indonesia pergi menghadirinya, namun anehnya Abdurrahman Al-Mughaffal sama sekali tidak mentahdzirnya sedikitpun dan kita belum mendengar darinya tahdzir sama sekali…

TANGGAPAN AL-USTADZ RUWAIFI Hafizhahullah

Sekarang keluarlah TAHDZIR tersebut terhadap seorang Hani bin Braik oleh Masyaikh Yaman. Hal ini, TIDAK PERNAH dilakukan oleh Masyaikh Yaman terhadap al-Hajuri dan Abul Hasan

Asy Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah, seorang alim yang dikenal istiqamah di atas manhaj salaf dan direkomendasi oleh msyayikh kibar semisal Syaikh Rabi’, dan Syaikh Ubaid, sedang diuji dengan adanya thdzir dari 7 orang masyayikh Yaman.
Namun, semua itu tak mengurangi kemuliaan dan kedudukan beliau di sisi salafiyyin yang mutamayyizin bukan mutalawwinin.

حسبنا الله ونعم الوكيل

dr Al-Ustadz Ruwaifi’,Lc


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

ASAP HITAM FITNAH YAMAN
(Audio Penjelasan Asatidzah)

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad As-Sarbini hafizhahullah:

atau download di sini

Al-Ustadz Abu Sa’id Hamzah hafizhahullah:

atau download di sini

Salafiyun Tidak Terkejut dengan Tahdzir 7 Masyaikh Yaman Terhadap Syaikh Hani Hafizhahullah


TANGGAPAN MASYAIKH DAN ASATIDZAH DENGAN TAHDZIR 7 ULAMA YAMAN TERHADAP SYAIKH HANI HAFIZHAHULLAH

1. Nasehat dan Arahan dari Syaikh Nashir az-Zaidi hafizhohulloh:

Saya katakan wahai saudaraku, apa yang dilakukan para masyaikh di dalam “Bayan (Penjelasan)” mereka tentang kondisi saudara kita Abu Ali tidaklah mengherankan.

Abu Ali -semoga Alloh mengokohkan beliau- bukanlah seorang da’i fitnah, bukanlah beliau termasuk kedalamnya jauh sekali dari yang demikian itu.

Sesungguhnya beliau datang sebagai da’i bagi Sunnah yang mentahdzir dari berbagai kebid’ahan, bahkan berapa banyak perkara yang Alloh singkap melalui beliau di dalam berbagai muhadhoroh (ceramah-ceramah) yang beliau selenggarakan, yaitu:

Sebab-sebab kokoh (di atas Sunnah, pent)
Dan dengan inilah agama menjadi hancur.
Sebab-sebab kehinaan.
Tanda-tanda pembaharuan di dalam dakwah Syaikh Muqbil.
Rintangan-rintangan dalam menempuh jalan dakwah kepada al-haq.
Sikap seorang muslim dalam (menghadapi) fitnah.
Beberapa pelajaran dan ibroh.
Berbahagialah bagi orang-orang yang asing.
Dan terakhir ceramah yang menyingkap dan menmperjelas dan khususnya bagi para penuntut ilmu yang berjudul: Hanya bagi Alloh semata.

Aku katakan: Alloh singkap melalui beliau di dalam muhadhoroh-muhadhoroh ini beberapa perkara yang ditujukan atas dakwah salafiyyah yang sudah dipeluk oleh kebanyakan para pemuda yang sebelumnya mereka menerimanya begitu saja namun pada kenyataannya itu termasuk dari penipuan dan merupakan perusakan dan bukan penggemukan, termasuk penurun bukan peningkatan nilai harga, maka Alloh singkapkan melalui beliau dari para pemuda kabut asap ini dan Alloh jadikan para pemuda menerima dakwahnya.

Kemudian penghuni Ma’bar (yakni Muhammad al-Imam, pent) telah menyibukkan kami dengan kalimat tersebut yang membangkitkan semangat para musuh Islam hingga pada batasan menuduh para ulama Islam dan imam-imam mereka di zaman mereka semenjak Jihad Afghanistan hingga masa kini dengan menyatakan bahwa fatawa mereka adalah sebuah makar terselubung dan upaya memuluskan berbagai rencana makar, kemudian semakin berbuih dan semakin bergemuruh oleh ulah Ibnu Mar’i dengan makarnya yang terselubung dan dia menuduh Abu Ali Syaikh Hani bahwa syaikh Hani adalah seorang da’i Jihad dan kalimat itu menurut setiap orang di negeri Yaman bermakna bahwa beliau adalah da’i teroris yang berjalan di atas jalannya al-Qaida dan ISIS dan bahwa beliau mempersenjatai orang-orang asing -padahal beliau tidak memiliki kesalahan apapun kecuali beliau hanya menyatakan karena demi menjaga agama dan negeri dari penjajahan kaum Syi’ah Rofidhoh sebagai bentuk pengamalan terhadap fatwa kibar ulama-.

Dan Ibnu Mar’i menelpon kepada bagian keamanan untuk menghalangi orang-orang asing dari menghadiri muhadhoroh Syaikh Hani dengan kekuatan dan menzhalimi ikhwah dengan memasukannya ke dalam penjara, dan masuklah saudara wanita kita yang mulia oleh sebab dia (Ibnu Mar’i) yang berangkat bersama suaminya saudara kami dari orang asing -semoga Alloh menjaga mereka semua – dan Ibnu Mar’i telah menjadikan saudara-saudara kita berjalan kaki di antara Fiyus dan Aden dalam beberapa malam yang tidak ada mengetahuinya kecuali Alloh.

Dan dia angkat tuduhan ini kepada pihak berwajib dengan menyatakan bahwa orang-orang asing ini memiliki hubungan dengan da’i jihad dan dia kirim surat ini kepada bagian keamanan kemudian aparat keamanan menangkap saudara-saudara kita dari orang-orang asing, dan media masa menyebarkan berita dusta ini tentang kondisi saudara kita dengan keduataan yang telah mencapai seantero dunia.

Dan adalah kiamat besar (datang) dari syaikh Wushobi dan dia telah menuduh para masyaikh dengan tuduhan sebagai antek-antek dan sebagai mata-mata dan demi mewujudkan kemaslahatan negeri-negeri mereka.

Maka silahkan katakan kepada dengan menyebut nama Alloh wajib atasmu (membuktikan) tuduhan fitnah dan dari membawa orang-orang yang ada disekitarnya kepada kehancuran, bukankah Alloh telah berfirman:

(وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” [Qs. An-Nisaa: 112]

Siapakah orangnya yang telah mengobarkan api fitnah? dan menyibukkan para pemuda dari ilmu dan yang memalingkan mereka dari perbaikan keadaan mereka ataukah orang yang mengatakan ini benar dan ini salah, dan mengatakan bahwa para ulama kita berlepas diri dari kedustaan ini, atau orang yang telah menuduh mereka dengan kedustaan besar ini?

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Nabighoh tentang mereka:

حملتني ذنب امرئ وتركته ‍۞ كذي العر يكوي غيره وهو راتع

“Kau bebankan kepadaku dosa seseorang dan kau tinggalkan dia….
Seperti orang yang terkena kusta mengobati orang lain padahal dia tidaklah sakit.”

Maka aku katakan: untuk saudaraku Syaikh Hani, sesungguhnya kebenaran tidaklah dikenal dengan penyebaran dan ketenaran, bahkan bagi kebenaran adanya timbangan-timbangan yang dijadikan tolak ukur dengannya, dan bagi kebatilan adanya tanda-tanda yang dapat dikenal dengannya.

Dan aku katakan bagi para masyaikh, jika memang saudara kami telah mengatakan suatu kebatilan maka dimanakah tolak ukurnya dan mana tanda-tandanya? Adapun hukum yang kosong dari penjelasan ilmiah ini maka dia tertolak di sisi para ulama dan pengikutnya.

Berkata Syaikhul Islam: apa yang telah diperintahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah keadilan yang tiada kezhaliman padanya, dan barangsiapa yang telah dilarang darinya maka dia telah dilarang dari keadilan, dan barangsiapa memerintahkan dengan lawannya maka dia telah memerintahkan dengan kezhaliman, karena lawan keadilan adalah kezhaliman maka tidaklah yang menyelisihinya kecuali kebodohan dan kezhaliman karena prasangkanya dan mengikuti hawa nafsu.

Diucapkan oleh saudara kalian:

Nashir az-Zaidi
(7/2/1436 H)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

2. Nasehat dan Arahan Syaikh Zakariya bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh:

Dan kami menginginkan dari para masyaikh kami -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar mereka melihat kepada perkara tersebut.

Inilah al-Hajuri, bagaimana dia telah berbuat dan murid-muridnya dan ucapan-ucapannya yang buruk maka apakah mereka (para masyaikh) telah menerbitkan “Bayan (Penjelasan)” atau tidak?!

Jika Syaikh Hani bersalah, tidakkah mereka membantah atas kesalahannya dan menesehatinya? Atau hal itu terpisah?!

Dan kami menginginkan dari mereka -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar menjelaskan; apa fitnah yang mereka tuduhkan kepadanya?!

Adapun (penjelasan) global dan membuta maka hal ini tidaklah dikenal di dalam dakwah kami.

Barokallohu fikum.

Ditulis oleh Syaikh Zakaria bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

3. Nasehat dan Arahan Syaikh Fawwaz Al-Madkholi hafizhohulloh:

Dikatakan kepadaku bahwa di sana ada “Bayan” oleh para ulama Yaman.

Maka aku katakan: “Tentang jihad melawan Hutsi (Syi’ah)? Dijawab: bukan.

Aku katakan: tentang bantahan terhadap al-Imam dalam perjanjiannya? Dijawab: bukan.

Aku katakan: Tentang bantahan terhadap Yahya al-Hajuri? Dijawab: bukan.

Aku katakan: mereka membela orang-orang asing? Dijawab: bukan.

Aku katakan: maka penjelasan tentang apa? Mereka menjawab: tentang tahdzir (peringatan ulama Yaman, pent) dari Hani al-Buraik.

Aku katakan: “Mereka telah terdiam bertahun-tahun namun sekarang mereka berbicara untuk meng-hajr (memboikot)”

Semoga Alloh merahmati al-’Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’y yang mana mereka mengatakan di hari kematiannya: “telah berakhir masa yang menakutkan”.

Maka aku memohon kepada Alloh agar negeri Yaman dianugerahi Muqbil kedua.

Syaikh Fawwaz al-Madkholi hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

4. Nasehat dan Arahan dari ust. Muhammad Umar as-as-Sewed hafizhohulloh:

1⃣. Gak kaget kami mendengar tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seseorang yang bersikap tegas kepada orang-orang yang memiliki penyimpangan. Karena dua tahun lalu kami sudah mendengar tentang mereka. Tepatnya ketika kita bertanya tentang syaikh Utsman Salimi yang akan datang ke Indonesia kepada syaikh Ubaid, beliau menjawab:

مشائخ اليمن ﻟﺎ يحرص عليهم فيهم ضعف و الدعوة بحاجة الى أقوياء يا أبنائي..

“masyayikh Yaman” jangan kalian pegang, pada mereka ada kelemahan, padahal dakwah ini perlu orang-orang yang kuat, wahai anak anakku…

2⃣. Kami gak kaget mendengar “masyayikh yaman” mentahdzir seorang yang menjadi sebab terbongkarnya penyimpangan Abul Hasan, Yahya al Hajury, dan kemudian Muhammad al Imam oleh masyayikh kibar. Karena mereka justru orang-orang yang berupaya memgecilkan atau menutup-nutupinya.

3⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seorang yang membawa fatwa jihad dari para ulama kibar, karena mereka justru yang menolak dan menentang fatwa jihad dan nasihat para ulama kibar.

4⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh yaman” terhadap Masyayikh Yaman yang berjalan bersama para ulama kibar. Karena mereka tidak sejalan dengan ulama kibar.

5⃣. Justru yang mengagetkan kami adalah mereka tidak pernah setegas dan sekompak itu kepada Yahya al Hajuri, Abul Hasan, Ali Hasan, bahkan kepada syiah Rafidhah hutsiyun.

6⃣. Alhamdulillah, banyak masyayikh dan mustafidin yang seangkatan dengan mereka, setingkat mereka atau diatas mereka. Namun tidak menonjol karena mereka tidak memposisikan diri mereka sebagai ulama, tetapi sebagai  murid-murid para ulama kibar. Berjalan bersama ulama, mengikuti nasihat ulama dan terus duduk bersama ulama.

Nasalullahassalamah wal afiyah. Wa nasalullahal hidayah lana wa lahum wa lijamie’il muslimin ilat tauhid was sunnah.

Al-Ustadz Muhammad assewed hafizhahullah

Whatsapp Salafy Indonesia

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

 Teks Arabic Terkait Nasehat dan Arahan Masyaikh Atas Bayan Ulam Yaman.

أقول يا أخي ما فعله المشايخ في
بيانهم في حق أخينا أبي علي لاينقضي العجب منه،
أبوعلي سدده الله ليس داعية فتنة ولا هو من أهلها حاشاه من ذلك .

إنما جاء داعيا للسنة محذرا من البدع ، بل كم كشف الله به في هذه المحاضرات التي أقامها وهي :
أسباب التمكين

وبهذا يهدم الدين

وأسباب الخذﻻن

ومعالم التجديد في دعوة الشيخ مقبل

وعوائق في طريق الدعوة إلى الحق

وموقف المسلم في الفتن

دروس وعبر

طوبى للغرباء

واﻷخيرة التي كانت لقاء مكاشفة ومصارحة وخاصة بطﻻب العلم وكانت بعنوان لله وحده ،

أقول كشف الله به في هذه المحاضرات أمورا دخيلة على السلفية احتضنها كثير من الشباب كانت عندهم من المسلمات وهي في الحقيقة من الزغل ومن الغث لا من السمين ، ومن الخرز  لا من الثمين، فكشف الله به عن الشباب سحابة الدخان هذه وأقبل الله بالشباب عليه .

ثم شغلنا صاحب معبر بذاك الكلام الذي شجع به أعداء اﻹسلام الى أن وصل به الحد أن اتهم علماء اﻹسلام وأئمته في عصرهم منذ الجهاد اﻷفغاني إلى هذا العصر بأن فتاويهم بالجهاد هي من المكر الخفي وتنفيذ مخططات ، ثم أزبد وأرعد ابن مرعي بمكره الخفي واتهم أبا علي الشيخ هاني بأنه داعية جهاد وهي عند الكل في اليمن تعني أنه داعية أرهاب على طريقة القاعدة وداعش وأنه يسلح الغرباء – وﻻ ذنب له سوى أنه قال بحماية الدين والبلد من التمدد الرافضي عمﻻ بفتاوى اﻷكابر -

واتصل ابن مرعي بالجهات اﻷمنية لمنع الغرباء من حضور محاضراته بالقوة وزج باﻹخوة في السجون ، ودخلت السجن بسببه أخت لنا فاضلة كانت مع زوجها أخينا الغريب -حفظهم الله جميعا – وجعل بفعله المشين إخواننا في الفيوش وعدن في ليالي ﻻ يعلمها إﻻ الله .

ورفع هذه الفرية للمسؤولين من أن الغرباء لهم اتصال بداعية الجهاد وأرسل هذه الرسالة الى الجهات اﻷمنية ثم تلقف الأمن إخواننا الغرباء ، وتنشر الصحف هذه الفرية في حق إخواننا كذبة بلغت اﻵفاق .

وكانت الطامة الكبرى من الوصابي واتهم المشايخ بالعمالة والجاسوسية وتحقيق مصالح بلدانهم .

فقل لي بالله عليك من داعية الفتنة ومن يقود من حوله الى الهاوية، ألم يقل الله تعالى : (وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

فمن الذي أثار الفتن وشغل الشباب عن العلم وصرفهم عن إصلاح أحوالهم أمن قال هذا صواب وهذا خطأ، وقال إن علماءنا برآء من هذه الفرية ، أم من اتهمهم بهذه العظائم.
وما أصدق قول النابغة فيهم :

وحملتني ذنب امرئ وتركته
****** كذي العر يكوى غيره وهو راتع .

فأقول : ﻷخي الشيخ هاني إن الحق لا يعرف بالانتشار ولا بالاشتهار، بل للحق ميزان يوزن به ، وللباطل علامات يعرف بها.

وأقول للمشايخ إن كان أخونا هاني قال باطلا فأين ميزانه وأين علاماته، أما هذا الحكم العاري عن البيان العلمي فهو مردود عند أهل العلم والاتباع .

قال شيخ اﻹسلام : ما أمر به النبي – صلى الله عليه وسلم – عدل لا ظلم فيه ، فمن نهى عنه فقد نهى عن العدل ، ومن أمر بضده فقد أمر بالظلم، فان ضد العدل الظلم فلا يكون ما يخالفه إلا جهلا وظلما ظنا وما تهوى النفس .

قاله أخوكم ناصر الزيدي

1436/2/7 هجرية .
——————————
ونحن نريد من مشايخنا وفقهم الله ان ينظروا في الامر
هذا الحجوري كيف فعل هو واصحابه وأقواله السيئة فهل انزلوا بيانا ام لا ؟!
ان كان الشيخ هاني مخطىء هلا ردوا على خطأه وناصحوه ام هي المفاصلة
ونريد منهم وفقهم الله ان يبينوا ماهي الفتنة التي يدعوا اليها
اما الإجمال والتعمية هذه لا نعرفها في دعوتنا
وَبَارِكْ الله فيكم

كتبها الشيخ زكرياء بن شعيب العدني حفظه الله
——————————
قيل لي أن ثمة بيان ” لعلماء اليمن “

فقلت: في جهاد الحوثي !؟، قيل: لا !
قلت: في الرد على الإمام على الوثيقة !؟ قيل:لا، قلت: في الرد على يحي الحجوري !؟
قيل: لا !، فقلت: نصروا الغرباء ؟
قيل: لا !، فقلت: فماذا في البيان ؟
قالوا: في التحذير من هاني البريك

قلت: (( سكتوا دهرا ونطقوا هجرا ))

رحم الله العلامة مقبل بن هادي الوادعي الذي قالوا يوم وفاته: ” انتهى زمن الخوف ”
فاسال الله ان يرزق اليمن مقبل ثاني.

الشيخ فواز المدخلي حفظه الله منقول

WA Ahlus Sunnah Karawang.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

DI BALIK TAHDZIR ADA ADEGAN SANDIWARA “ANTI-TAHDZIR”

Hajury menyampaikan muhadharah di tempat yang berjarak sekitar 3 km dari Fuyusy dan beberapa thullab dari Fuyusy yang diantaranya dari Indonesia pergi menghadirinya, namun anehnya Abdurrahman Al-Mughaffal sama sekali tidak mentahdzirnya sedikitpun dan kita belum mendengar darinya tahdzir sama sekali…

TANGGAPAN AL-USTADZ RUWAIFI Hafizhahullah

Sekarang keluarlah TAHDZIR tersebut terhadap seorang Hani bin Braik oleh Masyaikh Yaman. Hal ini, TIDAK PERNAH dilakukan oleh Masyaikh Yaman terhadap al-Hajuri dan Abul Hasan

Asy Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah, seorang alim yang dikenal istiqamah di atas manhaj salaf dan direkomendasi oleh msyayikh kibar semisal Syaikh Rabi’, dan Syaikh Ubaid, sedang diuji dengan adanya thdzir dari 7 orang masyayikh Yaman.
Namun, semua itu tak mengurangi kemuliaan dan kedudukan beliau di sisi salafiyyin yang mutamayyizin bukan mutalawwinin.

حسبنا الله ونعم الوكيل

dr Al-Ustadz Ruwaifi’,Lc


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

ASAP HITAM FITNAH YAMAN
(Audio Penjelasan Asatidzah)

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad As-Sarbini hafizhahullah:

atau download di sini

Al-Ustadz Abu Sa’id Hamzah hafizhahullah:

atau download di sini

[AUDIO] Al-Ustadz Usamah Mahri – Mengenal Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah


Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Sabtu, 06 Shafar 1436H - 29/11/2014M
Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi - Bogor

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Mengenal Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah

Archive | Dropbox | 9.1 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 4.0 MB - [Sesi 2]

Archive | Dropbox | 5.3 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Usamah Mahri – Mengenal Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah


Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Sabtu, 06 Shafar 1436H - 29/11/2014M
Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi - Bogor

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Mengenal Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah

Archive | Dropbox | 9.1 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 4.0 MB - [Sesi 2]

Archive | Dropbox | 5.3 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy - Fenomena Tamyi' dalam Dakwah


Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Jum'at, 05 Shafar 1436H - 28/11/2014M
Masjid Ali bin Abi Thalib, Jln. Kapten Ismail, Gg. Anggur 1, Kota Tegal

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Fenomena Tamyi' dalam Dakwah

Archive | Dropbox | 6.5 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 5.5 MB - [Sesi 2]

Archive | Dropbox | 6.6 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
Salafy Cirebon via Forum Ikhwan Tegal



Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy - Fenomena Tamyi' dalam Dakwah


Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Jum'at, 05 Shafar 1436H - 28/11/2014M
Masjid Ali bin Abi Thalib, Jln. Kapten Ismail, Gg. Anggur 1, Kota Tegal

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Fenomena Tamyi' dalam Dakwah

Archive | Dropbox | 6.5 MB - [Sesi 1]

Archive | Dropbox | 5.5 MB - [Sesi 2]

Archive | Dropbox | 6.6 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
Salafy Cirebon via Forum Ikhwan Tegal



Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar - Tingkatkan Taqwa Dan Jangan Merasa Puas


Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Kamis, 04 Shafar 1436H - 27/11/2014M
Ma'had Minhajus Sunnah, Magelang

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Ta'lim Ummahat
Muslimah Dermawan Akan Bisa Menyempurnakan Akhlaq Mulia Lainnya

Archive | Dropbox | 6.3 MB - [Sesi 1]

- - -

Ta'lim Remaja:
Jangan Mau Dianggap Anak Kecil Lagi

Archive | Dropbox | 5.2 MB - [Sesi 2]

- - -

Ta'lim Ikhwah:
Tingkatkan Taqwa Dan Jangan Merasa Puas

Archive | Dropbox | 6.2 MB - [Sesi 3]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
WhatsApp Salafy Indonesia


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar - Tingkatkan Taqwa Dan Jangan Merasa Puas


Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Kamis, 04 Shafar 1436H - 27/11/2014M
Ma'had Minhajus Sunnah, Magelang

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Ta'lim Ummahat
Muslimah Dermawan Akan Bisa Menyempurnakan Akhlaq Mulia Lainnya

Archive | Dropbox | 6.3 MB - [Sesi 1]

- - -

Ta'lim Remaja:
Jangan Mau Dianggap Anak Kecil Lagi

Archive | Dropbox | 5.2 MB - [Sesi 2]

- - -

Ta'lim Ikhwah:
Tingkatkan Taqwa Dan Jangan Merasa Puas

Archive | Dropbox | 6.2 MB - [Sesi 3]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan oleh:
WhatsApp Salafy Indonesia


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[ARTIKEL] Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah



Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

الأم العظيمة
- - - - - - -
الى كل أم الى كل أب يريدان لولدهما الرفعة والعزة في الدنيا ورضوان الله والشفاعة لهما يوم الدين...
ﺃﺭﺳﻞ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﻪ ـ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻷﻣﻪ ﻳﻌﺘﺬﺭ ﻟﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﻦ ﺑُﻌْﺪِﻩِ ﻋﻨﻬﺎ ﻷﻳﺎﻡ ﻭﺇﻗﺎﻣﺘﻪ ﻓﻰ ﻣﺼﺮ ﻟﺒﻌﺾ ﺷﺌﻮﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ..
ﻓﻠﻤﺎ ﻭﺻﻠﺘﻬﺎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ
ﺭﺩﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﺎﻟﺖ :
(( ﻭﻟﺪﻱ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻟﺮﺿﻲّ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ
ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻭﻣﻐﻔﺮﺗﻪ
ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﻪ ..
ﻓﺈﻧﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺭﺑﻴﺘﻚ ﻭﻟﺨﺪﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻧﺬﺭﺗﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻤﺘﻚ ..
ﻭﻻ ﺗﻈﻨﻦَّ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺃﻥ ﻗﺮﺑﻚ ﻣﻨﻲ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﻗﺮﺑﻚ
ﻣﻦ ﺩﻳﻨﻚ ﻭﺧﺪﻣﺘﻚ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺷﺘّﻰ
ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ ..
ﺑﻞ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺇﻥَّ ﻏﺎﻳﺔ ﺭﺿﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻚ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ
ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻣﻪ ﻟﺪﻳﻨﻚ ﻭﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ..
ﻭﺇﻧﻲ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻟﻦ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻏﺪﺍً ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺑﻌﺪﻙ ﻋﻨﻲ ..
ﻷﻧﻲ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻭﻓﻴﻢ ﺃﻧﺖ ..
ﻭﻟﻜﻦ ! ..
ﻳﺎ ﺃﺣﻤﺪ ﺳﺄﺳﺄﻟﻚ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺣﺎﺳﺒﻚ ﺇﻥ ﻗﺼّﺮﺕ ﻓﻲ
ﺧﺪﻣﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺧﺪﻣﺔ
ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻣﻦ ﺇﺧﻮﺍﻧﻚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .
ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻚ ﻭﺃﻧﺎﺭ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﺩﺭﺑﻚ ﻭﺳﺪﺩ ﺧﻄﺎﻙ ﻭﺟﻤﻌﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﺗﺤﺖ ﻇﻞ ﻋﺮﺵ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ ..
ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ..
✏ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ48 / 28

Balasan surat ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika beliau menyuratinya & menyampaikan permohonan maaf disebabkan jauhnya beliau dari sang ibu serta waktu yang lama beliau tinggal di Mesir untuk beberapa urusan agama & dakwah:

“Anakku yang tercinta, yang kuridhai Ahmad bin Taimiyah; wa ‘alaika assalam warahmatullahi wa barakatuh wa maghfiratuh wa ridhwanuh.

Sesungguhnya, Demi Allah untuk yang seperti inilah aku mendidikmu sejak kecil, dan demi menolong agama Islam dan kaum muslimin aku mempersembahkanmu dan demi Syari‘at agamamu aku mengajarkan ilmu kepadamu.

Dan jangan engkau mengira kedekatanmu dariku lebih aku cintai dari kedekatanmu terhadap agamamu dalam rangka engkau menolongnya beserta kaum muslimin diseluruh penjuru dunia ...

Bahkan, ketahuilah wahai anakku, keridhaanku kepadamu itu kembali pada sejauh mana engkau menolong agama Allah dan kaum muslimin.

Dan esok di hari kiamat aku tak akan menuntutmu di hadapan Allah karena jauhnya engkau dariku, karena aku tahu dimana dan apa yang engkau la kukan...

Bahkan wahai anakku Ahmad! Aku akan menuntutmu di hadapan Allah ketika engkau lalai menolong agama Allah dan saudara-saudaramu kaum muslimin.

Semoga Allah senantiasa meridhaimu wahai Anakku, menerangi perjuangan dan meluruskan setiap langkahmu, dan semoga kita dikumpulkan di bawah naungan 'Arsy Ar-Rahman di mana tiada naungan selain naungan-Nya.

Wasaalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh

(Majmu' al-Fatawa 28/48)

 WhatsApp Abu Bakar Karanganyar

[ARTIKEL] Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah



Pelajaran berharga dari Ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

الأم العظيمة
- - - - - - -
الى كل أم الى كل أب يريدان لولدهما الرفعة والعزة في الدنيا ورضوان الله والشفاعة لهما يوم الدين...
ﺃﺭﺳﻞ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﻪ ـ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻷﻣﻪ ﻳﻌﺘﺬﺭ ﻟﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﻦ ﺑُﻌْﺪِﻩِ ﻋﻨﻬﺎ ﻷﻳﺎﻡ ﻭﺇﻗﺎﻣﺘﻪ ﻓﻰ ﻣﺼﺮ ﻟﺒﻌﺾ ﺷﺌﻮﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ..
ﻓﻠﻤﺎ ﻭﺻﻠﺘﻬﺎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ
ﺭﺩﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﺎﻟﺖ :
(( ﻭﻟﺪﻱ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻟﺮﺿﻲّ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ
ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻭﻣﻐﻔﺮﺗﻪ
ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﻪ ..
ﻓﺈﻧﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺭﺑﻴﺘﻚ ﻭﻟﺨﺪﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻧﺬﺭﺗﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻤﺘﻚ ..
ﻭﻻ ﺗﻈﻨﻦَّ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺃﻥ ﻗﺮﺑﻚ ﻣﻨﻲ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﻗﺮﺑﻚ
ﻣﻦ ﺩﻳﻨﻚ ﻭﺧﺪﻣﺘﻚ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺷﺘّﻰ
ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ ..
ﺑﻞ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﺇﻥَّ ﻏﺎﻳﺔ ﺭﺿﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻚ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ
ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻣﻪ ﻟﺪﻳﻨﻚ ﻭﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ..
ﻭﺇﻧﻲ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻟﻦ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻏﺪﺍً ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺑﻌﺪﻙ ﻋﻨﻲ ..
ﻷﻧﻲ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻭﻓﻴﻢ ﺃﻧﺖ ..
ﻭﻟﻜﻦ ! ..
ﻳﺎ ﺃﺣﻤﺪ ﺳﺄﺳﺄﻟﻚ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺣﺎﺳﺒﻚ ﺇﻥ ﻗﺼّﺮﺕ ﻓﻲ
ﺧﺪﻣﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺧﺪﻣﺔ
ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻣﻦ ﺇﺧﻮﺍﻧﻚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .
ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻚ ﻭﺃﻧﺎﺭ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﺩﺭﺑﻚ ﻭﺳﺪﺩ ﺧﻄﺎﻙ ﻭﺟﻤﻌﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﺗﺤﺖ ﻇﻞ ﻋﺮﺵ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ ..
ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ..
✏ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ48 / 28

Balasan surat ibunda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika beliau menyuratinya & menyampaikan permohonan maaf disebabkan jauhnya beliau dari sang ibu serta waktu yang lama beliau tinggal di Mesir untuk beberapa urusan agama & dakwah:

“Anakku yang tercinta, yang kuridhai Ahmad bin Taimiyah; wa ‘alaika assalam warahmatullahi wa barakatuh wa maghfiratuh wa ridhwanuh.

Sesungguhnya, Demi Allah untuk yang seperti inilah aku mendidikmu sejak kecil, dan demi menolong agama Islam dan kaum muslimin aku mempersembahkanmu dan demi Syari‘at agamamu aku mengajarkan ilmu kepadamu.

Dan jangan engkau mengira kedekatanmu dariku lebih aku cintai dari kedekatanmu terhadap agamamu dalam rangka engkau menolongnya beserta kaum muslimin diseluruh penjuru dunia ...

Bahkan, ketahuilah wahai anakku, keridhaanku kepadamu itu kembali pada sejauh mana engkau menolong agama Allah dan kaum muslimin.

Dan esok di hari kiamat aku tak akan menuntutmu di hadapan Allah karena jauhnya engkau dariku, karena aku tahu dimana dan apa yang engkau la kukan...

Bahkan wahai anakku Ahmad! Aku akan menuntutmu di hadapan Allah ketika engkau lalai menolong agama Allah dan saudara-saudaramu kaum muslimin.

Semoga Allah senantiasa meridhaimu wahai Anakku, menerangi perjuangan dan meluruskan setiap langkahmu, dan semoga kita dikumpulkan di bawah naungan 'Arsy Ar-Rahman di mana tiada naungan selain naungan-Nya.

Wasaalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh

(Majmu' al-Fatawa 28/48)

 WhatsApp Abu Bakar Karanganyar

[AUDIO] Kompilasi Khutbah Jum'at Asatidzah Ahlussunnah Indonesia 1436H




- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
02 Shafar 1436H - 28/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

(Terbaru)

Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah | Malang

Perintah untuk berbakti kepada Kedua Orang Tua | Dropbox | 2.5 MB

- - - -

Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari hafizhahullah | Balikpapan

Mengikuti & Kembali kepada Sunnah Nabi adalah Keselamatan dlm Menghadapi Banyaknya Perselisihan | Dropbox | 1.7 MB

- - - -

Al-Ustadz Abu Maryam Abdurrahman hafizhahullah | Madiun

Merenungi Nikmat Penciptaan Allah (petikan Faedah dari Surat Al-Alaq) | Dropbox | 3.4 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
28 Muharram 1436H - 21/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah | Klari

Archive | 3.2 MB

- - - -

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah | Cileungsi

Archive | 3.0 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
21 Muharrom 1436H - 14/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Abdurrahman Lombok hafidzahullah | Sukoharjo

Archive | 3.4 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
07 Muharrom 1436H - 31/10/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafidzahullah | Denpasar

Archive  |  3.4 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dari berbagai Sumber.

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Kompilasi Khutbah Jum'at Asatidzah Ahlussunnah Indonesia 1436H




- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
02 Shafar 1436H - 28/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

(Terbaru)

Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah | Malang

Perintah untuk berbakti kepada Kedua Orang Tua | Dropbox | 2.5 MB

- - - -

Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari hafizhahullah | Balikpapan

Mengikuti & Kembali kepada Sunnah Nabi adalah Keselamatan dlm Menghadapi Banyaknya Perselisihan | Dropbox | 1.7 MB

- - - -

Al-Ustadz Abu Maryam Abdurrahman hafizhahullah | Madiun

Merenungi Nikmat Penciptaan Allah (petikan Faedah dari Surat Al-Alaq) | Dropbox | 3.4 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
28 Muharram 1436H - 21/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah | Klari

Archive | 3.2 MB

- - - -

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah | Cileungsi

Archive | 3.0 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
21 Muharrom 1436H - 14/11/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Abdurrahman Lombok hafidzahullah | Sukoharjo

Archive | 3.4 MB



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
07 Muharrom 1436H - 31/10/2014M
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafidzahullah | Denpasar

Archive  |  3.4 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dari berbagai Sumber.

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[ARTIKEL] Memetik Faedah Dari Kisah Taubatnya SHABIGH BIN 'ASL


MEMETIK FAEDAH DARI KISAH TAUBATNYA SHABIGH BIN ‘ASL

Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl dari Bashrah)…???

Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.

Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu ‘anhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..

Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: “Anda orangnya yang saya tunggu-tunggu”,

… kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.

Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..

Siapa SHABIGH??

Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi,  Abul Hasan,  dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bid’ah zaman ini,  Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..

SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.

Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,

SHABIGH menjawab:

“Pukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bid’ah.!!”

Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),

  • Tetap tidak DENDAM,
  • Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
  • Tetap BERSABAR,
  • Tidak merasa TERZHALIMI,
  • Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)

… karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidak…

Itulah SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bid’ah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).

Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.

SHABIGH ini tidak akan pernah ingin: berta’awun, hidup bersama dan berdampingan sebagai “saudara se-Islam” dengan kaum Rafidhah.

Bahkan dikisahkan ketika SHABIGH datang untuk menghadiri majlis ilmu, orang-orang pada bubar semuanya.. Sanggupkan kita menghadapi ujian seperti yang menimpa Shabigh ini..???

Kata orang sekarang:

“Apa sih salahnya..?? Dia kan sudah taubat…!!! Orang mau taubat kok dihalang-halangi..??… Iyakan..??”

SHABIGH jujur dalam taubatnya, namun perlu diuji coba kejujuran TAUBATNYA itu, kalau tidak, akan berbahaya!!! Sebentar-sebentar ahlu bid’ah atau hizbi atau orang-orang yang memiliki syubhat mengatakan,

“Saya taubat!!.. minta maaf!! taubat!!..” selesai.. kemungkaran-kemungkaran penyimpangan seseorang selesai hanya dengan mengatajan “saya taubat” atau menulis surat taubat kemudian selesai..!!

Tidak…!!! Tidak demikian..!! perlu diuji coba kejujuran taubat orang tersebut..

Tidak seperti sebagian orang yang menolak AL-HAQ dengan SOMBONG tetapi dikemas dengan pakaian TAWADHU…

“Ngaa apa-apa.. saya dizalimi.. mudah-mudahan Allah beri hidayah kepada mereka” ..

Subhanallah.. menampakkan dirinya terzalimi.. merekrut orang dengan cara (rendahan, pen) seperti ini..

“Ya.. sudahlah mengalah demi persatuan.. orang mengalah itu tidak KALAH…!!”

Apakah orang taubat seperti ini..?? ini LAAB..!! MAAKIR..!!..Suka bikin makar.

… hati-hati ya ikhwan… ulama salaf tidak main-main dalam masalah seperti ini..

Download Audio Di Sini

@ Disampaikan Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
[Daurah Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy-Syariah Imam Al-Ajurry rahimahullah, 30 Muharram 1436H – Balikpapan] ~ dengan sedikit penyesuaian

Sumber: ForumSalafy•Net

[ARTIKEL] Memetik Faedah Dari Kisah Taubatnya SHABIGH BIN 'ASL


MEMETIK FAEDAH DARI KISAH TAUBATNYA SHABIGH BIN ‘ASL

Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl dari Bashrah)…???

Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.

Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu ‘anhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..

Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: “Anda orangnya yang saya tunggu-tunggu”,

… kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.

Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..

Siapa SHABIGH??

Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi,  Abul Hasan,  dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bid’ah zaman ini,  Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..

SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.

Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,

SHABIGH menjawab:

“Pukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bid’ah.!!”

Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),

  • Tetap tidak DENDAM,
  • Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
  • Tetap BERSABAR,
  • Tidak merasa TERZHALIMI,
  • Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)

… karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidak…

Itulah SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bid’ah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).

Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.

SHABIGH ini tidak akan pernah ingin: berta’awun, hidup bersama dan berdampingan sebagai “saudara se-Islam” dengan kaum Rafidhah.

Bahkan dikisahkan ketika SHABIGH datang untuk menghadiri majlis ilmu, orang-orang pada bubar semuanya.. Sanggupkan kita menghadapi ujian seperti yang menimpa Shabigh ini..???

Kata orang sekarang:

“Apa sih salahnya..?? Dia kan sudah taubat…!!! Orang mau taubat kok dihalang-halangi..??… Iyakan..??”

SHABIGH jujur dalam taubatnya, namun perlu diuji coba kejujuran TAUBATNYA itu, kalau tidak, akan berbahaya!!! Sebentar-sebentar ahlu bid’ah atau hizbi atau orang-orang yang memiliki syubhat mengatakan,

“Saya taubat!!.. minta maaf!! taubat!!..” selesai.. kemungkaran-kemungkaran penyimpangan seseorang selesai hanya dengan mengatajan “saya taubat” atau menulis surat taubat kemudian selesai..!!

Tidak…!!! Tidak demikian..!! perlu diuji coba kejujuran taubat orang tersebut..

Tidak seperti sebagian orang yang menolak AL-HAQ dengan SOMBONG tetapi dikemas dengan pakaian TAWADHU…

“Ngaa apa-apa.. saya dizalimi.. mudah-mudahan Allah beri hidayah kepada mereka” ..

Subhanallah.. menampakkan dirinya terzalimi.. merekrut orang dengan cara (rendahan, pen) seperti ini..

“Ya.. sudahlah mengalah demi persatuan.. orang mengalah itu tidak KALAH…!!”

Apakah orang taubat seperti ini..?? ini LAAB..!! MAAKIR..!!..Suka bikin makar.

… hati-hati ya ikhwan… ulama salaf tidak main-main dalam masalah seperti ini..

Download Audio Di Sini

@ Disampaikan Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
[Daurah Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy-Syariah Imam Al-Ajurry rahimahullah, 30 Muharram 1436H – Balikpapan] ~ dengan sedikit penyesuaian

Sumber: ForumSalafy•Net

[AUDIO] Al-Ustadz Ayip Syafruddin - Bimbingan Islam Dalam Pendidikan Anak



Al-Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Sabtu, 29 Muharrom 1436H - 22/11/2014M
Masjid Darul Arqom, Surabaya

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Bimbingan Islam Dalam Pendidikan Anak

Archive | 7.6 MB - [Sesi 1]

Archive | 6.5 MB - [Sesi 2]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Ayip Syafruddin - Bimbingan Islam Dalam Pendidikan Anak



Al-Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Sabtu, 29 Muharrom 1436H - 22/11/2014M
Masjid Darul Arqom, Surabaya

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Bimbingan Islam Dalam Pendidikan Anak

Archive | 7.6 MB - [Sesi 1]

Archive | 6.5 MB - [Sesi 2]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[ARTIKEL] Mencela Shahabat = Mencela Syari'at



MENCELA SHAHABAT NABI = MENCELA SYARI‘AT


قال شيخنا العلامة أحمد بن يحيى النجمي رحمه الله:

” أنّٓ الصحابة واجبٌ علينا أن نعتقد عدالتهم لأنّٓهم هم الذين حملوا لنا الشرع الاسلامي عن نبينا – صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم –

فالطعن فيهم يعتبر طعناً في الدين ؛ لأنّٓنا إذا قدحنا في شهودنا فقد قدحنا في ديننا،

فلايقول في الصحابة ، ويتكلم فيهم إلآّ مفتون ولهذا قال قائل أهل السنة : وما جرى بين الصحاب نسكت عنه وأجر الاجتهاد نثبت“

[شرح أعلام السنة المنشورة ص٤٠٠ مخطوط.]

Berkata Syaikhunaa al ‘Allamah Ahmad bin Yahya an Najmi rahimahullah:

Sesungguhnya para shahabat itu, wajib bagi kita untuk meyakini sifat ‘adil mereka karena merekalah yang membawakan syari’at Islam kepada kita dari Nabi kita shallallaahu ‘alahi wa ‘ala Aalihi wa shahbihi wa sallam.

Maka celaan yang ditujukan kepada mereka dianggap sebagai celaan yang ditujukan kepada agama, karena jika kita mencemarkan para saksi-saksi kita maka sungguh (itu berarti) kita telah mencemarkan agama kita.

Maka tidaklah mengucapkan yang jelek tentang para shahabat dan membicarakan kejelekan mereka kecuali orang yang terfitnah.

Oleh karena ini, sungguh ada seorang Ahlus Sunnah yang mengatakan:

وما جری بين الصحابة نسكت
عنه وأجر إجتهاد نثبت

Dan apa yang terjadi (perselisihan) diantara para shahabat maka kita diam darinya, dan kita tetapkan adanya pahala ijtihad (pada mereka).

[Syarh A’lamis Sunnatil Mansyurah, hal 400]

Wallaahu A’lam.

〰〰〰
 ___hm
http://tukpencarialhaq.com/2014/11/25/mencela-shahabat-nabi-mencela-syariat/

[ARTIKEL] Mencela Shahabat = Mencela Syari'at



MENCELA SHAHABAT NABI = MENCELA SYARI‘AT


قال شيخنا العلامة أحمد بن يحيى النجمي رحمه الله:

” أنّٓ الصحابة واجبٌ علينا أن نعتقد عدالتهم لأنّٓهم هم الذين حملوا لنا الشرع الاسلامي عن نبينا – صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم –

فالطعن فيهم يعتبر طعناً في الدين ؛ لأنّٓنا إذا قدحنا في شهودنا فقد قدحنا في ديننا،

فلايقول في الصحابة ، ويتكلم فيهم إلآّ مفتون ولهذا قال قائل أهل السنة : وما جرى بين الصحاب نسكت عنه وأجر الاجتهاد نثبت“

[شرح أعلام السنة المنشورة ص٤٠٠ مخطوط.]

Berkata Syaikhunaa al ‘Allamah Ahmad bin Yahya an Najmi rahimahullah:

Sesungguhnya para shahabat itu, wajib bagi kita untuk meyakini sifat ‘adil mereka karena merekalah yang membawakan syari’at Islam kepada kita dari Nabi kita shallallaahu ‘alahi wa ‘ala Aalihi wa shahbihi wa sallam.

Maka celaan yang ditujukan kepada mereka dianggap sebagai celaan yang ditujukan kepada agama, karena jika kita mencemarkan para saksi-saksi kita maka sungguh (itu berarti) kita telah mencemarkan agama kita.

Maka tidaklah mengucapkan yang jelek tentang para shahabat dan membicarakan kejelekan mereka kecuali orang yang terfitnah.

Oleh karena ini, sungguh ada seorang Ahlus Sunnah yang mengatakan:

وما جری بين الصحابة نسكت
عنه وأجر إجتهاد نثبت

Dan apa yang terjadi (perselisihan) diantara para shahabat maka kita diam darinya, dan kita tetapkan adanya pahala ijtihad (pada mereka).

[Syarh A’lamis Sunnatil Mansyurah, hal 400]

Wallaahu A’lam.

〰〰〰
 ___hm
http://tukpencarialhaq.com/2014/11/25/mencela-shahabat-nabi-mencela-syariat/

[AUDIO] Al-Ustadz Afifuddin As-Sidawy - Indahnya Hidup Di Atas Hidayah



Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Ahad, 30 Muharrom 1436H - 23/11/2014M

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Masjid Jauharotul Madinah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sambutan dan Tausyiah
Al-Ustadz Abu Ubaidah hafizhahullah

Archive | 5.4 MB

Indahnya Hidup Di Atas Hidayah

Archive | 14.2 MB - [Sesi 1]

Archive | 9.6 MB - [Sesi 2]


Masjid Al-Munawwar
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Meneladani Ulama Salaf Dalam Menuntut Ilmu
--| plus Tanya Jawab |--

Archive | 15.0 MB


TKQ An-Najiyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sebab-Sebab Yang Menggelincirkan Seseorang Dari Jalan Al-Haq

Archive | 9.4 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
Situs ForumSalafy•Net


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Afifuddin As-Sidawy - Indahnya Hidup Di Atas Hidayah



Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Ahad, 30 Muharrom 1436H - 23/11/2014M

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Masjid Jauharotul Madinah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sambutan dan Tausyiah
Al-Ustadz Abu Ubaidah hafizhahullah

Archive | 5.4 MB

Indahnya Hidup Di Atas Hidayah

Archive | 14.2 MB - [Sesi 1]

Archive | 9.6 MB - [Sesi 2]


Masjid Al-Munawwar
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Meneladani Ulama Salaf Dalam Menuntut Ilmu
--| plus Tanya Jawab |--

Archive | 15.0 MB


TKQ An-Najiyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sebab-Sebab Yang Menggelincirkan Seseorang Dari Jalan Al-Haq

Archive | 9.4 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
Situs ForumSalafy•Net


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy – Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu



Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Jum'at-Sabtu, 28-29 Muharrom 1436H - 21-22/11/2014M

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Khutbah Jum'at

Archive | 3.0 MB

Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu

Archive | 10.4 MB - [Sesi 1]

Archive | 5.4 MB - [Sesi 2]

Archive | 7.6 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--


Taushiyah Ba'da Subuh
Kiat Meredam Fitnah

Archive | 3.2 MB

Kajian Muslimah
Nasihat Indah Buat Muslimah

Archive | 4.2 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
Situs SalafyCileungsi•Info & WhatsApp Salafy Cileungsi


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy – Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu



Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Jum'at-Sabtu, 28-29 Muharrom 1436H - 21-22/11/2014M

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Khutbah Jum'at

Archive | 3.0 MB

Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu

Archive | 10.4 MB - [Sesi 1]

Archive | 5.4 MB - [Sesi 2]

Archive | 7.6 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--


Taushiyah Ba'da Subuh
Kiat Meredam Fitnah

Archive | 3.2 MB

Kajian Muslimah
Nasihat Indah Buat Muslimah

Archive | 4.2 MB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
Situs SalafyCileungsi•Info & WhatsApp Salafy Cileungsi


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Kokoh Di Atas Manhaj Salaf Di Tengah Badai Fitnah Hizbiyah | Membongkar Hakikat ISIS & Penyimpangannya



Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah
Jum'at-Sabtu, 28-29 Muharrom 1436H - 21-22/11/2014M

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Hari Jum'at:
Ma'had Tamaamul Minnah, Klari
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Khutbah Jum'at

Archive | 3.2 MB

Kokoh Di Atas Manhaj Salaf Di Tengah Badai Fitnah Hizbiyah

Archive | 6.9 MB - [Sesi 1]

Archive | 4.6 MB - [Sesi 2]

Archive | 2.9 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |--


Hari Sabtu:
Masjid Al-Jihad (Islamic Center), Karangpawitan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Membongkar Hakikat ISIS & Penyimpangannya

Archive | 11.2 MB - [Sesi 1]

Archive | 2.9 MB - [Sesi 2]

Archive | 2.3 MB - [Sesi 3]
--| Tanya Jawab |-- 

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
Situs AhlusSunnahKarawang• Com & WhatsApp Salafy Indonesia



Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.