WHAT'S NEW?
Loading...

Hukuman Bagi Siapa Saja Yang Meninggalkan Al-Haq Setelah Ia Mengetahuinya

::: HUKUMAN BAGI SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN AL-HAQ SETELAH IA MENGETAHUINYA :::

Ditulis oleh: (Asy-Syaikh) Abul 'Abbas Yasin bin 'Ali Al-'Adeny - hafidzohullahu ta'ala-

✹✹✹

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، و أصلي و أسلم على النبي الكريم، و على آله و أصحابه الأطهر الميامين.

Amma ba'du,

Telah diriwayatkan oleh al-Imam Al-Baihaqy dalam kitab "Al-Asma wa ash-Shifat”, Ibnu Batthoh dalam kitab "Al-Ibanah”, dan Al-Haruwiy dalam kitab " Dzammul Kalaam” dari Shahabat Hudzaifah Ibnul Yaman -radhiyaallahu 'anhu- bahwasannya ia berkata: 

اعلمْ أن مِن أعمى الضلالة أن تعرف ما كنت تنكر، أو أن تنكر ما كنت تعرف، وإياك والتلوّن في دين الله فإن دين الله واحد .انتهى

“Ketahuilah, sungguh sebuta-butanya kesesatan adalah menjadikan ma'ruf apa yang kamu ingkari atau mengingkari apa yang ma'ruf, dan janganlah kamu BERTALAWWUN (berwarna-warni) dalam agama Allah karena sesungguhnya Agama Allah adalah satu.



-selesai penukilan-

أي : من أعظم الضلال أن تعتقد أن هذا الشيء حق، ثم تقول عن هذا الحق : إنه باطل، والعكس.

Yakni: sebesar-besarnya kesesatan adalah (kamu) meyakini bahwa perkara ini benar, kemudian kamu katakan tentang kebenaran tersebut : bahwa itu bathil, dan sebaliknya.

Semua itu (dilakukan) :
• Demi mencocoki hawa nafsu.
• atau untuk mendapatkan kedudukan.
• atau untuk mendapatkan tujuan duniawi.


Telah berkata Ibnu Batthoh dalam kitab “Al-Ibanah Al-Kubro libni Batthoh” (1/ 192):

فنعوذ بالله من الحور بعد الكور، ومن الضلالة بعد الهدى، ومن الرجوع عن الحق والعلم إلى الجهالة والعمى

“maka kita berlindung kepada Allah dari kekurangan setelah kelebihan, dan berlindung dari kesesatan setelah hidayah, dan berlindung dari meninggalkan Al-Haq dan 'Ilm kepada kebodohan dan kebutaan”.

-selesai penukilan-

Ibnu Hazm telah berkata dalam kitab “Al-Ahkam fii Ushulil Ahkam libni Hazm” (1/ 5):

وقد علمنا أن تارك الحق ومتبع الغرور سخيف الاختيار، ضعيف العقل، فاسد التمييز

“dan telah kita ketahui bersama bahwa orang yang meninggalkan kebenaran dan mengikuti sesuatu yang menipu adalah buruk usahanya, lemah akal, rusak dalam menilai. ”
selesai penukilan.”

Ibnul Wazir telah berkata dalam kitab “Al-'Awaasim wal Qawaasim” (1/ 223):

تركوا الذب عن الحق؛ خوفاً من كلام الخلق، لكانوا قد أضاعوا كثيرًا، وخافوا حقيرًا . ومن قصد وجه الله تعالى في عمل من أعمال البر والتقى، لم يحسن منه أن يتركه

“Dan seandainya mereka para 'Ulama -radhiayallahu 'anhum- meninggalkan upaya membela kebenaran karena khawatir pembicaraan (celaan) manusia padanya, maka benar-benar mereka telah menyia-nyiakan banyak (orang) dan takut kepada sesuatu yang hina. Dan barang siapa yang meniatkan wajah Allah ta'alaa dalam suatu amalan dari perbuatan-perbuatan kebaikan dan ketakwaan, tidak baik bagi dia untuk meninggalkannya (membela al-Haq).”

-selesai penukilan-

_____________________

Diantara yang seharusnya bagi seorang hamba mengetahuinya disini adalah bahwa hukuman bagi orang yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran) sangatlah besar, akibatnya sangatlah berbahaya, dan kerugiannya sangatlah banyak, saya sebutkan kepadamu tiga contoh dari akibat-akibat tersebut:


••• Balasan pertama:

Al-Imam Al-Baghowy telah berkata dalam kitab " Ma'aalimut Tanziili ” (7/ 356); tentang Firman Allah Ta'alaa:

{بل كذبوا بالحق لما جاءهم فهم في أمر مريج}،

"Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau-balau.” (Qaf:  5)

Berkata Qotadah:

من ترك الحق مرج عليه أمره والتبس عليه دينه

“Barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq, telah terlantarkan urusannya dan telah menjadi rancu baginya agamanya”

Berkata al-Imam Al-Hasan Al-Bashri:

ما ترك قوم الحق إلا مرج أمرهم

“Tidaklah suatu kaum meninggalkan Al-Haq (kebenaran) melainkan telah terlantar urusan mereka.”

-selesai penukilan-


••• Balasan kedua: Allah Ta'ala berfirman:

{مثلهم كمثل الذي استوقد نارا فلما أضاءت ما حوله ذهب الله بنورهم وتركهم في ظلمات لا يبصرون * صم بكم عمي فهم لا يرجعون}

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, tuli, bisu, buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (Al-Baqarah: 17 - 18)

Berkata al-Imam As-Sa'di dalam kitab “Tafsir”:

لأنهم تركوا الحق بعد أن عرفوه، فلا يرجعون إليه، بخلاف من ترك الحق عن جهل وضلال، فإنه لا يعقل، وهو أقرب رجوعا منهم

“Dikarenakan mereka telah meninggalkan kebenaran SETELAH MEREKA MENGETAHUINYA, maka mereka tidak akan kembali kepada kebenaran...

Lain halnya bagi mereka yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan sesat, maka sungguh ia tidak berfikir, dan dia lebih dekat untuk kembali dari pada mereka yang meninggalkan kebenaran setelah mereka mengetahuinya”.

-selesai penukilan-

••• Balasan ketiga:

Telah berkata Imam As-Sa'di pada Firman Allah Ta'alaa:

{ولما جاءهم رسول من عند الله مصدق لما معهم نبذ فريق من الذين أوتوا الكتاب كتاب الله وراء ظهورهم كأنهم لا يعلمون}

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)” (Al-Baqarah: 101)

Beliau -rahimahullah- berkata:

“Dan tatkala telah terjadi dari imbalan yang telah ditakdirkan dan hikmah Allah ta'alaa, bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat baginya, dan memungkinkan untuk memanfaatkannya namun ia tidak memanfaatkan, maka akan dia diberi musibah berupa kesibukan yang membahayakannya:

فمن ترك عبادة الرحمن، ابتلي بعبادة الأوثان.

Barangsiapa yang meninggalkan ibadah kepada Ar-Rahman (Allah Azza wa Jalla), akan diberi musibah berupa menyembah berhala-berhala.

ومن ترك محبة الله وخوفه ورجاءه، ابتلي بمحبة غير الله وخوفه ورجائه.

Barangsiapa yang meninggalkan kecintaan, ketakutan, dan harapan kepada Allah, akan diberi musibah berupa mencintai, takut, dan berharap kepada selain Allah.

ومن لم ينفق ماله في طاعة الله أنفقه في طاعة الشيطان.

Barangsiapa yang tidak menyedekahkan hartanya dalam keta'atan kepada Allah, akan ia sedekahkan dalam keta'ata kepada syaithon.

ومن ترك الذل لربه، ابتلي بالذل للعبيد.

Barangsiapa yang meninggalkan sikap merendah kepada Allah, akan diberi musibah berupa sikap merendah dan hina kepada hamba.

ومن ترك الحق ابتلي بالباطل.

Dan barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran), akan diberi musibah berupa kebathilan.

________________

Begitupun mereka Yahudi, ketika mereka mencampakkan Kitabullah (Taurat) maka mereka mengikuti apa yang dikatakan syaithan-syaithan, serta merekayasa dari sebuah sihir atas kerajaan Sulaiman yang mana syaithan tersebut mengeluarkan bagi manusia sihir tersebut, sehingga mereka mengira bahwa Sulaiman -'alaihis salaam- telah menggunakan sihir, dan dengan sihir itu ia mendapatkan kerajaan yang agung. selesai penukilan.

Berkata Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzohullahu- dalam kitab "Syarhu Masaail Al-Jahiliyyah” (hal. 127) :

كل من ترك الحق فإنه يبتلى بالباطل، ومن ترك مذهب أهل السنة والجماعة، فإنه يبتلى بمذاهب الفرق الضالة، والذي يتحزب مع الجماعات الضالة المخالفة للكتاب والسنة ومنهج أهل السنة والجماعة، يُبتلى بأن يكون مع الفرق الضالة.

“Siapa saja yang meninggalkan kebenaran maka sungguh ia akan diberi musibah berupa kebathilan, dan barangsiapa yang meninggalkan madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, maka ia sungguh akan diberi musibah berupa mengikuti madzhab kelompok-kelompok sesat..

Demikian pula orang yang berpartai dengan kelompok-kelompok yang sesat lagi menyimpang dari Al-Kitab dan Sunnah dan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah, akan diberi musibah berupa dia berjalan bersama dengan kelompok-kelompok sesat.

Inilah Sunnatullah (ketetapan Allah Subhaana wa Ta'ala), maka inilah yang seharusnya seorang muslim diperingatkan dari bahaya meninggalkan Al-Haq (kebenaran), karena jika seseorang meninggalkan Al-Haq akan diberi musibah berupa mengikuti kebathilan..

Dan apabila ia meninggalkan orang-orang yang benar maka ia telah mengikuti orang-orang yang bathil, selalu dan selamanya seperti itu.., selesai penukilan.

Yaa Allah kokohkanlah kami di atas kebenaran dan wafatkanlah kami di atasnya.

Aden- Yaman.
Pada malam Jum'at, 8 Jumadal Ulaa 1436 H.

✲✲✲

Sumber: Majmu’ah Manhajul Anbiya' | Al-Ustadz 'Abdul Hakam Abu 'Ali (Aden, Yaman) حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung  حفظه الله [FBF-1]

Muroja'ah:
▪ Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]
▪Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian حفظه الله [FBF-3]
                        
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Hukuman Bagi Siapa Saja Yang Meninggalkan Al-Haq Setelah Ia Mengetahuinya

::: HUKUMAN BAGI SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN AL-HAQ SETELAH IA MENGETAHUINYA :::

Ditulis oleh: (Asy-Syaikh) Abul 'Abbas Yasin bin 'Ali Al-'Adeny - hafidzohullahu ta'ala-

✹✹✹

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، و أصلي و أسلم على النبي الكريم، و على آله و أصحابه الأطهر الميامين.

Amma ba'du,

Telah diriwayatkan oleh al-Imam Al-Baihaqy dalam kitab "Al-Asma wa ash-Shifat”, Ibnu Batthoh dalam kitab "Al-Ibanah”, dan Al-Haruwiy dalam kitab " Dzammul Kalaam” dari Shahabat Hudzaifah Ibnul Yaman -radhiyaallahu 'anhu- bahwasannya ia berkata: 

اعلمْ أن مِن أعمى الضلالة أن تعرف ما كنت تنكر، أو أن تنكر ما كنت تعرف، وإياك والتلوّن في دين الله فإن دين الله واحد .انتهى

“Ketahuilah, sungguh sebuta-butanya kesesatan adalah menjadikan ma'ruf apa yang kamu ingkari atau mengingkari apa yang ma'ruf, dan janganlah kamu BERTALAWWUN (berwarna-warni) dalam agama Allah karena sesungguhnya Agama Allah adalah satu.



-selesai penukilan-

أي : من أعظم الضلال أن تعتقد أن هذا الشيء حق، ثم تقول عن هذا الحق : إنه باطل، والعكس.

Yakni: sebesar-besarnya kesesatan adalah (kamu) meyakini bahwa perkara ini benar, kemudian kamu katakan tentang kebenaran tersebut : bahwa itu bathil, dan sebaliknya.

Semua itu (dilakukan) :
• Demi mencocoki hawa nafsu.
• atau untuk mendapatkan kedudukan.
• atau untuk mendapatkan tujuan duniawi.


Telah berkata Ibnu Batthoh dalam kitab “Al-Ibanah Al-Kubro libni Batthoh” (1/ 192):

فنعوذ بالله من الحور بعد الكور، ومن الضلالة بعد الهدى، ومن الرجوع عن الحق والعلم إلى الجهالة والعمى

“maka kita berlindung kepada Allah dari kekurangan setelah kelebihan, dan berlindung dari kesesatan setelah hidayah, dan berlindung dari meninggalkan Al-Haq dan 'Ilm kepada kebodohan dan kebutaan”.

-selesai penukilan-

Ibnu Hazm telah berkata dalam kitab “Al-Ahkam fii Ushulil Ahkam libni Hazm” (1/ 5):

وقد علمنا أن تارك الحق ومتبع الغرور سخيف الاختيار، ضعيف العقل، فاسد التمييز

“dan telah kita ketahui bersama bahwa orang yang meninggalkan kebenaran dan mengikuti sesuatu yang menipu adalah buruk usahanya, lemah akal, rusak dalam menilai. ”
selesai penukilan.”

Ibnul Wazir telah berkata dalam kitab “Al-'Awaasim wal Qawaasim” (1/ 223):

تركوا الذب عن الحق؛ خوفاً من كلام الخلق، لكانوا قد أضاعوا كثيرًا، وخافوا حقيرًا . ومن قصد وجه الله تعالى في عمل من أعمال البر والتقى، لم يحسن منه أن يتركه

“Dan seandainya mereka para 'Ulama -radhiayallahu 'anhum- meninggalkan upaya membela kebenaran karena khawatir pembicaraan (celaan) manusia padanya, maka benar-benar mereka telah menyia-nyiakan banyak (orang) dan takut kepada sesuatu yang hina. Dan barang siapa yang meniatkan wajah Allah ta'alaa dalam suatu amalan dari perbuatan-perbuatan kebaikan dan ketakwaan, tidak baik bagi dia untuk meninggalkannya (membela al-Haq).”

-selesai penukilan-

_____________________

Diantara yang seharusnya bagi seorang hamba mengetahuinya disini adalah bahwa hukuman bagi orang yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran) sangatlah besar, akibatnya sangatlah berbahaya, dan kerugiannya sangatlah banyak, saya sebutkan kepadamu tiga contoh dari akibat-akibat tersebut:


••• Balasan pertama:

Al-Imam Al-Baghowy telah berkata dalam kitab " Ma'aalimut Tanziili ” (7/ 356); tentang Firman Allah Ta'alaa:

{بل كذبوا بالحق لما جاءهم فهم في أمر مريج}،

"Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau-balau.” (Qaf:  5)

Berkata Qotadah:

من ترك الحق مرج عليه أمره والتبس عليه دينه

“Barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq, telah terlantarkan urusannya dan telah menjadi rancu baginya agamanya”

Berkata al-Imam Al-Hasan Al-Bashri:

ما ترك قوم الحق إلا مرج أمرهم

“Tidaklah suatu kaum meninggalkan Al-Haq (kebenaran) melainkan telah terlantar urusan mereka.”

-selesai penukilan-


••• Balasan kedua: Allah Ta'ala berfirman:

{مثلهم كمثل الذي استوقد نارا فلما أضاءت ما حوله ذهب الله بنورهم وتركهم في ظلمات لا يبصرون * صم بكم عمي فهم لا يرجعون}

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, tuli, bisu, buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (Al-Baqarah: 17 - 18)

Berkata al-Imam As-Sa'di dalam kitab “Tafsir”:

لأنهم تركوا الحق بعد أن عرفوه، فلا يرجعون إليه، بخلاف من ترك الحق عن جهل وضلال، فإنه لا يعقل، وهو أقرب رجوعا منهم

“Dikarenakan mereka telah meninggalkan kebenaran SETELAH MEREKA MENGETAHUINYA, maka mereka tidak akan kembali kepada kebenaran...

Lain halnya bagi mereka yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan sesat, maka sungguh ia tidak berfikir, dan dia lebih dekat untuk kembali dari pada mereka yang meninggalkan kebenaran setelah mereka mengetahuinya”.

-selesai penukilan-

••• Balasan ketiga:

Telah berkata Imam As-Sa'di pada Firman Allah Ta'alaa:

{ولما جاءهم رسول من عند الله مصدق لما معهم نبذ فريق من الذين أوتوا الكتاب كتاب الله وراء ظهورهم كأنهم لا يعلمون}

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)” (Al-Baqarah: 101)

Beliau -rahimahullah- berkata:

“Dan tatkala telah terjadi dari imbalan yang telah ditakdirkan dan hikmah Allah ta'alaa, bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat baginya, dan memungkinkan untuk memanfaatkannya namun ia tidak memanfaatkan, maka akan dia diberi musibah berupa kesibukan yang membahayakannya:

فمن ترك عبادة الرحمن، ابتلي بعبادة الأوثان.

Barangsiapa yang meninggalkan ibadah kepada Ar-Rahman (Allah Azza wa Jalla), akan diberi musibah berupa menyembah berhala-berhala.

ومن ترك محبة الله وخوفه ورجاءه، ابتلي بمحبة غير الله وخوفه ورجائه.

Barangsiapa yang meninggalkan kecintaan, ketakutan, dan harapan kepada Allah, akan diberi musibah berupa mencintai, takut, dan berharap kepada selain Allah.

ومن لم ينفق ماله في طاعة الله أنفقه في طاعة الشيطان.

Barangsiapa yang tidak menyedekahkan hartanya dalam keta'atan kepada Allah, akan ia sedekahkan dalam keta'ata kepada syaithon.

ومن ترك الذل لربه، ابتلي بالذل للعبيد.

Barangsiapa yang meninggalkan sikap merendah kepada Allah, akan diberi musibah berupa sikap merendah dan hina kepada hamba.

ومن ترك الحق ابتلي بالباطل.

Dan barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran), akan diberi musibah berupa kebathilan.

________________

Begitupun mereka Yahudi, ketika mereka mencampakkan Kitabullah (Taurat) maka mereka mengikuti apa yang dikatakan syaithan-syaithan, serta merekayasa dari sebuah sihir atas kerajaan Sulaiman yang mana syaithan tersebut mengeluarkan bagi manusia sihir tersebut, sehingga mereka mengira bahwa Sulaiman -'alaihis salaam- telah menggunakan sihir, dan dengan sihir itu ia mendapatkan kerajaan yang agung. selesai penukilan.

Berkata Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzohullahu- dalam kitab "Syarhu Masaail Al-Jahiliyyah” (hal. 127) :

كل من ترك الحق فإنه يبتلى بالباطل، ومن ترك مذهب أهل السنة والجماعة، فإنه يبتلى بمذاهب الفرق الضالة، والذي يتحزب مع الجماعات الضالة المخالفة للكتاب والسنة ومنهج أهل السنة والجماعة، يُبتلى بأن يكون مع الفرق الضالة.

“Siapa saja yang meninggalkan kebenaran maka sungguh ia akan diberi musibah berupa kebathilan, dan barangsiapa yang meninggalkan madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, maka ia sungguh akan diberi musibah berupa mengikuti madzhab kelompok-kelompok sesat..

Demikian pula orang yang berpartai dengan kelompok-kelompok yang sesat lagi menyimpang dari Al-Kitab dan Sunnah dan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah, akan diberi musibah berupa dia berjalan bersama dengan kelompok-kelompok sesat.

Inilah Sunnatullah (ketetapan Allah Subhaana wa Ta'ala), maka inilah yang seharusnya seorang muslim diperingatkan dari bahaya meninggalkan Al-Haq (kebenaran), karena jika seseorang meninggalkan Al-Haq akan diberi musibah berupa mengikuti kebathilan..

Dan apabila ia meninggalkan orang-orang yang benar maka ia telah mengikuti orang-orang yang bathil, selalu dan selamanya seperti itu.., selesai penukilan.

Yaa Allah kokohkanlah kami di atas kebenaran dan wafatkanlah kami di atasnya.

Aden- Yaman.
Pada malam Jum'at, 8 Jumadal Ulaa 1436 H.

✲✲✲

Sumber: Majmu’ah Manhajul Anbiya' | Al-Ustadz 'Abdul Hakam Abu 'Ali (Aden, Yaman) حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung  حفظه الله [FBF-1]

Muroja'ah:
▪ Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]
▪Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian حفظه الله [FBF-3]
                        
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Hizbi Itu Mubtadi'

::: HIZBI ITU MUBTADI' :::

✹✹✹

Berkata Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy - رحمه الله - dalam bantahan terhadap Abul Hasan Al-Mishry Al-Ma'ribiy:

Adapun ucapanmu, “Kemudian apakah setiap orang yang terdapat hizbiyyah padanya ia adalah mubtadi' keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah?”

JAWABAN :

نعم، لأن الحزبية هي بدعة

“Ya TENTU SAJA, sebab hizbiyyah itu sendiri adalah bid'ah.

Sehingga, siapa yang ridho dengannya (hizbiyyah), berjalan di atas kendaraannya, dan menolong orang-orangnya MAKA dia MUBTADI' sebab Rabb umat Islam menyeru untuk mereka menjadi umat yang satu karena Rabb dan agamanya serta Nabinya satu.”

Allah Yang Maha Mulia berfirman:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sungguh, ini umat kalian adalah umat yang satu sedangkan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku semata.” {QS. Al-Anbiya' 92}

Sumber: Al-Fataawa al-Jaliyyah 'anil Manaahijid Da'awiyyah, jilid 2 hal. 249.

----------------

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ – ﺭﺣﻤﻪ الله - ﻓﻲ ﺭﺩﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﻤﺼﺮﻱ ﺍﻟﻤﺄﺭﺑﻲ:

“ﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻚ " ﺛﻢ ﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﺰﺑﻴﺔ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﺧﺎﺭﺝ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ؟"

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:

ﻧﻌﻢ ، ﻷﻥ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﻫﻲ ﺑﺪﻋﺔ ﺑﻨﻔﺴﻬﺎ ﻓﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﺑﻬﺎ ﻭ ﺳﺎﺭ ﻓﻲ ﺭﻛﺎﺑﻬﺎ ﻭﻧﺎﺻﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﻷﻥ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺩﻋﺎﻫﺎ ﺭﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺃﻣﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻷﻥ ﺭﺑﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﺩﻳﻨﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﻧﺒﻴﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻓﻘﺎﻝ ﺟﻞ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻞ:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

المصدر :  ﻛﺘﺎﺏ " ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺠﻠﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻫﺞﺍﻟﺪﻋﻮﻳﺔ " ( ٢/ ٢٤٩‏ )

✲✹✲

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

______________
مجموعــــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Hizbi Itu Mubtadi'

::: HIZBI ITU MUBTADI' :::

✹✹✹

Berkata Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy - رحمه الله - dalam bantahan terhadap Abul Hasan Al-Mishry Al-Ma'ribiy:

Adapun ucapanmu, “Kemudian apakah setiap orang yang terdapat hizbiyyah padanya ia adalah mubtadi' keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah?”

JAWABAN :

نعم، لأن الحزبية هي بدعة

“Ya TENTU SAJA, sebab hizbiyyah itu sendiri adalah bid'ah.

Sehingga, siapa yang ridho dengannya (hizbiyyah), berjalan di atas kendaraannya, dan menolong orang-orangnya MAKA dia MUBTADI' sebab Rabb umat Islam menyeru untuk mereka menjadi umat yang satu karena Rabb dan agamanya serta Nabinya satu.”

Allah Yang Maha Mulia berfirman:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sungguh, ini umat kalian adalah umat yang satu sedangkan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku semata.” {QS. Al-Anbiya' 92}

Sumber: Al-Fataawa al-Jaliyyah 'anil Manaahijid Da'awiyyah, jilid 2 hal. 249.

----------------

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ – ﺭﺣﻤﻪ الله - ﻓﻲ ﺭﺩﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﻤﺼﺮﻱ ﺍﻟﻤﺄﺭﺑﻲ:

“ﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻚ " ﺛﻢ ﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﺰﺑﻴﺔ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﺧﺎﺭﺝ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ؟"

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:

ﻧﻌﻢ ، ﻷﻥ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﻫﻲ ﺑﺪﻋﺔ ﺑﻨﻔﺴﻬﺎ ﻓﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﺑﻬﺎ ﻭ ﺳﺎﺭ ﻓﻲ ﺭﻛﺎﺑﻬﺎ ﻭﻧﺎﺻﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﻷﻥ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺩﻋﺎﻫﺎ ﺭﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺃﻣﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻷﻥ ﺭﺑﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﺩﻳﻨﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﻧﺒﻴﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻓﻘﺎﻝ ﺟﻞ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻞ:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

المصدر :  ﻛﺘﺎﺏ " ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺠﻠﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻫﺞﺍﻟﺪﻋﻮﻳﺔ " ( ٢/ ٢٤٩‏ )

✲✹✲

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

______________
مجموعــــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Bolehkah Memusnahkan Buku-Buku Karya Penulis dari Kelompok yang Menyimpang?

::: BOLEHKAH MEMUSNAHKAN BUKU-BUKU KARYA PENULIS DARI KELOMPOK YANG MENYIMPANG? :::

Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Hady Al-Madkholy -حفظه الله-

✹✹✹

PERTANYAAN:

Ada pertanyaan, Dia berkata, dia dari Prancis yang mana ia tinggal di Masjid yang di dalamnya terdapat buku-buku karya sebagian orang-orang yang menyimpang, dan bertanya: Apakah boleh memusnahkannya?

JAWAB:

Apabila buku-buku tersebut bukan buku yang berada di atas (Manhaj) Ahlus Sunnah seperti: Mu'tazilah, Jahmiyyah, mayoritas Mu'athilah, Musyabbihah, Mumatsilah, Rafidhah, Shufiyyah  dan yang semisalnya dari kelompok-kelompok sesat lampau, atau kelompok-kelompok fanatikus baru seperti Ikhwanul Muslimin (IM) , Jama'ah Tabligh (JT), Quthbiyyin dan Khawarij, terserah kalian mau menamakan (kelompok) mereka itu dengan nama apa..., (maka) yang seperti ini:

 لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين

TIDAK DIPERBOLEHKAN kamu membiarkannya berada tersimpan di Perpustakaan (sehingga dikhawatirkan) buku-buku tersebut akan dibaca oleh seluruh orang (awam) yang melihatnya.

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

Akan tetapi buku-buku tersebut diambil dan dikunci  (terpisah) untuk (dibaca hanya oleh) orang-orang yang memiliki kemampuan untuk meneliti --jika mereka ingin mendokumentasi, merujuk atau menukil dari buku-buku tersebut-- (dalam rangka membantah penyimpangannya).

------

في مسجد حيّه كتب لبعض المخالفين؛ هل يجوز له إتلافها؟

الشيخ:محمد بن هادي المدخلي

السؤال:هذا يسأل، يقول:هو في فرنسا، في المسجد الذي هو فيه - في حَيِّه- كتب لبعض المخالفين، ويسأل هل يجوز إتلافها؟

الجواب:إذا كانت هذه الكتب على غير مذهب أهل السنة كالمعتزلة، وكالجهمية،وعموم المُعَطِّلة، والمُشَبِّهة، والممثلة، أو الروافض، والصوفية ونحو هؤلاء من الفرق القديمة، أو التَّحزبات الجديدة من إخوان وتبليغ وقطبيين وخوارج سَمِّهم بما شِئْتَ، مثل هذه لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين،

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

✲✲✲

Sumber; http://ar.miraath.net/fatwah/10608 (audio 01:04)

✒ Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله  [FBF-1]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Bolehkah Memusnahkan Buku-Buku Karya Penulis dari Kelompok yang Menyimpang?

::: BOLEHKAH MEMUSNAHKAN BUKU-BUKU KARYA PENULIS DARI KELOMPOK YANG MENYIMPANG? :::

Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Hady Al-Madkholy -حفظه الله-

✹✹✹

PERTANYAAN:

Ada pertanyaan, Dia berkata, dia dari Prancis yang mana ia tinggal di Masjid yang di dalamnya terdapat buku-buku karya sebagian orang-orang yang menyimpang, dan bertanya: Apakah boleh memusnahkannya?

JAWAB:

Apabila buku-buku tersebut bukan buku yang berada di atas (Manhaj) Ahlus Sunnah seperti: Mu'tazilah, Jahmiyyah, mayoritas Mu'athilah, Musyabbihah, Mumatsilah, Rafidhah, Shufiyyah  dan yang semisalnya dari kelompok-kelompok sesat lampau, atau kelompok-kelompok fanatikus baru seperti Ikhwanul Muslimin (IM) , Jama'ah Tabligh (JT), Quthbiyyin dan Khawarij, terserah kalian mau menamakan (kelompok) mereka itu dengan nama apa..., (maka) yang seperti ini:

 لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين

TIDAK DIPERBOLEHKAN kamu membiarkannya berada tersimpan di Perpustakaan (sehingga dikhawatirkan) buku-buku tersebut akan dibaca oleh seluruh orang (awam) yang melihatnya.

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

Akan tetapi buku-buku tersebut diambil dan dikunci  (terpisah) untuk (dibaca hanya oleh) orang-orang yang memiliki kemampuan untuk meneliti --jika mereka ingin mendokumentasi, merujuk atau menukil dari buku-buku tersebut-- (dalam rangka membantah penyimpangannya).

------

في مسجد حيّه كتب لبعض المخالفين؛ هل يجوز له إتلافها؟

الشيخ:محمد بن هادي المدخلي

السؤال:هذا يسأل، يقول:هو في فرنسا، في المسجد الذي هو فيه - في حَيِّه- كتب لبعض المخالفين، ويسأل هل يجوز إتلافها؟

الجواب:إذا كانت هذه الكتب على غير مذهب أهل السنة كالمعتزلة، وكالجهمية،وعموم المُعَطِّلة، والمُشَبِّهة، والممثلة، أو الروافض، والصوفية ونحو هؤلاء من الفرق القديمة، أو التَّحزبات الجديدة من إخوان وتبليغ وقطبيين وخوارج سَمِّهم بما شِئْتَ، مثل هذه لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين،

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

✲✲✲

Sumber; http://ar.miraath.net/fatwah/10608 (audio 01:04)

✒ Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله  [FBF-1]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Fatwa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Bgn. 3)

::: FATWA SAMAHATUSY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDILLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH (BGN. 3) :::

HUKUM MEMBELI MAYAT UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM

Tanya:

Sebagian Fakultas Kedokteran membeli mayat dari Asia Tenggara untuk kegiatan praktikum. Apa hukumnya?

Jawab:

Apabila mayat tersebut seorang kafir yang tidak memiliki jaminan pemerintah maka tidak mengapa. Jika bukan maka tidak boleh.

----------------------

HUKUM BEDAH MAYAT UNTUK PEMBELAJARAN

Tanya:

Saya mendapati pada Fakultas Kedokteran di Kairo sebuah Ruangan Bedah Mayat yang di dalamnya terdapat beberapa mayat laki – laki, wanita dan mayat anak – anak yang dibedah dan dipotong-potong anggota tubuhnya untuk kegiatan praktikum. Apakah hal itu dibolehkan menurut syari’at karena adanya suatu kebutuhan?

Terkhusus lagi laki – laki membedah mayat wanita dan wanita membedah mayat laki – laki. Bolehkah memotong anggota tubuh dan organ manusia?

Jawab:

Apabila mayat tersebut memiliki  jaminan perlindungan pemerintah semasa hidupnya --baik Muslim maupun kafir, pria maupun wanita, maka tidak boleh--. Karena hal itu menyakiti dan melanggar kehormatannya.

Telah datang dari Rasulullah bahwa Beliau  bersabda :

 كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang mayit sama seperti mematahkannya ketika ia hidup”.

Adapun jika mayat tersebut tidak memiliki jaminan perlindungan pemerintah seperti orang yang murtad atau kafir harby (orang kafir yang memerangi kaum muslimin-red) maka sejauh ini aku tidak mengetahui adanya larangan untuk kepentingan kedokteran. Waallahu a’lam.

----------------------

HUKUM OTOPSI JENAZAH YANG DIRAGUKAN PENYEBAB KEMATIANNYA

Tanya:

Apa hukum otopsi jenazah yang diragukan sebab kematiannya?

Jawab:

Jika ada alasan yang syar’i tidak mengapa.

----------------------

Sumber: Kitab “Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-thibbi Wa ahkamil-mardha”, Kumpulan fatwa yang ditulis oleh Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah.

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Al-watesy (Jember) حفظه الله

✲✲✲

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Fatwa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Bgn. 3)

::: FATWA SAMAHATUSY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDILLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH (BGN. 3) :::

HUKUM MEMBELI MAYAT UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM

Tanya:

Sebagian Fakultas Kedokteran membeli mayat dari Asia Tenggara untuk kegiatan praktikum. Apa hukumnya?

Jawab:

Apabila mayat tersebut seorang kafir yang tidak memiliki jaminan pemerintah maka tidak mengapa. Jika bukan maka tidak boleh.

----------------------

HUKUM BEDAH MAYAT UNTUK PEMBELAJARAN

Tanya:

Saya mendapati pada Fakultas Kedokteran di Kairo sebuah Ruangan Bedah Mayat yang di dalamnya terdapat beberapa mayat laki – laki, wanita dan mayat anak – anak yang dibedah dan dipotong-potong anggota tubuhnya untuk kegiatan praktikum. Apakah hal itu dibolehkan menurut syari’at karena adanya suatu kebutuhan?

Terkhusus lagi laki – laki membedah mayat wanita dan wanita membedah mayat laki – laki. Bolehkah memotong anggota tubuh dan organ manusia?

Jawab:

Apabila mayat tersebut memiliki  jaminan perlindungan pemerintah semasa hidupnya --baik Muslim maupun kafir, pria maupun wanita, maka tidak boleh--. Karena hal itu menyakiti dan melanggar kehormatannya.

Telah datang dari Rasulullah bahwa Beliau  bersabda :

 كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang mayit sama seperti mematahkannya ketika ia hidup”.

Adapun jika mayat tersebut tidak memiliki jaminan perlindungan pemerintah seperti orang yang murtad atau kafir harby (orang kafir yang memerangi kaum muslimin-red) maka sejauh ini aku tidak mengetahui adanya larangan untuk kepentingan kedokteran. Waallahu a’lam.

----------------------

HUKUM OTOPSI JENAZAH YANG DIRAGUKAN PENYEBAB KEMATIANNYA

Tanya:

Apa hukum otopsi jenazah yang diragukan sebab kematiannya?

Jawab:

Jika ada alasan yang syar’i tidak mengapa.

----------------------

Sumber: Kitab “Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-thibbi Wa ahkamil-mardha”, Kumpulan fatwa yang ditulis oleh Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah.

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Al-watesy (Jember) حفظه الله

✲✲✲

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Apakah Mandi Junub dan Mandi Jum'ah Mencukupkan Kita dari Wudhu Sholat?

::: APAKAH MANDI JUNUB DAN MANDI JUM'AH MENCUKUPKAN KITA DARI WUDHU SHOLAT? :::

Oleh: Asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiri حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda wahai Syaikh kami, pertanyaan kedua: Seorang penanya bertanya:

“Apakah mandi junub dan mandi jum'at   mencukupkan kita dari wudhu untuk melaksanakan sholat?”

JAWABAN:

Iya, inilah pendapat yang kuat bahwa barangsiapa yang mandi dari janabah menggantikannya dari mandi jum'at, masalah ini akan datang pembahasannya insya Allah Ta'alaa, semoga bisa dibahas pada jalsah kedepannya, dan di dalamnya terdapat khilaf (perbedaan pendapat) akan dibacakan kepada kalian insya Allah Ta'alaa, akan tetapi inilah pendapat yang kuat yaitu bahwa barangsiapa yang mandi untuk junub pada hari jum'at menggantikannya dari mandi jum'at dan kalaupun ia mandi untuk sholat jum'at setelah mandi janabah insya Allah tepat dalam sunnah, karena ini merupakan pendapat sebagian ahli ilmu.

PEMBACA SOAL:

Dan apakah mandi dapat menggantikan wudhu?

Asy-Syaikh:

Iya, jika dia berniat untuk menghilangkan / mengangkat hadats (kotoran), yakni memasukkan hadats kecil ke dalam hadats besar, jika kalian menghendaki maka katakanlah dengan istilah memasukkan bersuci kecil dalam bersuci besar, selama tidak membatalkan wudhunya, jikalau batal wudhunya dengan sesuatu yang membatalkan wudhu ketika mandi maka baginya berwudhu setelah mandinya untuk sholat.

------

هل غسل الجنابة وغسل الجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الشيخ:عبيد بن عبد الله الجابري

القسم:الغسل|فروض الوضوء وصفته|صلاة الجمعة|تاريخ الفتوى:06/02/2015

السؤال:أحسن الله إليكم شيخنا، السؤال الثاني يقول: هل غسل الجنابة وغسلالجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الجواب:نعم، هذا هو الراجح أن من اغتسل عن الجنابة أجزأه عن غسل الجمعة، هذه المسألة تأتي فيما بعد إن شاء الله –تعالى- لعلها في الجلسة القادمة، وفيها هناك خلاف سيقرأ عليكم إن شاء الله -تعالى- لكن هذا هو الراجح من اغتسل للجنابة يوم الجمعة أجزأه عن غسل الجمعة وإن اغتسل للجمعة بعد ذلك كان إن شاء الله مصيب سُنة، لأن هذا قول بعض أهل العلم.

القارئ:وهل هذا الغسل يُجزئ عن الوضوء؟

الشيخ:نعم، إذا نوى رفع الحدث، يدخل الحدث الأصغر في الحدث الأكبر، وإن شئتم فقولوا تدخل الطهارة الصغرى في الكبرى، ما لم ينتقض وضوءه، فلو انتقض وضوءه بناقض أثناء الغُسل يتوضَّأ بعد غسله للصلاة.

✲✹✲

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10843 (Audio durasi 00.38)

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

___________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Apakah Mandi Junub dan Mandi Jum'ah Mencukupkan Kita dari Wudhu Sholat?

::: APAKAH MANDI JUNUB DAN MANDI JUM'AH MENCUKUPKAN KITA DARI WUDHU SHOLAT? :::

Oleh: Asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiri حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda wahai Syaikh kami, pertanyaan kedua: Seorang penanya bertanya:

“Apakah mandi junub dan mandi jum'at   mencukupkan kita dari wudhu untuk melaksanakan sholat?”

JAWABAN:

Iya, inilah pendapat yang kuat bahwa barangsiapa yang mandi dari janabah menggantikannya dari mandi jum'at, masalah ini akan datang pembahasannya insya Allah Ta'alaa, semoga bisa dibahas pada jalsah kedepannya, dan di dalamnya terdapat khilaf (perbedaan pendapat) akan dibacakan kepada kalian insya Allah Ta'alaa, akan tetapi inilah pendapat yang kuat yaitu bahwa barangsiapa yang mandi untuk junub pada hari jum'at menggantikannya dari mandi jum'at dan kalaupun ia mandi untuk sholat jum'at setelah mandi janabah insya Allah tepat dalam sunnah, karena ini merupakan pendapat sebagian ahli ilmu.

PEMBACA SOAL:

Dan apakah mandi dapat menggantikan wudhu?

Asy-Syaikh:

Iya, jika dia berniat untuk menghilangkan / mengangkat hadats (kotoran), yakni memasukkan hadats kecil ke dalam hadats besar, jika kalian menghendaki maka katakanlah dengan istilah memasukkan bersuci kecil dalam bersuci besar, selama tidak membatalkan wudhunya, jikalau batal wudhunya dengan sesuatu yang membatalkan wudhu ketika mandi maka baginya berwudhu setelah mandinya untuk sholat.

------

هل غسل الجنابة وغسل الجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الشيخ:عبيد بن عبد الله الجابري

القسم:الغسل|فروض الوضوء وصفته|صلاة الجمعة|تاريخ الفتوى:06/02/2015

السؤال:أحسن الله إليكم شيخنا، السؤال الثاني يقول: هل غسل الجنابة وغسلالجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الجواب:نعم، هذا هو الراجح أن من اغتسل عن الجنابة أجزأه عن غسل الجمعة، هذه المسألة تأتي فيما بعد إن شاء الله –تعالى- لعلها في الجلسة القادمة، وفيها هناك خلاف سيقرأ عليكم إن شاء الله -تعالى- لكن هذا هو الراجح من اغتسل للجنابة يوم الجمعة أجزأه عن غسل الجمعة وإن اغتسل للجمعة بعد ذلك كان إن شاء الله مصيب سُنة، لأن هذا قول بعض أهل العلم.

القارئ:وهل هذا الغسل يُجزئ عن الوضوء؟

الشيخ:نعم، إذا نوى رفع الحدث، يدخل الحدث الأصغر في الحدث الأكبر، وإن شئتم فقولوا تدخل الطهارة الصغرى في الكبرى، ما لم ينتقض وضوءه، فلو انتقض وضوءه بناقض أثناء الغُسل يتوضَّأ بعد غسله للصلاة.

✲✹✲

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10843 (Audio durasi 00.38)

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

___________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[AUDIO] Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata – Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal

Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata hafizhahullah
Kajian bermula bulan Jumadil Ula 1436H
di Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor

-- Download KITAB PDF

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal
[ 01 ] - Mukadimah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali hafizhahullah
[ P2 ] - Berpegang Teguh Dengan Jalan Para Sahabat
[ P3 ] - Menjauhi Bid'ah dan Mentahdzirnya
[ P4 ] - Meninggalkan Duduk-Duduk bersama Ahli Bid'ah
[ P5 ] - Di dalam As-Sunnah tidak ada Qiyas
[ P6 ] - As-Sunnah tidak boleh dibuat permisalan dan tidak dapat diukur dengan akal dan hawa nafsu
[ P7 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 1)
[ P8 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 2)
[ P9 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 3)
[ P10 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 1)
[ P11 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 2)
[ P12 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 1)
[ P13 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 2)
[ P14 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 3)
[ P15 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat
[ P16 ] - Beriman kepada Al-Miizan (timbangan) pada hari kiamat

... in sya Allah kajian masih berlanjut. Nantikan update seterusnya.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Sumber: WA RSC || www.alfawaaid.net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata – Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal

Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata hafizhahullah
Kajian bermula bulan Jumadil Ula 1436H
di Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor

-- Download KITAB PDF

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal
[ 01 ] - Mukadimah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali hafizhahullah
[ P2 ] - Berpegang Teguh Dengan Jalan Para Sahabat
[ P3 ] - Menjauhi Bid'ah dan Mentahdzirnya
[ P4 ] - Meninggalkan Duduk-Duduk bersama Ahli Bid'ah
[ P5 ] - Di dalam As-Sunnah tidak ada Qiyas
[ P6 ] - As-Sunnah tidak boleh dibuat permisalan dan tidak dapat diukur dengan akal dan hawa nafsu
[ P7 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 1)
[ P8 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 2)
[ P9 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 3)
[ P10 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 1)
[ P11 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 2)
[ P12 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 1)
[ P13 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 2)
[ P14 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 3)
[ P15 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat
[ P16 ] - Beriman kepada Al-Miizan (timbangan) pada hari kiamat

... in sya Allah kajian masih berlanjut. Nantikan update seterusnya.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Sumber: WA RSC || www.alfawaaid.net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Apa Hukum Menjawab Salam dan Mendo'akan Orang Yang Bersin Ketika Khutbah Jum'at?

::: APA HUKUM MENJAWAB SALAM DAN MENDO'AKAN ORANG YANG BERSIN KETIKA KHUTBAH JUM'AT? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhadits Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Terkait dengan hari Jum'at, jika dikatakan kepada makmum pada saat mereka mendengarkan khutbah: Assalaamu 'alaikum, atau jika ia mendengar seseorang bersin, maka apa hukum menjawabnya?

JAWABANNYA:

Hukumnya adalah memberikan isyarat dan tidak berbicara pada saat menerima salam, sedangkan orang yang bersin maka sama saja yakni tidak berbicara dengan sesuatupun.

Dari kaset: As-ilah 'Aamah Mutanawi'ah

------

حكم رد السلام وتشميت العاطس حال خطبة الجمعة

لفضيلة الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله 

السؤال:

بالنسبة ليوم الجمعة إذا قيل للمأموم في حال استماع الخطبة: السلام عليكم ، أو إذا سمع أحداً يعطس فما الحكم ؟

الإجابة:

الحكم أنه يُشير ولا يتكلم في التسليم ، وأما العُطاس فأيضاً لا يتكلم بشئ .

من شريط : ( أسئلة عامة متنوعة )

✲✹✲

الفتوى الصوتية :
(Audio durasi 00.44)
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1860

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

______________________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Apa Hukum Menjawab Salam dan Mendo'akan Orang Yang Bersin Ketika Khutbah Jum'at?

::: APA HUKUM MENJAWAB SALAM DAN MENDO'AKAN ORANG YANG BERSIN KETIKA KHUTBAH JUM'AT? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhadits Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Terkait dengan hari Jum'at, jika dikatakan kepada makmum pada saat mereka mendengarkan khutbah: Assalaamu 'alaikum, atau jika ia mendengar seseorang bersin, maka apa hukum menjawabnya?

JAWABANNYA:

Hukumnya adalah memberikan isyarat dan tidak berbicara pada saat menerima salam, sedangkan orang yang bersin maka sama saja yakni tidak berbicara dengan sesuatupun.

Dari kaset: As-ilah 'Aamah Mutanawi'ah

------

حكم رد السلام وتشميت العاطس حال خطبة الجمعة

لفضيلة الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله 

السؤال:

بالنسبة ليوم الجمعة إذا قيل للمأموم في حال استماع الخطبة: السلام عليكم ، أو إذا سمع أحداً يعطس فما الحكم ؟

الإجابة:

الحكم أنه يُشير ولا يتكلم في التسليم ، وأما العُطاس فأيضاً لا يتكلم بشئ .

من شريط : ( أسئلة عامة متنوعة )

✲✹✲

الفتوى الصوتية :
(Audio durasi 00.44)
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1860

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

______________________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Menerapkan Manhaj Salaf dengan Bimbingan Ulama

::: MENERAPKAN MANHAJ SALAF DENGAN BIMBINGAN ULAMA :::

✹✹✹

Al-'allaamah Robi' bin Hadi al-Madkholi حفظه الله berkata:

“Dan aku mengingatkan bahwa sebagian pemuda yang bersemangat terkadang mempelajari kitab-kitab salaf namun tidak tepat menerapkan apa yang sampai kepadanya dari atsar-atsar (salaf) sehingga meletakkannya tidak pada tempatnya.

Maka ia mesti merujuk kepada ulama dalam tatacara penerapannya sebab seandainya ia melaksanakan sebagian atsar dengan pemahamannya yang keliru terkadang membahayakan dirinya dan Islam serta kaum muslimin.”

Sumber: Marhaban Yaa Thoolibal 'ilm hal. 459

------

( (تنبيه مهم ) )

قال العلامة الإمام ربيع المدخلي - حفظه الله:



“وأنبه إلى أن بعض الشباب المتحمس قد يدرس كتب السلف ولكن لا يحسن تطبيق ما يصله من الآثار فينزلها في غير منازلها ، فلابد أن يُرجع إلى العلماء في كيفية تطبيقها  لأنه إذا ذهب يطبق بعض الأشياء بفهمه الخاطئ
قد يضر نفسه ويضر الإسلام والمسلمين.”

✲✹✲

المصدر: (مرحبا يا طالب العلم ص459)

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

_______________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Menerapkan Manhaj Salaf dengan Bimbingan Ulama

::: MENERAPKAN MANHAJ SALAF DENGAN BIMBINGAN ULAMA :::

✹✹✹

Al-'allaamah Robi' bin Hadi al-Madkholi حفظه الله berkata:

“Dan aku mengingatkan bahwa sebagian pemuda yang bersemangat terkadang mempelajari kitab-kitab salaf namun tidak tepat menerapkan apa yang sampai kepadanya dari atsar-atsar (salaf) sehingga meletakkannya tidak pada tempatnya.

Maka ia mesti merujuk kepada ulama dalam tatacara penerapannya sebab seandainya ia melaksanakan sebagian atsar dengan pemahamannya yang keliru terkadang membahayakan dirinya dan Islam serta kaum muslimin.”

Sumber: Marhaban Yaa Thoolibal 'ilm hal. 459

------

( (تنبيه مهم ) )

قال العلامة الإمام ربيع المدخلي - حفظه الله:



“وأنبه إلى أن بعض الشباب المتحمس قد يدرس كتب السلف ولكن لا يحسن تطبيق ما يصله من الآثار فينزلها في غير منازلها ، فلابد أن يُرجع إلى العلماء في كيفية تطبيقها  لأنه إذا ذهب يطبق بعض الأشياء بفهمه الخاطئ
قد يضر نفسه ويضر الإسلام والمسلمين.”

✲✹✲

المصدر: (مرحبا يا طالب العلم ص459)

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

_______________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Bagaimana (Maksudnya) Orang Kafir Menjadi Fitnah (Cobaan) Bagi Kaum Mukminin?

::: BAGAIMANA (MAKSUDNYA) ORANG KAFIR MENJADI FITNAH (COBAAN) BAGI KAUM MUKMININ? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: 

رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا

"Wahai Rabb kami janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah (cobaan) bagi orang-orang kafir." {QS. Al-Mumtahanah: 5}

Dari ayat diatas, bagaimanakah seorang muslim dapat menjadi cobaan (fitnah) bagi orang-orang kafir?

JAWAB:
Seorang Muslim akan menjadi fitnah bagi orang-orang kafir manakala orang-orang kafir itu telah berkuasa terhadap orang Muslim.

Karena berkuasanya orang-orang kafir terhadap orang Mukmin itu merupakan fitnah (cobaan) bagi mereka. Dimana (dengan kekuasaan itu) akan bertambahlah kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka. Sehingga kekuasaan itupun menjadi fitnah (cobaan) bagi mereka.

Atau bisa pula makna ayat:

فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا 

“(orang Muslim) akan menjadi fitnah bagi orang kafir”

Adalah bahwa orang-orang kafir itu mereka telah melakukan PENYIKSAAN kepada kami agar kami berpaling meninggalkan agama kami (mukminin).

Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang (kafir) yang telah membakar para lelaki dan wanita dari kalangan orang Mukmin (agar mereka berpaling dari agama Allah)  kemudian mereka tidak segera bertaubat (dari perbuatan mereka). Maka bagi merekalah azab Neraka Jahanam dan bagi merekalah azab yang pedih yang begitu membakar.” {QS. Al-Buruj:10}

Maka tafsir ayat diatas (Mumtahanah:5) MENCAKUP DUA MAKNA yang telah disebutkan. Dimana kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (bertentangan) satu dengan yang lainnya.

والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعا.

Kaidah dalam ilmu tafsir menyebutkan: Bahwa tafsir sebuah ayat apabila mencakup dua makna yang ada, maka kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (kontradiksi) satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu wajib mentafsirkan ayat tersebut kepada dua makna yang ada.

Sumber: Silsilah Liqoat Babul Maftuh >  Liqoul Bab [25]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - كيفية فتنة الكفار للمؤمنين

السؤال

يقول الله -سبحانه وتعالى-:﴿رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5] فكيف يكون المسلم فتنة للذين كفروا؟

الجواب

يكون فتنة للذين كفروا بتسلُّط الكفار عليه؛ لأن تسلط الكفار على المؤمن فتنة، حيث إنهم يؤزَرون على ذلك ويأثمون عليه، فيكون ذلك فتنة لهم. ويحتمل أن معنى ﴿فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5]

 أي: أن يفتنونا هم عن ديننا، كقوله -تعالى-: ﴿إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ﴾ [البروج:10].

والآية تشتمل المعنيين جميعاً؛ لأن المعنيين لا ينافي أحدهما الآخر، والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعاً

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [25]
القرآن وعلومه > التفسير

::::::::::::::

 رابط المقطع الصوتي
(Audio durasi 01:18)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_025_19.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu 'Abdillah Syukri (Yaman) حفظه الله

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Bagaimana (Maksudnya) Orang Kafir Menjadi Fitnah (Cobaan) Bagi Kaum Mukminin?

::: BAGAIMANA (MAKSUDNYA) ORANG KAFIR MENJADI FITNAH (COBAAN) BAGI KAUM MUKMININ? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: 

رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا

"Wahai Rabb kami janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah (cobaan) bagi orang-orang kafir." {QS. Al-Mumtahanah: 5}

Dari ayat diatas, bagaimanakah seorang muslim dapat menjadi cobaan (fitnah) bagi orang-orang kafir?

JAWAB:
Seorang Muslim akan menjadi fitnah bagi orang-orang kafir manakala orang-orang kafir itu telah berkuasa terhadap orang Muslim.

Karena berkuasanya orang-orang kafir terhadap orang Mukmin itu merupakan fitnah (cobaan) bagi mereka. Dimana (dengan kekuasaan itu) akan bertambahlah kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka. Sehingga kekuasaan itupun menjadi fitnah (cobaan) bagi mereka.

Atau bisa pula makna ayat:

فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا 

“(orang Muslim) akan menjadi fitnah bagi orang kafir”

Adalah bahwa orang-orang kafir itu mereka telah melakukan PENYIKSAAN kepada kami agar kami berpaling meninggalkan agama kami (mukminin).

Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang (kafir) yang telah membakar para lelaki dan wanita dari kalangan orang Mukmin (agar mereka berpaling dari agama Allah)  kemudian mereka tidak segera bertaubat (dari perbuatan mereka). Maka bagi merekalah azab Neraka Jahanam dan bagi merekalah azab yang pedih yang begitu membakar.” {QS. Al-Buruj:10}

Maka tafsir ayat diatas (Mumtahanah:5) MENCAKUP DUA MAKNA yang telah disebutkan. Dimana kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (bertentangan) satu dengan yang lainnya.

والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعا.

Kaidah dalam ilmu tafsir menyebutkan: Bahwa tafsir sebuah ayat apabila mencakup dua makna yang ada, maka kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (kontradiksi) satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu wajib mentafsirkan ayat tersebut kepada dua makna yang ada.

Sumber: Silsilah Liqoat Babul Maftuh >  Liqoul Bab [25]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - كيفية فتنة الكفار للمؤمنين

السؤال

يقول الله -سبحانه وتعالى-:﴿رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5] فكيف يكون المسلم فتنة للذين كفروا؟

الجواب

يكون فتنة للذين كفروا بتسلُّط الكفار عليه؛ لأن تسلط الكفار على المؤمن فتنة، حيث إنهم يؤزَرون على ذلك ويأثمون عليه، فيكون ذلك فتنة لهم. ويحتمل أن معنى ﴿فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5]

 أي: أن يفتنونا هم عن ديننا، كقوله -تعالى-: ﴿إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ﴾ [البروج:10].

والآية تشتمل المعنيين جميعاً؛ لأن المعنيين لا ينافي أحدهما الآخر، والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعاً

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [25]
القرآن وعلومه > التفسير

::::::::::::::

 رابط المقطع الصوتي
(Audio durasi 01:18)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_025_19.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu 'Abdillah Syukri (Yaman) حفظه الله

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Para Ulama Paling Mengetahui Tentang Fiqhul Waqi’ (Memahami Fakta Dan Realita Kekinian)

::: PARA ULAMA PALING MENGETAHUI TENTANG FIQHUL WAQI’ (MEMAHAMI FAKTA DAN REALITA KEKINIAN) :::

Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hady Al Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:
Fiqhul waqi' adalah kata yang (sering) didengungkan oleh sebagian ahlul ahwa' dan menyebabkan para ulama diboikot karenanya?

JAWABAN:

مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار

Permasalahan Fiqhul waqi' ini adalah suatu perkara yang tidak ada yang tidak mengetahuinya KECUALI keledai.

Bersamaan itu para ulama dan para dokter (yang mengobati problem ummat) adalah yang paling memahami kondisi orang-orang sebab datang berbagai pertanyaan kepada mereka dari berbagai negeri (kemudian) dijelaskan kepada mereka tentang kondisi permasalahan (terkini)baik dari wilayah yang dekat maupun yang jauh.

Kita tanyakan kepada mereka(yang mengatakan para ulama tidak paham fakta dan realita terkini) apakah termasuk paham realita yaitu pengobatan/pemberian solusi terhadap berbagai penyimpangan (di berbagai tempat) ini...?!

Ataukah yang tergolong fiqhul waqi' itu (adalah) mengetahui berapa jumlah jalan raya di Kairo dan berapa jumlah jalan raya di Baghdad..?!

Kita tanyakan kepada mereka tentang ini?!

_____________

Apabila (jawabannya bahwa fiqhul waqi') adalah penyelesaian permasalahan kekinian yang ada maka ulama lah yang mengobati berbagai permasalahan itu.

Jika itu dalam hal pengobatan penyimpangan maka Allah Ta'ala berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah datangkan permisalan tentang suatu negeri yang dahulu aman tenteram, datang rezeki kepadanya penuh kelapangan dari segala penjuru LALU penduduk negeri itu kufur terhadap nikmat-nikmat Allah MAKA Allah timpakan rasa lapar dan ketakutan dengan sebab perbuatan mereka itu.”

Sehingga kita (para ulama) menyeru orang-orang seluruhnya untuk berpegang teguh kepada Kitabullah dan memegang erat Sunnah Rasulullah ﷺ  (sebagaimana firman-Nya) :

 وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

“Seandainya mereka ahlul kitab) menegakkan kandungan Injil dan Taurat dan apa yang turun dari Rabb mereka sungguh mereka makan dari arah atas dan dari bawah kaki-kaki mereka.”

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan seandainya mereka istiqomah di atas jalan (kebenaran) sungguh pasti kami curahkan air yang melimpah.

Maka penyelesaian permasalahan kekinian adalah dengan meninjau kepada penyimpangan-penyimpangan yang ada dan apa yang terjadi pada kaum muslimin dari (perbuatan mereka sendiri):

• bermuamalah dengan riba,
• tabarruj (wanita berdandan menampakkan aurat)
• dan sufur(wanita menyingkap wajahnya),

Ditinjau pula dari tipu daya musuh-musuh Islam dan demikian juga permasalahan -permasalahan lainnya, kita (para ulama) akan mengamatinya lalu setelah itu memberi obatnya.


INILAH FIQHUL WAQI'!

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

Bukanlah yang disebut Fiqhul waqi' itu adalah yang dibuat-buat/dinanti-nanti sedang itu adalah TIPUAN. Tipuan yang datang dari HIZBIYYIN yang menginginkan untuk mencela ulama Islam sehingga mereka bisa menutupi kebid'ahan-kebid'ahan mereka. Wallaahul musta'an..

Yang terpenting bahwa ULAMA adalah orang yang paling MEMAHAMI realita permasalahan terkini.

Dan segala pujian yang sempurna bagi Allah. Dan Allah lah tempat memohon pertolongan.

Sumber:  الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية

_____________________

العلماء أعرف الناس بفقه الواقع

نص السؤال:

فقة الواقع هذه الكلمة التي يدندن من أجلها بعض أهل الأهواء والتي هجر من أجلها العلماء ؟

 نص الإجابة:
مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار ، مع أن العلماء والأطباء أعرف الناس بأحوال الناس لأنه تأتيهم الأسئلة من بلدان شتى ، وتشرح لهم القضايا من أماكن قريبة وبعيدة ، فنسألهم هل من فقه الواقع معالجة هذه الانحرافات ؟

 أم من فقه الواقع أن يعرف كم في القاهرة من شوارع ، كم في بغداد من شوارع ، نسألهم بهذا ، إن كان معالجة القضايا فالعلماء هم الذين يعالجون القضايا ، إن كان معالجة الانحرافات فالله سبحانه وتعالى يقول :

" وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ " .

فندعو الناس كلهم إلى التمسك بكتاب الله وإلى التمسك بسنة رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ،

 " وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ " ، " وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا " .

فعلاج الواقع أن ننظر إلى الانحرافات ، وما عليه المسلمين من التعامل بالربا ، ومن التبرج والسفور ، ومن أيضاً كيد أعداء الإسلام ، وهكذا أيضاً الأمور الأخرى ننظر إليها ثم بعد ذلكم نعالجها هذا هو فقه الواقع ،

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

فالمهم العلماء أعرف الناس بفقه الواقع والحمد لله والله المستعان .

من شريط : ( الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية )

✲✲✲

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=260

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله  [FBF-5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Para Ulama Paling Mengetahui Tentang Fiqhul Waqi’ (Memahami Fakta Dan Realita Kekinian)

::: PARA ULAMA PALING MENGETAHUI TENTANG FIQHUL WAQI’ (MEMAHAMI FAKTA DAN REALITA KEKINIAN) :::

Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hady Al Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:
Fiqhul waqi' adalah kata yang (sering) didengungkan oleh sebagian ahlul ahwa' dan menyebabkan para ulama diboikot karenanya?

JAWABAN:

مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار

Permasalahan Fiqhul waqi' ini adalah suatu perkara yang tidak ada yang tidak mengetahuinya KECUALI keledai.

Bersamaan itu para ulama dan para dokter (yang mengobati problem ummat) adalah yang paling memahami kondisi orang-orang sebab datang berbagai pertanyaan kepada mereka dari berbagai negeri (kemudian) dijelaskan kepada mereka tentang kondisi permasalahan (terkini)baik dari wilayah yang dekat maupun yang jauh.

Kita tanyakan kepada mereka(yang mengatakan para ulama tidak paham fakta dan realita terkini) apakah termasuk paham realita yaitu pengobatan/pemberian solusi terhadap berbagai penyimpangan (di berbagai tempat) ini...?!

Ataukah yang tergolong fiqhul waqi' itu (adalah) mengetahui berapa jumlah jalan raya di Kairo dan berapa jumlah jalan raya di Baghdad..?!

Kita tanyakan kepada mereka tentang ini?!

_____________

Apabila (jawabannya bahwa fiqhul waqi') adalah penyelesaian permasalahan kekinian yang ada maka ulama lah yang mengobati berbagai permasalahan itu.

Jika itu dalam hal pengobatan penyimpangan maka Allah Ta'ala berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah datangkan permisalan tentang suatu negeri yang dahulu aman tenteram, datang rezeki kepadanya penuh kelapangan dari segala penjuru LALU penduduk negeri itu kufur terhadap nikmat-nikmat Allah MAKA Allah timpakan rasa lapar dan ketakutan dengan sebab perbuatan mereka itu.”

Sehingga kita (para ulama) menyeru orang-orang seluruhnya untuk berpegang teguh kepada Kitabullah dan memegang erat Sunnah Rasulullah ﷺ  (sebagaimana firman-Nya) :

 وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

“Seandainya mereka ahlul kitab) menegakkan kandungan Injil dan Taurat dan apa yang turun dari Rabb mereka sungguh mereka makan dari arah atas dan dari bawah kaki-kaki mereka.”

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan seandainya mereka istiqomah di atas jalan (kebenaran) sungguh pasti kami curahkan air yang melimpah.

Maka penyelesaian permasalahan kekinian adalah dengan meninjau kepada penyimpangan-penyimpangan yang ada dan apa yang terjadi pada kaum muslimin dari (perbuatan mereka sendiri):

• bermuamalah dengan riba,
• tabarruj (wanita berdandan menampakkan aurat)
• dan sufur(wanita menyingkap wajahnya),

Ditinjau pula dari tipu daya musuh-musuh Islam dan demikian juga permasalahan -permasalahan lainnya, kita (para ulama) akan mengamatinya lalu setelah itu memberi obatnya.


INILAH FIQHUL WAQI'!

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

Bukanlah yang disebut Fiqhul waqi' itu adalah yang dibuat-buat/dinanti-nanti sedang itu adalah TIPUAN. Tipuan yang datang dari HIZBIYYIN yang menginginkan untuk mencela ulama Islam sehingga mereka bisa menutupi kebid'ahan-kebid'ahan mereka. Wallaahul musta'an..

Yang terpenting bahwa ULAMA adalah orang yang paling MEMAHAMI realita permasalahan terkini.

Dan segala pujian yang sempurna bagi Allah. Dan Allah lah tempat memohon pertolongan.

Sumber:  الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية

_____________________

العلماء أعرف الناس بفقه الواقع

نص السؤال:

فقة الواقع هذه الكلمة التي يدندن من أجلها بعض أهل الأهواء والتي هجر من أجلها العلماء ؟

 نص الإجابة:
مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار ، مع أن العلماء والأطباء أعرف الناس بأحوال الناس لأنه تأتيهم الأسئلة من بلدان شتى ، وتشرح لهم القضايا من أماكن قريبة وبعيدة ، فنسألهم هل من فقه الواقع معالجة هذه الانحرافات ؟

 أم من فقه الواقع أن يعرف كم في القاهرة من شوارع ، كم في بغداد من شوارع ، نسألهم بهذا ، إن كان معالجة القضايا فالعلماء هم الذين يعالجون القضايا ، إن كان معالجة الانحرافات فالله سبحانه وتعالى يقول :

" وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ " .

فندعو الناس كلهم إلى التمسك بكتاب الله وإلى التمسك بسنة رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ،

 " وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ " ، " وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا " .

فعلاج الواقع أن ننظر إلى الانحرافات ، وما عليه المسلمين من التعامل بالربا ، ومن التبرج والسفور ، ومن أيضاً كيد أعداء الإسلام ، وهكذا أيضاً الأمور الأخرى ننظر إليها ثم بعد ذلكم نعالجها هذا هو فقه الواقع ،

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

فالمهم العلماء أعرف الناس بفقه الواقع والحمد لله والله المستعان .

من شريط : ( الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية )

✲✲✲

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=260

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله  [FBF-5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Penjelasan Tentang Firman Allah Ta'ala

::: PENJELASAN TENTANG FIRMAN ALLAH TA'ALA :::

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيْلاً

“Ketika Allah menampakan mereka (musuh) di dalam mimpimu berjumlah sedikit.... ”

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹


PERTANYAAN:

Dari perkara yang telah diketahui bahwa mimpi para Nabi itu benar, maka bagaimana jawabannya tentang Firman Allah Ta'ala:

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلا وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Ketika Alloh memperlihatkan mereka di dalam mimpimu berjumlah sedikit dan sekiranya Alloh memperlihatkan mereka dalam jumlah banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah bantahan dalam urusan itu?” {QS. Al-Anfal: 43}

JAWAB:
Mimpi para Nabi itu benar tidak diragukan lagi dan Allah telah memperlihatkan kepada Nabinya Muhammad tentang jumlah musuhnya yang sedikit, karna ada mashlahat yang besar, dan mimpi tersebut adalah permisalan dari Allah kepada beliau, dan bukan dengan perbuatan, namun dalam bentuk permisalan dari Allah, agar tidak ada padanya rendah diri dan takut untuk berangkat jihad, karna itulah Allah mengatakan:

وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Dan jika Alloh nampakkan mereka kepadamu dalam jumlah banyak niscaya kalian akan gentar dan berbantah-bantahan dalam urusan tersebut.”

Dan ini adalah hikmah dari Alloh Subhanahu Wata’ala, Alloh menampilkan jumlah mereka kepada Nabinya sebagai bentuk permisalan untuk memberikan motivasi berjihad.

PENANYA:

Apakah yang engkau maksud mimpi tersebut tidak benar (tidak nyata)?

Syaikh رحمه الله menjawab:
Mimpi itu benar dari Alloh, dan Rosul melihat dengan benar pula, tetapi beliau tidak melihat kaum tersebut (musuh), hanya saja Alloh perlihatkan mereka (kepada Nabinya) dengan bentuk permisalan.

Sumber: Silsilah Liqaa-aatil Baabil Maftuuh > Liqaa-ul Baabil Maftuuh [24]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - توجيه قوله تعالى (إذ يريكهم الله في منامك قليلاً ...)

السؤال:

مِمَّا هو معلوم أن رؤيا الأنبياء حق، فما هو الجواب عن قوله -تعالى-: ﴿إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلاً وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43]؟

الجواب:

رؤيا الأنبياء حق بلا شك، والله -سبحانه وتعالى- أَرَى نبيَّه محمداً -صلى الله عليه وسلم- عدوَّه قليلاً لأجل المصلحة العظيمة، فهو مَثَلٌ ضربه الله -عزَّ وجلَّ- له، وليس هو رؤيا بالفعل؛ لكنه مثل ضُرب له من قِبل الله -عزَّ وجلَّ- من أجل أن لا يكون فيه ذل أو جبن عن التقدم في الجهاد؛ ولهذا قال: ﴿وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43] فكان من الحكمة أن الله -سبحانه وتعالى- يريه إياهم مثلاً يضربه من أجل التنشيط على الجهاد.
السائل: أتعني أن هذه الرؤيا ليست حقاً؟
الشيخ: لا. هي حق من الله -عزَّ وجلَّ- فالرسول رأى حقاً؛ لكنه لم ير هؤلاء القوم، بل أُرِي إياهم مثلاً.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [24]

القرآن وعلومه > التفسير

✲✹✲

رابط المقطع الصوتي
(Unduh audio disini)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_024_07.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Juhaifah Al-Maidaniy (Sangatta) حفظه الله

__________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Penjelasan Tentang Firman Allah Ta'ala

::: PENJELASAN TENTANG FIRMAN ALLAH TA'ALA :::

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيْلاً

“Ketika Allah menampakan mereka (musuh) di dalam mimpimu berjumlah sedikit.... ”

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹


PERTANYAAN:

Dari perkara yang telah diketahui bahwa mimpi para Nabi itu benar, maka bagaimana jawabannya tentang Firman Allah Ta'ala:

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلا وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Ketika Alloh memperlihatkan mereka di dalam mimpimu berjumlah sedikit dan sekiranya Alloh memperlihatkan mereka dalam jumlah banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah bantahan dalam urusan itu?” {QS. Al-Anfal: 43}

JAWAB:
Mimpi para Nabi itu benar tidak diragukan lagi dan Allah telah memperlihatkan kepada Nabinya Muhammad tentang jumlah musuhnya yang sedikit, karna ada mashlahat yang besar, dan mimpi tersebut adalah permisalan dari Allah kepada beliau, dan bukan dengan perbuatan, namun dalam bentuk permisalan dari Allah, agar tidak ada padanya rendah diri dan takut untuk berangkat jihad, karna itulah Allah mengatakan:

وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Dan jika Alloh nampakkan mereka kepadamu dalam jumlah banyak niscaya kalian akan gentar dan berbantah-bantahan dalam urusan tersebut.”

Dan ini adalah hikmah dari Alloh Subhanahu Wata’ala, Alloh menampilkan jumlah mereka kepada Nabinya sebagai bentuk permisalan untuk memberikan motivasi berjihad.

PENANYA:

Apakah yang engkau maksud mimpi tersebut tidak benar (tidak nyata)?

Syaikh رحمه الله menjawab:
Mimpi itu benar dari Alloh, dan Rosul melihat dengan benar pula, tetapi beliau tidak melihat kaum tersebut (musuh), hanya saja Alloh perlihatkan mereka (kepada Nabinya) dengan bentuk permisalan.

Sumber: Silsilah Liqaa-aatil Baabil Maftuuh > Liqaa-ul Baabil Maftuuh [24]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - توجيه قوله تعالى (إذ يريكهم الله في منامك قليلاً ...)

السؤال:

مِمَّا هو معلوم أن رؤيا الأنبياء حق، فما هو الجواب عن قوله -تعالى-: ﴿إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلاً وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43]؟

الجواب:

رؤيا الأنبياء حق بلا شك، والله -سبحانه وتعالى- أَرَى نبيَّه محمداً -صلى الله عليه وسلم- عدوَّه قليلاً لأجل المصلحة العظيمة، فهو مَثَلٌ ضربه الله -عزَّ وجلَّ- له، وليس هو رؤيا بالفعل؛ لكنه مثل ضُرب له من قِبل الله -عزَّ وجلَّ- من أجل أن لا يكون فيه ذل أو جبن عن التقدم في الجهاد؛ ولهذا قال: ﴿وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43] فكان من الحكمة أن الله -سبحانه وتعالى- يريه إياهم مثلاً يضربه من أجل التنشيط على الجهاد.
السائل: أتعني أن هذه الرؤيا ليست حقاً؟
الشيخ: لا. هي حق من الله -عزَّ وجلَّ- فالرسول رأى حقاً؛ لكنه لم ير هؤلاء القوم، بل أُرِي إياهم مثلاً.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [24]

القرآن وعلومه > التفسير

✲✹✲

رابط المقطع الصوتي
(Unduh audio disini)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_024_07.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Juhaifah Al-Maidaniy (Sangatta) حفظه الله

__________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Kelompok IM (Ikhwanul Muflisun) Menipu Ummat dengan Bersembunyi di balik Nama-Nama Ulama Ahlussunnah

::: KELOMPOK IM (IKHWANUL MUFLISUN) MENIPU UMMAT DENGAN BERSEMBUNYI DI BALIK NAMA-NAMA ULAMA AHLUSSUNNAH :::

Oleh: Asy Syaikh Robi' bin Hady Al Madkholy حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Syaikh ditanya tentang Muhadoroh yang diselenggarakan oleh beberapa Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM), (dalam muhadoroh tersebut) mereka mengatakan Manhaj Salaf dalam tarbiyah.. Manhaj Salaf dalam aqidah.. , sebagian orang yang mengadakan Muhadoroh tersebut adalah dari kelompok I.M.?

JAWABAN:

▶ Berkata Syaikh kami: Dan mereka mengatakan manhaj salaf?
Berkata penanya: iya, mereka mengatakan Manhaj Salaf padahal mereka (hakikatnya) jauh dari Manhaj Salaf.

▶ Dan Syaikh berkata:
Mereka (kelompok I.M.) jauh dari Manhaj Salaf dan keberadaan dakwah mereka di tengah-tengah para pemuda telah merusak ummat lagi buruk sekali sehingga mereka berusaha mempercantik dan menjadikannya bersinar dengan (pura-pura bersandar pada) kata salaf dan salaf... 

Jika tidak demikian maka tidak akan ada satu orang pun yang menerima mereka.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم

Maka wajib bagi setiap orang untuk berhati-hati dari TIPUAN ini, Demi Alloh kita tidak menemukan (kelompok) yang lebih membahayakan Manhaj Salaf selain kelompok mereka tersebut

Mereka sekarang bersembunyi di balik (nama) Syaikh Albani, Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Ibnu 'Utsaimin dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan di balik Syaikh Ibnu Abdil Wahhab..

(Hal ini) dikarenakan dakwahnya Sayyid Quthub, Hasan Albanna serta (Abul a'la) Al-Maududi tidak berjalan(diterima) oleh orang-orang yang memiliki akal sehingga mereka berlindung di balik mereka (para ulama Ahlussunnah) untuk MENIPU manusia dengan (nama-nama ) mereka.

Kita tidak butuh mengatakan: berkata Albanna, berkata Al-Maududi, kita katakan: telah berfirman Alloh, telah bersabda Rosululloh ﷺ dan kita ambil dari ucapan para Imam Islam yang haq yang mencocoki Alkitab dan As-Sunnah.

___________________

Dan nasehatku agar mentahdzir (ummat) manusia dari mereka, nasehatku bagi kaum muslimin agar mereka berupaya keras.

(Adapun) nasehatku bagi mereka, agar bertaubat kepada Alloh dan agar mereka mempelajari Manhaj Salaf yang haq dan membimbing diri-diri mereka di atas Manhaj Salaf dan membimbing anak-anak umat di atas manhaj ini yang sekarang telah terang/jelas se-terang matahari.

Karya-karya tulis telah ada walhamdulillah bertebaran (baik) tentang masalah aqidah, ibadah dan manhaj serta tentang segala sesuatunya. . maka wajib atas mereka untuk bertaqwa kepada Alloh dan meninggalkan penentangan serta kesombongan dan bertahan dengan pola pikir Albanna,  Al-Maududi serta Sayyid Quthub--para ahlul bid'ah dan kesesatan--.

فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

Maka Manhaj Salaf dan manhaj-manhaj kelompok mereka tidak akan pernah bersatu dan tidak akan pernah bisa bertemu kecuali pada sebagian sisi saja.

[Fatawa tentang aqidah dan manhaj pertemuan kedua]

------

السؤال:

سئل الشيخ عن بعض المحاضرات التي يقوم بها بعض الإخوان, فيقولون منهج السلف في التربية, منهج السلف في العقيدة, بعض من يقوم بهذه المحاضرات هم من الإخوان المسلمين؟

الجواب

قال شيخنا: ويقولون منهج السلف؟
قال السائل: نعم, يقولون منهج السلف وهم بعيدون عن منهج السلف.
قال الشيخ: بعيدون عن منهج السلف ودعوتهم في شباب الأمّة شوهاء قبيحة جدا فيجمِّلونها ويلمِّعونها بكلمة سلف وسلف وإلاّ ما أحد يقبلها منهم.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم وهم الآن يتسترون وراء الألباني ,وراء ابن باز ,وراء ابن عثيمين ومن وراء ابن تيمية ,ومن وراء ابن عبد الوهاب لأنّ دعوة سيّد قطب والبنّا والمودودي لا تمشي عند العقلاء فيتسترون بهؤلاء يخدعون بهم الناس .

نحن لا نحتاج أن نقول : قال البنّا ,قال المودودي ,نقول : قال الله ,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ونأخذ من كلام أئمّة الإسلام الحقّ ما وافق الكتاب والسنة

ونصيحتي أن يحذر الناس من هؤلاء ,نصيحتي للمسلمين أن يعوا .
نصيحتي لهؤلاء أن يتوبوا إلى الله وأن يدرسوا منهج السلف الحق ويربّوا أنفسهم عليه  ويربّوا أبناء الأمّة على هذا المنهج الذي هو ظاهر الآن ظهور الشمس؛ المؤلفات موجودة والحمد لله متوفرة في العقائد وفي العبادات وفي المناهج وفي كلّ شيء فعليهم أن يتقوا الله ويتركوا العناد والمكابرة والتّشبث بأهداب فكر البنا والمودودي وسيد قطب؛ أهل البدع والضلال .
فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الثانية]

✲✲✲

Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=657

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kelompok IM (Ikhwanul Muflisun) Menipu Ummat dengan Bersembunyi di balik Nama-Nama Ulama Ahlussunnah

::: KELOMPOK IM (IKHWANUL MUFLISUN) MENIPU UMMAT DENGAN BERSEMBUNYI DI BALIK NAMA-NAMA ULAMA AHLUSSUNNAH :::

Oleh: Asy Syaikh Robi' bin Hady Al Madkholy حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Syaikh ditanya tentang Muhadoroh yang diselenggarakan oleh beberapa Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM), (dalam muhadoroh tersebut) mereka mengatakan Manhaj Salaf dalam tarbiyah.. Manhaj Salaf dalam aqidah.. , sebagian orang yang mengadakan Muhadoroh tersebut adalah dari kelompok I.M.?

JAWABAN:

▶ Berkata Syaikh kami: Dan mereka mengatakan manhaj salaf?
Berkata penanya: iya, mereka mengatakan Manhaj Salaf padahal mereka (hakikatnya) jauh dari Manhaj Salaf.

▶ Dan Syaikh berkata:
Mereka (kelompok I.M.) jauh dari Manhaj Salaf dan keberadaan dakwah mereka di tengah-tengah para pemuda telah merusak ummat lagi buruk sekali sehingga mereka berusaha mempercantik dan menjadikannya bersinar dengan (pura-pura bersandar pada) kata salaf dan salaf... 

Jika tidak demikian maka tidak akan ada satu orang pun yang menerima mereka.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم

Maka wajib bagi setiap orang untuk berhati-hati dari TIPUAN ini, Demi Alloh kita tidak menemukan (kelompok) yang lebih membahayakan Manhaj Salaf selain kelompok mereka tersebut

Mereka sekarang bersembunyi di balik (nama) Syaikh Albani, Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Ibnu 'Utsaimin dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan di balik Syaikh Ibnu Abdil Wahhab..

(Hal ini) dikarenakan dakwahnya Sayyid Quthub, Hasan Albanna serta (Abul a'la) Al-Maududi tidak berjalan(diterima) oleh orang-orang yang memiliki akal sehingga mereka berlindung di balik mereka (para ulama Ahlussunnah) untuk MENIPU manusia dengan (nama-nama ) mereka.

Kita tidak butuh mengatakan: berkata Albanna, berkata Al-Maududi, kita katakan: telah berfirman Alloh, telah bersabda Rosululloh ﷺ dan kita ambil dari ucapan para Imam Islam yang haq yang mencocoki Alkitab dan As-Sunnah.

___________________

Dan nasehatku agar mentahdzir (ummat) manusia dari mereka, nasehatku bagi kaum muslimin agar mereka berupaya keras.

(Adapun) nasehatku bagi mereka, agar bertaubat kepada Alloh dan agar mereka mempelajari Manhaj Salaf yang haq dan membimbing diri-diri mereka di atas Manhaj Salaf dan membimbing anak-anak umat di atas manhaj ini yang sekarang telah terang/jelas se-terang matahari.

Karya-karya tulis telah ada walhamdulillah bertebaran (baik) tentang masalah aqidah, ibadah dan manhaj serta tentang segala sesuatunya. . maka wajib atas mereka untuk bertaqwa kepada Alloh dan meninggalkan penentangan serta kesombongan dan bertahan dengan pola pikir Albanna,  Al-Maududi serta Sayyid Quthub--para ahlul bid'ah dan kesesatan--.

فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

Maka Manhaj Salaf dan manhaj-manhaj kelompok mereka tidak akan pernah bersatu dan tidak akan pernah bisa bertemu kecuali pada sebagian sisi saja.

[Fatawa tentang aqidah dan manhaj pertemuan kedua]

------

السؤال:

سئل الشيخ عن بعض المحاضرات التي يقوم بها بعض الإخوان, فيقولون منهج السلف في التربية, منهج السلف في العقيدة, بعض من يقوم بهذه المحاضرات هم من الإخوان المسلمين؟

الجواب

قال شيخنا: ويقولون منهج السلف؟
قال السائل: نعم, يقولون منهج السلف وهم بعيدون عن منهج السلف.
قال الشيخ: بعيدون عن منهج السلف ودعوتهم في شباب الأمّة شوهاء قبيحة جدا فيجمِّلونها ويلمِّعونها بكلمة سلف وسلف وإلاّ ما أحد يقبلها منهم.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم وهم الآن يتسترون وراء الألباني ,وراء ابن باز ,وراء ابن عثيمين ومن وراء ابن تيمية ,ومن وراء ابن عبد الوهاب لأنّ دعوة سيّد قطب والبنّا والمودودي لا تمشي عند العقلاء فيتسترون بهؤلاء يخدعون بهم الناس .

نحن لا نحتاج أن نقول : قال البنّا ,قال المودودي ,نقول : قال الله ,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ونأخذ من كلام أئمّة الإسلام الحقّ ما وافق الكتاب والسنة

ونصيحتي أن يحذر الناس من هؤلاء ,نصيحتي للمسلمين أن يعوا .
نصيحتي لهؤلاء أن يتوبوا إلى الله وأن يدرسوا منهج السلف الحق ويربّوا أنفسهم عليه  ويربّوا أبناء الأمّة على هذا المنهج الذي هو ظاهر الآن ظهور الشمس؛ المؤلفات موجودة والحمد لله متوفرة في العقائد وفي العبادات وفي المناهج وفي كلّ شيء فعليهم أن يتقوا الله ويتركوا العناد والمكابرة والتّشبث بأهداب فكر البنا والمودودي وسيد قطب؛ أهل البدع والضلال .
فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الثانية]

✲✲✲

Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=657

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]