WHAT'S NEW?
Loading...

[AUDIO] Teknik Dasar Menulis Naskah

Senin, 09 Jumadil Akhir 1436H ~ 30/03/2015M
Masjid As-Salam, Komplek Pondok Tahfizhul Qur'an Al-Manshuroh, Mujur - Kroya Cilacap

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


[ 01 ] - Pembukaan :: Ust. Saiful Bahri
[ 02 ] - Kenapa Harus Menulis :: Ust. Mukhtar
[ 03 ] - Kisah Awal Mula Menulis Naskah :: Ust. Muhammad Rijal
[ 04 ] - Kisah Awal Mula Menulis Naskah :: Ust. Abdul Mu'thi Sutarman
[ 05 ] - Asal Mau, Menulis itu Mudah Insya Allah :: Ust. Ayip Syafruddin
[ 06 ] - Kaidah Penulisan Menurut EYD :: Ust. Abu Ibrahim Zain
[ 07 ] - Pentingnya Menulis Dalam Islam :: Ust. Qomar Suaidi
[ 08 ] - Pengetahuan Dasar Menulis Menggunakan Laptop :: Ust. Syu'bah
[ 09 ] - Pengenalan Jenis Paragraf dan Penyusunannya :: Ust. Abu Nauroh
[ 10 ] - Proses dan Prospek Majalah Salafiyyin dan Respon Umat Islam :: Ust. Muhammad Farhan
[ 11 ] - Proses dan Prospek Majalah Salafiyyin dan Respon Umat Islam :: Ust. Abu Umar Ibrahim
[ 12 ] - Pentingnya Menulis :: Ust. Qomar Suaidi
[ 13 ] - Teknik Translite Bahasa dan Tesaurus :: Ust. Mukhtar
[ 14 ] - Teknik Jurnalistik :: Ust Ayip Syafruddin

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: Tasjilat As-Salam Mujur

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Teknik Dasar Menulis Naskah

Senin, 09 Jumadil Akhir 1436H ~ 30/03/2015M
Masjid As-Salam, Komplek Pondok Tahfizhul Qur'an Al-Manshuroh, Mujur - Kroya Cilacap

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


[ 01 ] - Pembukaan :: Ust. Saiful Bahri
[ 02 ] - Kenapa Harus Menulis :: Ust. Mukhtar
[ 03 ] - Kisah Awal Mula Menulis Naskah :: Ust. Muhammad Rijal
[ 04 ] - Kisah Awal Mula Menulis Naskah :: Ust. Abdul Mu'thi Sutarman
[ 05 ] - Asal Mau, Menulis itu Mudah Insya Allah :: Ust. Ayip Syafruddin
[ 06 ] - Kaidah Penulisan Menurut EYD :: Ust. Abu Ibrahim Zain
[ 07 ] - Pentingnya Menulis Dalam Islam :: Ust. Qomar Suaidi
[ 08 ] - Pengetahuan Dasar Menulis Menggunakan Laptop :: Ust. Syu'bah
[ 09 ] - Pengenalan Jenis Paragraf dan Penyusunannya :: Ust. Abu Nauroh
[ 10 ] - Proses dan Prospek Majalah Salafiyyin dan Respon Umat Islam :: Ust. Muhammad Farhan
[ 11 ] - Proses dan Prospek Majalah Salafiyyin dan Respon Umat Islam :: Ust. Abu Umar Ibrahim
[ 12 ] - Pentingnya Menulis :: Ust. Qomar Suaidi
[ 13 ] - Teknik Translite Bahasa dan Tesaurus :: Ust. Mukhtar
[ 14 ] - Teknik Jurnalistik :: Ust Ayip Syafruddin

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: Tasjilat As-Salam Mujur

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar - Diantara Tanda-Tanda Hari Kiamat

Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Ahad, 08 Jumadil Akhir 1436H ~ 29/03/2015M
Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi Bogor

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


[ 01 ]Petikan Faidah dari Kisah Amr bin Ash
[ 02 ] - Diantara Tanda-Tanda Hari Kiamat

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar - Diantara Tanda-Tanda Hari Kiamat

Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Ahad, 08 Jumadil Akhir 1436H ~ 29/03/2015M
Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi Bogor

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


[ 01 ]Petikan Faidah dari Kisah Amr bin Ash
[ 02 ] - Diantara Tanda-Tanda Hari Kiamat

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Luqman Ba'abduh - Pertolongan Allah Terhadap Tentara Tauhid di Bumi Yaman

Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
Ahad, 09 Jumadil Akhir 1436H ~ 29/03/2015M
Ma'had As-Salafy Jember

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Pertolongan Allah Terhadap Tentara Tauhid di Bumi Yaman - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: WhatsApp Manhajul Anbiya

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Luqman Ba'abduh - Pertolongan Allah Terhadap Tentara Tauhid di Bumi Yaman

Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
Ahad, 09 Jumadil Akhir 1436H ~ 29/03/2015M
Ma'had As-Salafy Jember

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Pertolongan Allah Terhadap Tentara Tauhid di Bumi Yaman - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]. Sumber: WhatsApp Manhajul Anbiya

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Konsisten Merujuk Kepada Pemahaman Ulama yang Disepakati Umat Kedudukannya

::: KONSISTEN MERUJUK KEPADA PEMAHAMAN ULAMA YANG DISEPAKATI UMAT KEDUDUKANNYA :::

[ Adalah Kelaziman secara Syar’i dan Akal, Terkhusus pada Permasalahan-permasalahan Kontemporer dan di saat Terjadi Fitnah ]

Ditulis Oleh: Asy-Syaikh Abu 'Ammar 'Abbas Al-Jaunah -hafidzahullah-

✹✹✹

Allah Ta’ala berfirman:

َ ﴿ فَاسْأَلُـــواْ أَهْلَ الذِّكــْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمــُون ﴾

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan ('Ulama), jika kamu tidak mengetahui.” {QS. An-Nahl: 43}

Dan Allah Yang Maha Suci berfirman:

﴿ وَإِذَا جــَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْــنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعــُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّســُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُـونَهُ مِنْهُمْ ﴾

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” {QS. An-Nisaa’: 83}


Al-‘Allaamah As-Sa’di –rahimahullah- berkata tentang tafsir ayat ini:

وفي هــذا دليل لقــاعدة أدبية وهي أنــه إذا حصل بحث في أمر من الأمــور ينبغي أن يولي من هو أهــل لذلك ويجعل إلى أهلــه ولايتقــدم بين أيديهم فإنه أقــرب إلى الصــواب وأخرى إلى السلامــة من الخطــأ

“Dalam hal ini terdapat pendalilan untuk satu kaedah adab yaitu: Apabila terjadi suatu pembahasan dalam suatu permasalahan sepantasnya untuk menyerahkannya kepada orang-orang yang ahli dalam perkara tersebut. Dan tidak ada yang dikedepankan dari mereka ini SEBAB itu paling mendekati kebenaran dan paling berhati-hati untuk selamat dari kekeliruan (dalam memutuskan).” Selesai penukilan.

Bersikap zuhud (meninggalkan) terhadap ulama dengan tidak berpegang kepada pemahaman mereka dan melepaskan diri dengan mengambil pemahaman orang yang di bawah kedudukan mereka, hal ini adalah ASAL-MUASAL SETIAP FITNAH. Apabila kamu melihat kepada sumber permasalahan dalam gerakan-gerakan pemberontakan dan menentang penguasa yang dimulai oleh:

• Para pemberontak terhadap Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu,
• Kemudian khowarij di zaman Ali ketika Ibnu Abbas mendebat mereka,
• Demikian pula peristiwa hurroh (penyerangan terhadap penduduk Madinah di zaman Yazid bin Mu’awiyah),
• Peristiwa di zaman ibnul Asy’ats dan ibnul malhab,
• Fitnah perang saudara di Suriah dan Juhaiman,
• (Fitnah) di Aljazair,
• Al-Qaeda.

Kamu akan mendapati bahwa mereka semua sama dalam:

1- Zuhud (meninggalkan) dari perkataan bimbingan ulama.
2- Tidak bersandar dengan pemahaman para ulama.

Seandainya orang-orang mematuhi bimbingan ulama mereka dan tidak mengambil pendapat mereka sendiri yang jelek maka tidak akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan. Nabi ﷺ ketika menyebutkan tentang perkara-perkara yang membinasakan diantaranya, “SESEORANG TERKAGUM-KAGUM KEPADA DIRINYA SENDIRI.

______________________

Dan lenyapnya landasan ini yaitu “Bersama Pemahaman Ulama” muncul karena beberapa sebab, di antaranya:

Tidak mengetahui siapa ulama sejati.

Dan kejahilan tentang ulama ini dikarenakan informasi gencar dari ahlul bid’ah yang menggambarkan seorang da’i sebagai “Allaamah (ulama besar)” dan “Imam”.

Mereka tuang kepadanya berbagai gelar hebat dan agung pada sisi yang terlihat dari banyaknya orang yang hadir (di majelisnya). Dan mereka mengambil kesempatan di saat pemberontakan, mereka memberontak dan membakar para pemuda dan orang awam untuk memberontak.

Dan dengan lisan hal dan ucapan, mereka ini ingin berkata (meremehkan):
▪ (Lihat) Di mana para ulama itu?!
▪ Siapa mereka (yang benar-benar ulama)?!
▪ BAHKAN mereka (para da’i sesat) ini komandan umat!


Sehingga menjadikan orang-orang yang sok berilmu dan bukan ahli sebagai seorang syaikh, mengangkat mereka di barisan ulama, dan menjadikan mereka sebagai komandan dan pemimpin serta pemberian gelar-gelar besar atas mereka, INILAH termasuk sebab terbesar (terjadinya fitnah dan meninggalkan ulama sejati) dan larisnya pemikiran dan fatwa-fatwa mereka.

Dan termasuk sebab hilangnya landasan ini yaitu “bersama Pemahaman Ulama” :

CELAAN bertubi-tubi terhadap mereka (ulama) dengan
“Tidak paham kondisi terkini” atau
“di bawah tekanan penguasa” atau bahwa mereka..
“tidak memiliki keahlian dalam berperang atau politik”
dan semisalnya dari muslihat yang ditujukan kepada mereka di setiap waktu dan tempat.

Al-‘Allaamah Al-Albani rahimahullah berkata:
“Ketika disebutkan kejelekan yang timbul dari memberontak terhadap penguasa, beliau berkata: “Lebih jelek dari itu adalah memberontak kepada ulama dengan:

■ 1- Mengabaikan hak-hak mereka.

■ 2- Tidak bersandar kepada fatwa-fatwa mereka kecuali yang seseuaki dengan hawa nafsu para harokiyyin(aktivis).

■ 3- Meremehkan kedudukan mereka dalam politik.

■ 4- Menyifati mereka dengan ulama “tempat wudhu”.

Dan yang semisalnya dari julukan-julukan yang ahlul bid’ah menyematkan gelar jelek yang dihinakan kepada ulama salafi secara turun-temurun.

Dalam hal ini terkandung perlakuan sewenang-wenang terhadap syariat dengan menjatuhkan pengusung dan pemberi keterangannya(yaitu ulama). Dan Allah-lah pemenuh janji.” Selesai perkataan beliau.


Tudingan terhadap ulama dengan julukan-julukan ini bukan terlahir di hari-hari ini saja bahkan sudah perkara yang lama yang ahlul bid’ah dan orang-orang yang menyimpang telah terbiasa dengannya.

Al-Imam Asy-Syathibi –semoga Allah merahmatinya- berkata:

“Diriwayatkan dari Isma’il bin’Ulayyah, dia berkata: bercerita kepadaku al-Yusa’, dia berkata:

“Washil bin Atho’ tokoh mu’tazilah berbicara, maka ‘Amru bin ‘Ubaid menimpali: “Tidakkah kalian mendengarnya?

ما كــلام الحسن وابن سيرين عندمـــا تسمعـــون إلا خِرقــة حيض مُلقــاه

“Tidaklah ucapan al-Hasan (al-Bashri) dan Ibnu Sirin ketika kalian dengar kecuali hanya tentang PEMBALUT DARAH HAIDH yang dicampakkan!”

Dan diriwayatkan bahwa salah seorang tokoh ahlul bid’ah ingin mengunggulkan ilmu kalam dari ilmu fikih, ia pun berkata:

( إنّ علم الشــافعي وأبي حنيفــة جملته لايخـــرج عن سراويل امـــرأة )

“Sesungguhnya ilmu asy-Syafi’i dan Abu Hanifah seluruhnya tidak lepas dari celana dalam wanita.”

Dan MEMAHAMI TEMPAT RUJUKAN ketika terjadi fitnah adalah urusan yang SANGAT PENTING, yang apabila tidak mengetahuinya akan menghasilkan KERUSAKAN YANG LUAS dengan munculnya:

 مَن ليســوا أهــلاً للفتوى ومن ليسوا على منهج السلــف في إلاعتقــاد والعمــل

   ● Orang-orang yang bukan ahli dalam berfatwa,

   ● Dan orang-orang yang tidak di atas manhaj dalam akidah dan amalan.

SEHINGGA hukum-hukum syari'at akan menjadi berubah (tidak sesuai), agama akan dirobohkan, dan hilang maslahat serta akan banyak terjadi fitnah/ bencana.

Dan ini selaras dengan apa yang dikabarkan Nabi ﷺ :

(إن الله لا يقبض العلمـــاء حتى إذا لم يبق عــالم إتخذ النـــاس رؤوسا جهـــالا فسئلوا فأفــتوا بغير علم فضلوا وأضلوا..)

"Sungguh Allah tidak mencabut ilmu dengan sekali cabut dari dada-dada manusia akan tetapi dicabut ilmu tersebut dengan diwafatkannya para ulama. Sampai ketika tidak tersisa seorang ulama, maka orang-orang mengambil pemimpin dari orang-orang yang bodoh, lalu ditanya (tentang suatu hal) maka mereka pun memberi fatwa tanpa dasar ilmu SEHINGGA mereka SESAT lagi MENYESATKAN".

________________

Dan termasuk tanda-tanda terbesar dan paling nyata yang dikenali orang yang kuat ilmunya dari yang SOK BERILMU, terkhusus di zaman fitnah:


Orang yang JAHIL menonjolkan diri dan memposisikan dirinya untuk berfatwa tanpa musyawarah dengan ulama. Ini adalah sikap “berani” terhadap agama Allah Yang Maha Agung.

Sedangkan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi menyifati ulama yang kokoh ilmunya dengan sifat “khosyah” (rasa takut yang berdasar ilmu), “khouf” (rasa takut dari bahaya), dan waro’(berhati-hati).


BERFATWA terhadap suatu bencana, seseorang yang memiliki rasa takut terhadap agamanya akan menolak (untuk berfatwa tentang)nya, dalam perkara-perkara kontemporer akan lebih besar (penolakannya untuk berfatwa).

Salafush shalih dari kalangan Shahabat dan yang selain mereka dahulu saling menyerahkan tanggung jawab berfatwa kepada orang lain.


Dan termasuk tanda-tanda mereka (yang mengaku-aku berilmu): MENYELISIHI ULAMA sewaktu terjadi fitnah dan permasalahan-permasalahan terkini yang terkadang ia mendebat, berbuat bodoh, menghina, dan membantah.


Juga termasuk ciri-ciri mereka: BANYAK BERBICARA tentang permasalahan terkini dan sering berdebat. Sedangkan hal ini adalah ciri-ciri ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu.

Ibnu Rajab –rahimahullah- berkata:

وقد فتن كثيــر من المتأخــرين بهذا أي  كثرة كــلام الواحد منهم في المســائل والخصــام في مســائل الدين فهو والنقــاش

“Dan telah tertimpa musibah mayoritas dari orang-orang sekarang dengan perkara ini yaitu banyaknya ucapan salah seorang mereka tentang berbagai permasalahan dan berbantah-bantahan serta berdebat di dalamnya.”


وظنوا أن من كثر كلامــه وجدالــه وخصــامه في مســـائل الدين فهو أعلــم ممن ليس كذلك...

Mereka berprasangka bahwa “seseorang yang  banyak berbicara, berdebat, dan berbantah-bantahan dalam urusan diin maka dia lah yang PALING BERILMU daripada yang tidak bersikap seperti itu”.

INI KEBODOHAN SEMATA..

Lihatlah kepada pembesar-pembesar dan para ulama dari kalangan Shahabat semisal Abu Bakr,’Umar, ‘Ali, ‘Utsman, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, bagaimana mereka dahulu? Ucapan mereka LEBIH SEDIKIT dari perkataan Ibnu Abbas namun mereka lebih berilmu darinya.

Demikian pula perkataan para Tabi’in lebih banyak daripada ucapan para  Shahabat sedangkan para Shahabat lebih berilmu dari mereka.


فليس العلــم بكثرة الروايــة أو كثرة المقـــال ولكنه نور يقذفــه في القلب يفهم به العبد الحق ويميز به بينه وبين الباطـــل ويعبر عن ذلك بعبــارات وجيزة محصلة للمقصـــود

“BUKANLAH ILMU DENGAN BANYAKNYA PERIWAYATAN ATAU UCAPAN namun ia adalah ilmu yang Dia Allah lemparkan di dalam hati yang dengannya seorang hamba bisa memahami Al-Haq dan membedakan antara kebenaran dengan kebatilan dan mengungkapkan hal itu dengan ibarat-ibarat yang ringkas dan tercapai maksud.”

[Selesai perkataan beliau dari risalah “Bayaanu fadhli ‘ilmis Salaf ‘ala ilmil kholaf.]


Dan termasuk tanda-tanda mereka: TERBURU-BURU BERBICARA tentang suatu peristiwa sebelum jelas perkaranya dan belum diketahui hakikat serta isinya. Betapa sesuai tanda ini dengan firman Allah Ta’ala:

 ﴿ وَإِذَا جَــاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْــنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّســُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَـــهُ مِنْهُمْ ﴾

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)" {QS. An-Nisaa’: 83}

Asy-Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir ayat ini : “Terkandung padanya ;

LARANGAN dari sikap tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebar suatu perkara sejak ia mendengarnya,

Dan PERINTAH untuk mengamati sebelum berbicara. Juga untuk ia melihat apakah ada maslahat di dalamnya sehingga ia sampaikan kepada orang-orang atau tidak, sehingga ia menahan diri darinya?


Dan termasuk dari ciri-ciri mereka: Ridha dengan gelar-gelar besar seperti:

    ■ “Alim(ulama)”
    ■ “Al-‘Allaamah”
    ■ “Al-Muhaddits”
    ■ “Al-Imam”

Adapun yang masyhur dari orang yang ahli dalam kebaikan dan ilmu bahwa mereka memandang kecil diri mereka dan tidak melihat bahwa mereka telah sampai ke derajat yang mereka berhal untuk diberi gelar-gelar yang besar.

فــأوصي نفسي وإخـــواني بلـــزوم منهج العلمـــــاء المتخصصين فيما يحصل من الفتن والنــوازل فإنه من أعظم أسبـــاب النجــــاة من الفتن…

Maka aku nasehatkan diriku dan saudara-saudaraku untuk senantiasa bersama manhaj para ulama yang spesialis dalam menghadapi apa yang terjadi dari berbagai fitnah dan permasalahan kontemporer KARENA itu diantara sebab terbesar untuk selamat dari fitnah..

Sungguh kami telah sering melakukannya dan tidak ada yang kami lihat lebih baik dari metode ini.

Dan akhir seruan kami “Segala pujian yang sempurna milik Allah Rabb alam semesta”.

Malam Ahad,  24 Jumadil Ulaa 1436 H

✲✹✲

Sumber: Majmu'ah Manhajul Anbiya.

Alih Bahasa: Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy حفظــه الـله - [FBF 5]

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Konsisten Merujuk Kepada Pemahaman Ulama yang Disepakati Umat Kedudukannya

::: KONSISTEN MERUJUK KEPADA PEMAHAMAN ULAMA YANG DISEPAKATI UMAT KEDUDUKANNYA :::

[ Adalah Kelaziman secara Syar’i dan Akal, Terkhusus pada Permasalahan-permasalahan Kontemporer dan di saat Terjadi Fitnah ]

Ditulis Oleh: Asy-Syaikh Abu 'Ammar 'Abbas Al-Jaunah -hafidzahullah-

✹✹✹

Allah Ta’ala berfirman:

َ ﴿ فَاسْأَلُـــواْ أَهْلَ الذِّكــْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمــُون ﴾

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan ('Ulama), jika kamu tidak mengetahui.” {QS. An-Nahl: 43}

Dan Allah Yang Maha Suci berfirman:

﴿ وَإِذَا جــَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْــنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعــُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّســُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُـونَهُ مِنْهُمْ ﴾

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” {QS. An-Nisaa’: 83}


Al-‘Allaamah As-Sa’di –rahimahullah- berkata tentang tafsir ayat ini:

وفي هــذا دليل لقــاعدة أدبية وهي أنــه إذا حصل بحث في أمر من الأمــور ينبغي أن يولي من هو أهــل لذلك ويجعل إلى أهلــه ولايتقــدم بين أيديهم فإنه أقــرب إلى الصــواب وأخرى إلى السلامــة من الخطــأ

“Dalam hal ini terdapat pendalilan untuk satu kaedah adab yaitu: Apabila terjadi suatu pembahasan dalam suatu permasalahan sepantasnya untuk menyerahkannya kepada orang-orang yang ahli dalam perkara tersebut. Dan tidak ada yang dikedepankan dari mereka ini SEBAB itu paling mendekati kebenaran dan paling berhati-hati untuk selamat dari kekeliruan (dalam memutuskan).” Selesai penukilan.

Bersikap zuhud (meninggalkan) terhadap ulama dengan tidak berpegang kepada pemahaman mereka dan melepaskan diri dengan mengambil pemahaman orang yang di bawah kedudukan mereka, hal ini adalah ASAL-MUASAL SETIAP FITNAH. Apabila kamu melihat kepada sumber permasalahan dalam gerakan-gerakan pemberontakan dan menentang penguasa yang dimulai oleh:

• Para pemberontak terhadap Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu,
• Kemudian khowarij di zaman Ali ketika Ibnu Abbas mendebat mereka,
• Demikian pula peristiwa hurroh (penyerangan terhadap penduduk Madinah di zaman Yazid bin Mu’awiyah),
• Peristiwa di zaman ibnul Asy’ats dan ibnul malhab,
• Fitnah perang saudara di Suriah dan Juhaiman,
• (Fitnah) di Aljazair,
• Al-Qaeda.

Kamu akan mendapati bahwa mereka semua sama dalam:

1- Zuhud (meninggalkan) dari perkataan bimbingan ulama.
2- Tidak bersandar dengan pemahaman para ulama.

Seandainya orang-orang mematuhi bimbingan ulama mereka dan tidak mengambil pendapat mereka sendiri yang jelek maka tidak akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan. Nabi ﷺ ketika menyebutkan tentang perkara-perkara yang membinasakan diantaranya, “SESEORANG TERKAGUM-KAGUM KEPADA DIRINYA SENDIRI.

______________________

Dan lenyapnya landasan ini yaitu “Bersama Pemahaman Ulama” muncul karena beberapa sebab, di antaranya:

Tidak mengetahui siapa ulama sejati.

Dan kejahilan tentang ulama ini dikarenakan informasi gencar dari ahlul bid’ah yang menggambarkan seorang da’i sebagai “Allaamah (ulama besar)” dan “Imam”.

Mereka tuang kepadanya berbagai gelar hebat dan agung pada sisi yang terlihat dari banyaknya orang yang hadir (di majelisnya). Dan mereka mengambil kesempatan di saat pemberontakan, mereka memberontak dan membakar para pemuda dan orang awam untuk memberontak.

Dan dengan lisan hal dan ucapan, mereka ini ingin berkata (meremehkan):
▪ (Lihat) Di mana para ulama itu?!
▪ Siapa mereka (yang benar-benar ulama)?!
▪ BAHKAN mereka (para da’i sesat) ini komandan umat!


Sehingga menjadikan orang-orang yang sok berilmu dan bukan ahli sebagai seorang syaikh, mengangkat mereka di barisan ulama, dan menjadikan mereka sebagai komandan dan pemimpin serta pemberian gelar-gelar besar atas mereka, INILAH termasuk sebab terbesar (terjadinya fitnah dan meninggalkan ulama sejati) dan larisnya pemikiran dan fatwa-fatwa mereka.

Dan termasuk sebab hilangnya landasan ini yaitu “bersama Pemahaman Ulama” :

CELAAN bertubi-tubi terhadap mereka (ulama) dengan
“Tidak paham kondisi terkini” atau
“di bawah tekanan penguasa” atau bahwa mereka..
“tidak memiliki keahlian dalam berperang atau politik”
dan semisalnya dari muslihat yang ditujukan kepada mereka di setiap waktu dan tempat.

Al-‘Allaamah Al-Albani rahimahullah berkata:
“Ketika disebutkan kejelekan yang timbul dari memberontak terhadap penguasa, beliau berkata: “Lebih jelek dari itu adalah memberontak kepada ulama dengan:

■ 1- Mengabaikan hak-hak mereka.

■ 2- Tidak bersandar kepada fatwa-fatwa mereka kecuali yang seseuaki dengan hawa nafsu para harokiyyin(aktivis).

■ 3- Meremehkan kedudukan mereka dalam politik.

■ 4- Menyifati mereka dengan ulama “tempat wudhu”.

Dan yang semisalnya dari julukan-julukan yang ahlul bid’ah menyematkan gelar jelek yang dihinakan kepada ulama salafi secara turun-temurun.

Dalam hal ini terkandung perlakuan sewenang-wenang terhadap syariat dengan menjatuhkan pengusung dan pemberi keterangannya(yaitu ulama). Dan Allah-lah pemenuh janji.” Selesai perkataan beliau.


Tudingan terhadap ulama dengan julukan-julukan ini bukan terlahir di hari-hari ini saja bahkan sudah perkara yang lama yang ahlul bid’ah dan orang-orang yang menyimpang telah terbiasa dengannya.

Al-Imam Asy-Syathibi –semoga Allah merahmatinya- berkata:

“Diriwayatkan dari Isma’il bin’Ulayyah, dia berkata: bercerita kepadaku al-Yusa’, dia berkata:

“Washil bin Atho’ tokoh mu’tazilah berbicara, maka ‘Amru bin ‘Ubaid menimpali: “Tidakkah kalian mendengarnya?

ما كــلام الحسن وابن سيرين عندمـــا تسمعـــون إلا خِرقــة حيض مُلقــاه

“Tidaklah ucapan al-Hasan (al-Bashri) dan Ibnu Sirin ketika kalian dengar kecuali hanya tentang PEMBALUT DARAH HAIDH yang dicampakkan!”

Dan diriwayatkan bahwa salah seorang tokoh ahlul bid’ah ingin mengunggulkan ilmu kalam dari ilmu fikih, ia pun berkata:

( إنّ علم الشــافعي وأبي حنيفــة جملته لايخـــرج عن سراويل امـــرأة )

“Sesungguhnya ilmu asy-Syafi’i dan Abu Hanifah seluruhnya tidak lepas dari celana dalam wanita.”

Dan MEMAHAMI TEMPAT RUJUKAN ketika terjadi fitnah adalah urusan yang SANGAT PENTING, yang apabila tidak mengetahuinya akan menghasilkan KERUSAKAN YANG LUAS dengan munculnya:

 مَن ليســوا أهــلاً للفتوى ومن ليسوا على منهج السلــف في إلاعتقــاد والعمــل

   ● Orang-orang yang bukan ahli dalam berfatwa,

   ● Dan orang-orang yang tidak di atas manhaj dalam akidah dan amalan.

SEHINGGA hukum-hukum syari'at akan menjadi berubah (tidak sesuai), agama akan dirobohkan, dan hilang maslahat serta akan banyak terjadi fitnah/ bencana.

Dan ini selaras dengan apa yang dikabarkan Nabi ﷺ :

(إن الله لا يقبض العلمـــاء حتى إذا لم يبق عــالم إتخذ النـــاس رؤوسا جهـــالا فسئلوا فأفــتوا بغير علم فضلوا وأضلوا..)

"Sungguh Allah tidak mencabut ilmu dengan sekali cabut dari dada-dada manusia akan tetapi dicabut ilmu tersebut dengan diwafatkannya para ulama. Sampai ketika tidak tersisa seorang ulama, maka orang-orang mengambil pemimpin dari orang-orang yang bodoh, lalu ditanya (tentang suatu hal) maka mereka pun memberi fatwa tanpa dasar ilmu SEHINGGA mereka SESAT lagi MENYESATKAN".

________________

Dan termasuk tanda-tanda terbesar dan paling nyata yang dikenali orang yang kuat ilmunya dari yang SOK BERILMU, terkhusus di zaman fitnah:


Orang yang JAHIL menonjolkan diri dan memposisikan dirinya untuk berfatwa tanpa musyawarah dengan ulama. Ini adalah sikap “berani” terhadap agama Allah Yang Maha Agung.

Sedangkan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi menyifati ulama yang kokoh ilmunya dengan sifat “khosyah” (rasa takut yang berdasar ilmu), “khouf” (rasa takut dari bahaya), dan waro’(berhati-hati).


BERFATWA terhadap suatu bencana, seseorang yang memiliki rasa takut terhadap agamanya akan menolak (untuk berfatwa tentang)nya, dalam perkara-perkara kontemporer akan lebih besar (penolakannya untuk berfatwa).

Salafush shalih dari kalangan Shahabat dan yang selain mereka dahulu saling menyerahkan tanggung jawab berfatwa kepada orang lain.


Dan termasuk tanda-tanda mereka (yang mengaku-aku berilmu): MENYELISIHI ULAMA sewaktu terjadi fitnah dan permasalahan-permasalahan terkini yang terkadang ia mendebat, berbuat bodoh, menghina, dan membantah.


Juga termasuk ciri-ciri mereka: BANYAK BERBICARA tentang permasalahan terkini dan sering berdebat. Sedangkan hal ini adalah ciri-ciri ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu.

Ibnu Rajab –rahimahullah- berkata:

وقد فتن كثيــر من المتأخــرين بهذا أي  كثرة كــلام الواحد منهم في المســائل والخصــام في مســائل الدين فهو والنقــاش

“Dan telah tertimpa musibah mayoritas dari orang-orang sekarang dengan perkara ini yaitu banyaknya ucapan salah seorang mereka tentang berbagai permasalahan dan berbantah-bantahan serta berdebat di dalamnya.”


وظنوا أن من كثر كلامــه وجدالــه وخصــامه في مســـائل الدين فهو أعلــم ممن ليس كذلك...

Mereka berprasangka bahwa “seseorang yang  banyak berbicara, berdebat, dan berbantah-bantahan dalam urusan diin maka dia lah yang PALING BERILMU daripada yang tidak bersikap seperti itu”.

INI KEBODOHAN SEMATA..

Lihatlah kepada pembesar-pembesar dan para ulama dari kalangan Shahabat semisal Abu Bakr,’Umar, ‘Ali, ‘Utsman, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, bagaimana mereka dahulu? Ucapan mereka LEBIH SEDIKIT dari perkataan Ibnu Abbas namun mereka lebih berilmu darinya.

Demikian pula perkataan para Tabi’in lebih banyak daripada ucapan para  Shahabat sedangkan para Shahabat lebih berilmu dari mereka.


فليس العلــم بكثرة الروايــة أو كثرة المقـــال ولكنه نور يقذفــه في القلب يفهم به العبد الحق ويميز به بينه وبين الباطـــل ويعبر عن ذلك بعبــارات وجيزة محصلة للمقصـــود

“BUKANLAH ILMU DENGAN BANYAKNYA PERIWAYATAN ATAU UCAPAN namun ia adalah ilmu yang Dia Allah lemparkan di dalam hati yang dengannya seorang hamba bisa memahami Al-Haq dan membedakan antara kebenaran dengan kebatilan dan mengungkapkan hal itu dengan ibarat-ibarat yang ringkas dan tercapai maksud.”

[Selesai perkataan beliau dari risalah “Bayaanu fadhli ‘ilmis Salaf ‘ala ilmil kholaf.]


Dan termasuk tanda-tanda mereka: TERBURU-BURU BERBICARA tentang suatu peristiwa sebelum jelas perkaranya dan belum diketahui hakikat serta isinya. Betapa sesuai tanda ini dengan firman Allah Ta’ala:

 ﴿ وَإِذَا جَــاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْــنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّســُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَـــهُ مِنْهُمْ ﴾

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)" {QS. An-Nisaa’: 83}

Asy-Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir ayat ini : “Terkandung padanya ;

LARANGAN dari sikap tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebar suatu perkara sejak ia mendengarnya,

Dan PERINTAH untuk mengamati sebelum berbicara. Juga untuk ia melihat apakah ada maslahat di dalamnya sehingga ia sampaikan kepada orang-orang atau tidak, sehingga ia menahan diri darinya?


Dan termasuk dari ciri-ciri mereka: Ridha dengan gelar-gelar besar seperti:

    ■ “Alim(ulama)”
    ■ “Al-‘Allaamah”
    ■ “Al-Muhaddits”
    ■ “Al-Imam”

Adapun yang masyhur dari orang yang ahli dalam kebaikan dan ilmu bahwa mereka memandang kecil diri mereka dan tidak melihat bahwa mereka telah sampai ke derajat yang mereka berhal untuk diberi gelar-gelar yang besar.

فــأوصي نفسي وإخـــواني بلـــزوم منهج العلمـــــاء المتخصصين فيما يحصل من الفتن والنــوازل فإنه من أعظم أسبـــاب النجــــاة من الفتن…

Maka aku nasehatkan diriku dan saudara-saudaraku untuk senantiasa bersama manhaj para ulama yang spesialis dalam menghadapi apa yang terjadi dari berbagai fitnah dan permasalahan kontemporer KARENA itu diantara sebab terbesar untuk selamat dari fitnah..

Sungguh kami telah sering melakukannya dan tidak ada yang kami lihat lebih baik dari metode ini.

Dan akhir seruan kami “Segala pujian yang sempurna milik Allah Rabb alam semesta”.

Malam Ahad,  24 Jumadil Ulaa 1436 H

✲✹✲

Sumber: Majmu'ah Manhajul Anbiya.

Alih Bahasa: Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy حفظــه الـله - [FBF 5]

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Hukum Berdusta Dalam Rangka Bersopan Santun dan Berlemah Lembut Kepada Manusia

::: HUKUM BERDUSTA DALAM RANGKA BERSOPAN SANTUN DAN BERLEMAH LEMBUT KEPADA MANUSIA :::

Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Hady Al-Madkholy -حفظه الله-

✹✹✹

PERTANYAAN:

Penanya berkata: -semoga Allah membalasmu dengan kebaikan- terkadang seseorang berbohong dalam rangka bersopan santun dan berlemah-lembut ketika berada diantara manusia, Apakah hal seperti ini dibolehkan?


JAWABAN:

لا والله لا يجــوز، ولو كـــان على سبيل المجـــاملة والملاطــفة أو الممـــازحة

TIDAK ! WALLAHI TIDAK BOLEH, walaupun dalam rangka bersopan-santun, berlemah-lembut ataupun bercanda..

"أَنَا زَعِـــيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنـــَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الــْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحــــًا"

"Saya menjamin rumah di tepi surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda”,


Begitulah Nabi ﷺ bersabda, juga sabdanya,

َ" وَبِبَيْتٍ فِي وَســـَط الْجَنَّةِ لِمـــَنْ تَرَكَ الْمــــِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّـــةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلــــُقُهُ "

"Dan (saya juga menjamin) rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar. Dan (saya juga menjamin) rumah di atas surga bagi orang yang baik akhlaknya -atau- yang memperbaiki akhlaknya”.

Dan dusta tidak diperbolehkan selain pada tiga tempat, seperti yang Nabi ﷺ sabdakan, dan dusta yang semacam ini bukanlah termasuk yang dibolehkan wahai saudaraku sekalian.

__________________

العنوان:حكــم الكــــذب من باب مجـــاملة النـــاس وملاطفــــتهم

الشيخ:محمد بن هادي المدخلي
القسم:أحكام متفرقة|الحديث|تاريخ الفتوى:08/03/2015

السؤال:

هذا يقول: جزاكم الله خيرًا، في بعض اﻷحيان يكذب اﻹنسان من باب المجاملة والملاطفة بين الناس؛ هل هذا يجوز؟

الجواب:

لا والله لا يجوز، ولو كان على سبيل المجاملة والملاطفة أو الممازحة
"أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا"

يقول النَّبِيِّ ﷺ َ"وَبِبَيْتٍ فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ "أو"حَسّنَ خُلُقُهُ "والكذب لا يجوز إلافي ثلاث؛ كما ذكر ذلك النَّبِيِّ ﷺ وليس هذا منها يا معشرَ الإخوة.

✲✹✲

Tambahan faidah:

Maksud hadist diperbolehkan dusta pada tiga tempat adalah sabda Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الـــْكَذَّابُ الَّذِي يُصــــْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقــــُولُ خَيْرًا

“Bukanlah disebut pendusta orang yang menyelesaikan perselisihan di antara manusia dengan cara dia menyampaikan hal-hal yang baik atau dia berkata hal-hal yang baik”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim ada tambahan, dari Ibnu Syihab Az-Zuhry -rahimahumallahu-:

وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخـــَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّــا يَقُولُ النَّاسُ كَـــذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحــرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحـــَدِيثُ الرَّجُلِ امـــْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمــــَرْأَةِ زَوْجـــَهَا

“Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal:

■ Dusta dalam peperangan,
■ Dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dan
■ Dusta suami terhadap istri atau istri terhadap suami.”

Wallahu a'lam bis showab

Sumber : http://ar.miraath.net/fatwah/11029 (durasi 00:54)
Alih Bahasa: Abu Kuraib Habib bin Ahmad (Bandung) hafidzahullah [FBF-1]

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Hukum Berdusta Dalam Rangka Bersopan Santun dan Berlemah Lembut Kepada Manusia

::: HUKUM BERDUSTA DALAM RANGKA BERSOPAN SANTUN DAN BERLEMAH LEMBUT KEPADA MANUSIA :::

Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Hady Al-Madkholy -حفظه الله-

✹✹✹

PERTANYAAN:

Penanya berkata: -semoga Allah membalasmu dengan kebaikan- terkadang seseorang berbohong dalam rangka bersopan santun dan berlemah-lembut ketika berada diantara manusia, Apakah hal seperti ini dibolehkan?


JAWABAN:

لا والله لا يجــوز، ولو كـــان على سبيل المجـــاملة والملاطــفة أو الممـــازحة

TIDAK ! WALLAHI TIDAK BOLEH, walaupun dalam rangka bersopan-santun, berlemah-lembut ataupun bercanda..

"أَنَا زَعِـــيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنـــَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الــْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحــــًا"

"Saya menjamin rumah di tepi surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda”,


Begitulah Nabi ﷺ bersabda, juga sabdanya,

َ" وَبِبَيْتٍ فِي وَســـَط الْجَنَّةِ لِمـــَنْ تَرَكَ الْمــــِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّـــةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلــــُقُهُ "

"Dan (saya juga menjamin) rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar. Dan (saya juga menjamin) rumah di atas surga bagi orang yang baik akhlaknya -atau- yang memperbaiki akhlaknya”.

Dan dusta tidak diperbolehkan selain pada tiga tempat, seperti yang Nabi ﷺ sabdakan, dan dusta yang semacam ini bukanlah termasuk yang dibolehkan wahai saudaraku sekalian.

__________________

العنوان:حكــم الكــــذب من باب مجـــاملة النـــاس وملاطفــــتهم

الشيخ:محمد بن هادي المدخلي
القسم:أحكام متفرقة|الحديث|تاريخ الفتوى:08/03/2015

السؤال:

هذا يقول: جزاكم الله خيرًا، في بعض اﻷحيان يكذب اﻹنسان من باب المجاملة والملاطفة بين الناس؛ هل هذا يجوز؟

الجواب:

لا والله لا يجوز، ولو كان على سبيل المجاملة والملاطفة أو الممازحة
"أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا"

يقول النَّبِيِّ ﷺ َ"وَبِبَيْتٍ فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ "أو"حَسّنَ خُلُقُهُ "والكذب لا يجوز إلافي ثلاث؛ كما ذكر ذلك النَّبِيِّ ﷺ وليس هذا منها يا معشرَ الإخوة.

✲✹✲

Tambahan faidah:

Maksud hadist diperbolehkan dusta pada tiga tempat adalah sabda Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الـــْكَذَّابُ الَّذِي يُصــــْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقــــُولُ خَيْرًا

“Bukanlah disebut pendusta orang yang menyelesaikan perselisihan di antara manusia dengan cara dia menyampaikan hal-hal yang baik atau dia berkata hal-hal yang baik”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim ada tambahan, dari Ibnu Syihab Az-Zuhry -rahimahumallahu-:

وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخـــَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّــا يَقُولُ النَّاسُ كَـــذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحــرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحـــَدِيثُ الرَّجُلِ امـــْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمــــَرْأَةِ زَوْجـــَهَا

“Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal:

■ Dusta dalam peperangan,
■ Dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dan
■ Dusta suami terhadap istri atau istri terhadap suami.”

Wallahu a'lam bis showab

Sumber : http://ar.miraath.net/fatwah/11029 (durasi 00:54)
Alih Bahasa: Abu Kuraib Habib bin Ahmad (Bandung) hafidzahullah [FBF-1]

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[TERBARU] Fatwa Jihad Memerangi Hutsiyyun Zindiq

::: [TERBARU] FATWA JIHAD MEMERANGI HUTSIYYUN ZINDIQ :::

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi -hafidzahullah-

✹✹✹

Mereka rofidhoh hutsiyyun tidak menginginkan negeri. Mereka merebut negeri itu di awalnya. Apabila telah berkuasa atasnya, (maka pada) puncaknya mereka akan MERUSAK hamba-hamba Allah.

Kita mohon perlindungan dan keselamatan.

Mereka ini telah terang-terangan memproklamirkan keadaan mereka. Dan kami telah menyebutkan tentang hal ini dan TELAH JELAS. Apa yang telah aku ucapkan DAHULU, sekarangpun aku berada di atasnya. Perkataanku TIDAK BERUBAH.

جـهــاد هــؤلاء من أفضل أنواع الجهاد ومن أعظم القربــات ومن أجل الطاعــات

BERJIHAD MEMERANGI MEREKA:
■ TERMASUK JENIS JIHAD YANG TERBAIK,
■ SEAGUNG-AGUNG TAQORRUB/MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
■ DAN BENTUK KETAATAN YANG PALING MULIA.


Alhamdulillah, saudara-saudaraku di Yaman, Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi telah menolong mereka dengan menyiapkan orang-orang yang menegakkan kewajiban ini.


من أهل اليمن وصُف دُعي إلى إقامة الصفوف لمقاتلة هؤلاء فيجب أن يقاتلوا

Apabila penduduk Yaman diserukan untuk menghadapi MAKHLUK KOTOR TERNAJIS di muka bumi ini, disusun barisan dan dipanggil untuk membentuk barisan memerangi mereka -rofidhoh- MAKA WAJIB UNTUK BERPERANG.

Dan segala pujian bagi Allah, sekarang kekuatan MILIK Ahlul Islam dan Iman serta tentara Sunnah dan Al-Qur'an. Walillahil hamdu.

فإن هؤلاء إذا تولوا قامت لهم شوكة لــن تــجـــــدوا إلا الـزنـدقــة

Sungguh mereka ini apabila berkuasa akan tegak kekuatan mereka.
Dan kalian tidak akan mendapati kecuali KEZINDIQAN(kemunafikan).
Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian itu.

ماذا يرتجى من من مرضعتـهُ وغاذيتـهُ دولـة الرفـض ماذا يرتجى به يخـرج رافـضـي فهؤلاء إنما يريدون أن يقيموا
دولـةً للرفـض فـي بـلاد أهـل السُنـة

Apa yang diharapkan dari menyusu dan mengambil asupan dari NEGARA ROFIDHOH?! Apa yang diharapkan padanya?!
Mereka -hutsiyyun- tidak lain hanya ingin menegakkan negara rofidhoh di negeri-negeri Ahlussunnah.

Kelompok Syi'ah zaidiyyah sendiri telah berlepas diri dari kelompok ini, kelompok hutsi, sejak dahulu.Maka ketika hutsi tidak medapat tempat di sisi mereka-zaidiyyah- ia berpindah ke negara rofidhoh(iran), BALIK KE INDUKNYA dan yang semisal. Ia menetap di sisi mereka, selama apa yang Allah kehendaki ia berada di sana, kemudian ia kembali ke Yaman.

Ia ingin menonjolkan MAZHAB ROFIDHOH al-imamiyah al-itsnai 'asyariyah ALIRAN KHOMEINI.

Dan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, Dia lah yang akan menolong agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya.

________________

والقـول بأن هذا القتال فتنـة هــذا قول من لايعلم عن الأمور شيئـاً ويعوسهُ الفقه في دين الله - تـبـارك وتـعـالــى -

ADAPUN ucapan bahwa perang ini adalah fitnah(perebutan kekuasaan), ini ucapan seorang yang:
x tidak memahami perkara sedikit pun
x dan kaku dalam memahami agama Allah Tabaaroka wa Ta'ala.

BAHKAN dalam pertolongan Allah jalla wa 'alaa ini (yaitu melalui bantuan Arab Saudi dan negara lainnya)yang Allah telah menegakkannya untuk:
■ Ahlussunnah,
■ Bala tentara Al-Qur'an di Yaman,
■ dan untuk keamanan Ahlussunnah di Yaman

Pertolongan ini yang Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi telah menyiapkannya JADIKANLAH sebagai bantahan terhadap orang-orang yang telah berusaha memecah-belah dan berbicara dengan ucapan -yang bukan di sini tempat menyebutkannya-.

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang akan memenuhi janji(untuk menjelaskan ucapan orang tersebut).


لكن أقــــــول إن جهاد الروافض مـن أفضـل الطاعـات وأعظـم القربـات

Namun aku katakan bahwa "JIHAD melawan rofidhoh adalah:
* Bentuk ketaatan kepada Allah yang paling afdhal
* Dan taqorrub kepada Allah yang paling agung.


فإذا دُعيتم أيها الإخوة في بــلاد الـيـمـن إلـــــى ذلــــك فـلا تـتـرددوا

SEHINGGA apabila kalian dipanggil -wahai saudara-saudaraku di Yaman- untuk jihad tersebut maka JANGANLAH KALIAN RAGU!

Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi untuk:

■ Menolong agama-Nya,
■ Meninggikan kalimat-Nya,
■ Memenangkan sunnah dan ahlussunnah dan
■ Menghancurkan bid'ah dan pelakunya.

Sesungguhnya dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi.

Walau pun telah berlalu beberapa waktu yang lalu namun aku secara khusus mengatakannya:
"Aku memohon udzur sebagian mereka atas ketiadaan kemampuan yang kami miliki."

Dan Allah telah menampakkan cengkeraman Ahlussunnah dan meninggikan derajatnya.

ونسأل الله جلَّ وعلا أن يقوي شوكة أهل السنة في كــل مــكــان وأن يخزي ويكسر شوكة أهل البدع فـي كـل مــكــان إنه جوادٌ كريم ...

"Kita mohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi agar mengokohkan kekuatan Ahlussunnah di seluruh tempat dan menghinakan serta mematahkan kekuatan ahlul bid'ah di tempat mana pun. Sesungguhnya dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi.."

✲✹✲

🔘 جــــــديــــــد 🔘

فتوى العلامـــة الشيخ الدكتور/
محمــــد بن هـــادي المدخلي
- حفظـهُ اللـه تعالـى ورعـاه -
بتاريخ 6/جمادى الآخر/1436هـ
المدينة النبوية مدينة رسول الله
- صلى الله عليه وسلم -

بـــجـــهــــاد
الحوثيين الزنادقه المجرمين الملحدين
- دمرهم الله واهلكهم وشتتهم -


الـتـفــريــغ:-

وهؤلاء الروافض الحوثيون لايريدون البلاد هم يأخذون البلاد ابتداءاً فإذا سيطروا عليها افسـدوا العبـاد انتهـاءً
نسأل الله العافية والسلامة

وهؤلاء قد صرحوا بما هم عليه وقد تكلمنا نحن في هذا وبين والـذي قلتـه سابقـاً أنا عليه اليوم ماتغيرت في قولي جـهــاد هــؤلاء من أفضل أنواع لجهاد ومن أعظم القربات ومن أجل الطاعات

والحمد لله اخواني في اليمن قد نصرهم الله جل وعلا بأن هيأ من يقوم بهذاالواجب وإذا دُعي إلى مقابلة هؤلاءالنجاس الأنجاس على الأرض

من أهل اليمن وصُف دُعي إلى إقامة الصفوف لمقاتلة هؤلاء فيجب أن يقاتلوا ولله الحمد الآن القوة لأهـل الإسـلام والإيمـان وعسكـر السنـة والقـرآن
ولـلـه الـحـمــد

فإن هؤلاء إذا تولوا قامت لهم شوكة
لــن تــجـــــدوا إلا
الـزنـدقــة
نعوذ بالله من ذلك

ماذا يرتجى من من مرضعتـهُ وغاذيتـهُ دولـة الرفـض ماذا يرتجى به يخـرج رافـضـي فهؤلاء إنما يريدون أن يقيموا
دولـةً للرفـض فـي بـلاد أهـل السُنـة

والزيدية أنفسهم قد تبرءوا من هذه الطائفة
من الطائفة الحوثية قديماً فلما لم يجدالحوثي عندهم مكاناً هاجر إلى

🇮🇷دولـة الرفـض🇮🇷

إلى أُم وماشابها مكث عندهم ماشاء
الله أن يمكث ثم رجع إلــــى
الــيــمـــــن
يريد أن يظهر مذهب الرافضة الإمامية الإثني عشرية الخمينية
والله سبحانه وتعالى يـنـصـروا ديـنـه ويُـعـلـي كلمتـه

والقـول بأن هذا القتال فتنة هذا قول من
لايعلم عن الأمور شيئـاً
ويعوسهُ الفقه في دين الله
- تـبـارك وتـعـالــى -

بل في نصرة الله جلَّ وعلا هذه التي أقامها سبحانه
⬅لأهـل السُـنـة
⬅وعسكـر القـرآن في اليمـن
⬅وأمن أهل السنة في اليمن هذه
النصرة التي هيأها الله جلَّ وعلا
تـردوا على كثيـر مـن مـن
1⃣تــخـبــصَ
2⃣وتـكـلــمَ بكـلامٍ
ليس هذا مجال ذكره

والله سبحانه وتعالى المُوعِد لكن أقــــــول إن جهاد الروافض
✔ مـن أفضـل الطاعـات
✔ وأعظـم القربـات

فإذا دُعيتم أيها الإخوة في بــلاد الـيـمـن إلـــــى ذلــــك فـلا تـتـرددوا

☝ونسأل الله جلَّ وعلا
■ ينصـر دينـه
■ ويُعلـي كلمتـه
■ وأن يُظهـر السُنـة وأهلهـا
■ وأن يقمع البدعـة وأهلهـا
إنه جوادٌ كريم

وإذا كان قد مرت في فترةٍ من الفترات أنـا عـن نفسـي الخـاص أقولهـا [ عذرت بعضهم لما لنا قدرة ] وقد أظهر الله كِفت أهل السنة وأعلاها

ونسأل الله جلَّ وعلا أن يقوي شوكة أهل السنة في كــل مــكــان وأن يخزي ويكسر شوكة أهل البدع فـي كـل مــكــان إنه جوادٌ كريم ...

✲✹✲

🔊 للإستـمـاع والتحميـل :-
📥http://bit.ly/1BCbUjK [durasi 04.26]

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=151417


Alih Bahasa: Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy حفظــه الـله - [FBF 5]

__________________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
📌WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[TERBARU] Fatwa Jihad Memerangi Hutsiyyun Zindiq

::: [TERBARU] FATWA JIHAD MEMERANGI HUTSIYYUN ZINDIQ :::

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi -hafidzahullah-

✹✹✹

Mereka rofidhoh hutsiyyun tidak menginginkan negeri. Mereka merebut negeri itu di awalnya. Apabila telah berkuasa atasnya, (maka pada) puncaknya mereka akan MERUSAK hamba-hamba Allah.

Kita mohon perlindungan dan keselamatan.

Mereka ini telah terang-terangan memproklamirkan keadaan mereka. Dan kami telah menyebutkan tentang hal ini dan TELAH JELAS. Apa yang telah aku ucapkan DAHULU, sekarangpun aku berada di atasnya. Perkataanku TIDAK BERUBAH.

جـهــاد هــؤلاء من أفضل أنواع الجهاد ومن أعظم القربــات ومن أجل الطاعــات

BERJIHAD MEMERANGI MEREKA:
■ TERMASUK JENIS JIHAD YANG TERBAIK,
■ SEAGUNG-AGUNG TAQORRUB/MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
■ DAN BENTUK KETAATAN YANG PALING MULIA.


Alhamdulillah, saudara-saudaraku di Yaman, Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi telah menolong mereka dengan menyiapkan orang-orang yang menegakkan kewajiban ini.


من أهل اليمن وصُف دُعي إلى إقامة الصفوف لمقاتلة هؤلاء فيجب أن يقاتلوا

Apabila penduduk Yaman diserukan untuk menghadapi MAKHLUK KOTOR TERNAJIS di muka bumi ini, disusun barisan dan dipanggil untuk membentuk barisan memerangi mereka -rofidhoh- MAKA WAJIB UNTUK BERPERANG.

Dan segala pujian bagi Allah, sekarang kekuatan MILIK Ahlul Islam dan Iman serta tentara Sunnah dan Al-Qur'an. Walillahil hamdu.

فإن هؤلاء إذا تولوا قامت لهم شوكة لــن تــجـــــدوا إلا الـزنـدقــة

Sungguh mereka ini apabila berkuasa akan tegak kekuatan mereka.
Dan kalian tidak akan mendapati kecuali KEZINDIQAN(kemunafikan).
Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian itu.

ماذا يرتجى من من مرضعتـهُ وغاذيتـهُ دولـة الرفـض ماذا يرتجى به يخـرج رافـضـي فهؤلاء إنما يريدون أن يقيموا
دولـةً للرفـض فـي بـلاد أهـل السُنـة

Apa yang diharapkan dari menyusu dan mengambil asupan dari NEGARA ROFIDHOH?! Apa yang diharapkan padanya?!
Mereka -hutsiyyun- tidak lain hanya ingin menegakkan negara rofidhoh di negeri-negeri Ahlussunnah.

Kelompok Syi'ah zaidiyyah sendiri telah berlepas diri dari kelompok ini, kelompok hutsi, sejak dahulu.Maka ketika hutsi tidak medapat tempat di sisi mereka-zaidiyyah- ia berpindah ke negara rofidhoh(iran), BALIK KE INDUKNYA dan yang semisal. Ia menetap di sisi mereka, selama apa yang Allah kehendaki ia berada di sana, kemudian ia kembali ke Yaman.

Ia ingin menonjolkan MAZHAB ROFIDHOH al-imamiyah al-itsnai 'asyariyah ALIRAN KHOMEINI.

Dan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, Dia lah yang akan menolong agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya.

________________

والقـول بأن هذا القتال فتنـة هــذا قول من لايعلم عن الأمور شيئـاً ويعوسهُ الفقه في دين الله - تـبـارك وتـعـالــى -

ADAPUN ucapan bahwa perang ini adalah fitnah(perebutan kekuasaan), ini ucapan seorang yang:
x tidak memahami perkara sedikit pun
x dan kaku dalam memahami agama Allah Tabaaroka wa Ta'ala.

BAHKAN dalam pertolongan Allah jalla wa 'alaa ini (yaitu melalui bantuan Arab Saudi dan negara lainnya)yang Allah telah menegakkannya untuk:
■ Ahlussunnah,
■ Bala tentara Al-Qur'an di Yaman,
■ dan untuk keamanan Ahlussunnah di Yaman

Pertolongan ini yang Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi telah menyiapkannya JADIKANLAH sebagai bantahan terhadap orang-orang yang telah berusaha memecah-belah dan berbicara dengan ucapan -yang bukan di sini tempat menyebutkannya-.

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang akan memenuhi janji(untuk menjelaskan ucapan orang tersebut).


لكن أقــــــول إن جهاد الروافض مـن أفضـل الطاعـات وأعظـم القربـات

Namun aku katakan bahwa "JIHAD melawan rofidhoh adalah:
* Bentuk ketaatan kepada Allah yang paling afdhal
* Dan taqorrub kepada Allah yang paling agung.


فإذا دُعيتم أيها الإخوة في بــلاد الـيـمـن إلـــــى ذلــــك فـلا تـتـرددوا

SEHINGGA apabila kalian dipanggil -wahai saudara-saudaraku di Yaman- untuk jihad tersebut maka JANGANLAH KALIAN RAGU!

Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi untuk:

■ Menolong agama-Nya,
■ Meninggikan kalimat-Nya,
■ Memenangkan sunnah dan ahlussunnah dan
■ Menghancurkan bid'ah dan pelakunya.

Sesungguhnya dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi.

Walau pun telah berlalu beberapa waktu yang lalu namun aku secara khusus mengatakannya:
"Aku memohon udzur sebagian mereka atas ketiadaan kemampuan yang kami miliki."

Dan Allah telah menampakkan cengkeraman Ahlussunnah dan meninggikan derajatnya.

ونسأل الله جلَّ وعلا أن يقوي شوكة أهل السنة في كــل مــكــان وأن يخزي ويكسر شوكة أهل البدع فـي كـل مــكــان إنه جوادٌ كريم ...

"Kita mohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi agar mengokohkan kekuatan Ahlussunnah di seluruh tempat dan menghinakan serta mematahkan kekuatan ahlul bid'ah di tempat mana pun. Sesungguhnya dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi.."

✲✹✲

🔘 جــــــديــــــد 🔘

فتوى العلامـــة الشيخ الدكتور/
محمــــد بن هـــادي المدخلي
- حفظـهُ اللـه تعالـى ورعـاه -
بتاريخ 6/جمادى الآخر/1436هـ
المدينة النبوية مدينة رسول الله
- صلى الله عليه وسلم -

بـــجـــهــــاد
الحوثيين الزنادقه المجرمين الملحدين
- دمرهم الله واهلكهم وشتتهم -


الـتـفــريــغ:-

وهؤلاء الروافض الحوثيون لايريدون البلاد هم يأخذون البلاد ابتداءاً فإذا سيطروا عليها افسـدوا العبـاد انتهـاءً
نسأل الله العافية والسلامة

وهؤلاء قد صرحوا بما هم عليه وقد تكلمنا نحن في هذا وبين والـذي قلتـه سابقـاً أنا عليه اليوم ماتغيرت في قولي جـهــاد هــؤلاء من أفضل أنواع لجهاد ومن أعظم القربات ومن أجل الطاعات

والحمد لله اخواني في اليمن قد نصرهم الله جل وعلا بأن هيأ من يقوم بهذاالواجب وإذا دُعي إلى مقابلة هؤلاءالنجاس الأنجاس على الأرض

من أهل اليمن وصُف دُعي إلى إقامة الصفوف لمقاتلة هؤلاء فيجب أن يقاتلوا ولله الحمد الآن القوة لأهـل الإسـلام والإيمـان وعسكـر السنـة والقـرآن
ولـلـه الـحـمــد

فإن هؤلاء إذا تولوا قامت لهم شوكة
لــن تــجـــــدوا إلا
الـزنـدقــة
نعوذ بالله من ذلك

ماذا يرتجى من من مرضعتـهُ وغاذيتـهُ دولـة الرفـض ماذا يرتجى به يخـرج رافـضـي فهؤلاء إنما يريدون أن يقيموا
دولـةً للرفـض فـي بـلاد أهـل السُنـة

والزيدية أنفسهم قد تبرءوا من هذه الطائفة
من الطائفة الحوثية قديماً فلما لم يجدالحوثي عندهم مكاناً هاجر إلى

🇮🇷دولـة الرفـض🇮🇷

إلى أُم وماشابها مكث عندهم ماشاء
الله أن يمكث ثم رجع إلــــى
الــيــمـــــن
يريد أن يظهر مذهب الرافضة الإمامية الإثني عشرية الخمينية
والله سبحانه وتعالى يـنـصـروا ديـنـه ويُـعـلـي كلمتـه

والقـول بأن هذا القتال فتنة هذا قول من
لايعلم عن الأمور شيئـاً
ويعوسهُ الفقه في دين الله
- تـبـارك وتـعـالــى -

بل في نصرة الله جلَّ وعلا هذه التي أقامها سبحانه
⬅لأهـل السُـنـة
⬅وعسكـر القـرآن في اليمـن
⬅وأمن أهل السنة في اليمن هذه
النصرة التي هيأها الله جلَّ وعلا
تـردوا على كثيـر مـن مـن
1⃣تــخـبــصَ
2⃣وتـكـلــمَ بكـلامٍ
ليس هذا مجال ذكره

والله سبحانه وتعالى المُوعِد لكن أقــــــول إن جهاد الروافض
✔ مـن أفضـل الطاعـات
✔ وأعظـم القربـات

فإذا دُعيتم أيها الإخوة في بــلاد الـيـمـن إلـــــى ذلــــك فـلا تـتـرددوا

☝ونسأل الله جلَّ وعلا
■ ينصـر دينـه
■ ويُعلـي كلمتـه
■ وأن يُظهـر السُنـة وأهلهـا
■ وأن يقمع البدعـة وأهلهـا
إنه جوادٌ كريم

وإذا كان قد مرت في فترةٍ من الفترات أنـا عـن نفسـي الخـاص أقولهـا [ عذرت بعضهم لما لنا قدرة ] وقد أظهر الله كِفت أهل السنة وأعلاها

ونسأل الله جلَّ وعلا أن يقوي شوكة أهل السنة في كــل مــكــان وأن يخزي ويكسر شوكة أهل البدع فـي كـل مــكــان إنه جوادٌ كريم ...

✲✹✲

🔊 للإستـمـاع والتحميـل :-
📥http://bit.ly/1BCbUjK [durasi 04.26]

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=151417


Alih Bahasa: Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy حفظــه الـله - [FBF 5]

__________________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
📌WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[ Pengertian-Pegertian Ringkas dalam Ilmu Tauhid ] Apa Makna "Al Amnu?"

[ Pengertian-Pegertian Ringkas dalam Ilmu Tauhid ]
::: APA MAKNA "AL AMNU?" :::

✹✹✹

اﻷﻣــﻦ: ﻃﻤﺄﻧﻴﻨــﺔ اﻟﻨﻔﺲ ﻭﺯﻭاﻝ اﻟﺨـــﻮﻑ.

AL AMNU (Keamanan) yaitu Ketenangan jiwa dan hilangnya rasa takut.

Dan Alloh Ta'ala menerangkan dalam Alqur`anul karim bahwa barangsiapa yang ingin mendapatkan ketenangan jiwa serta terangkatnya ketakutan, hendaknya dia HARUS MENINGGALKAN kesyirikan yaitu kesyirikan yang besar maupun yang kecil.

﴿ الَّــذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِســُوا إِيمَــانَهُمْ بِظُلْــمٍ أُولَئِكَ لَهـــُمُ الأمــْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون ﴾ [اﻷﻧﻌﺎﻡ: 82]

"yaitu orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimananya dengan kedzoliman (kesyirikan) mereka itulah orang - orang yang mendapatkan KEAMANAN dan petunjuk [Q.S. Al-An'aam 82]

Sehingga ketika seseorang semakin memahami tauhid serta mengamalkanya maka dia akan merasakan SEMAKIN AMAN dan BAHAGIA pada dirinya.

Dan ketika seseorang itu semakin JAUH pemahaman tauhidnya serta menyekutukan Alloh ta'ala dengan selain-Nya maka orang tersebut akan semakin RESAH dan SENGSARA di dunia serta akhiratnya.

Berkata Ibnul Qoyyim Aljauziyyah rahimahulloh:
"Tauhid itu adalah BENTENG Alloh ta'ala yang paling kokoh maka barangsiapa yang memasukinya dia termasuk orang yang mendapatkan KEAMANAN"

Wallohu a'lam bisshowab.

✲✹✲

Kutipan dari Kitab Mulakhos Tauhid Syeikh Fauzan Hafidzahulloh dengan sedikit penambahan.
Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Amina Aljawy حفظه الله [FBF-5]

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[ Pengertian-Pegertian Ringkas dalam Ilmu Tauhid ] Apa Makna "Al Amnu?"

[ Pengertian-Pegertian Ringkas dalam Ilmu Tauhid ]
::: APA MAKNA "AL AMNU?" :::

✹✹✹

اﻷﻣــﻦ: ﻃﻤﺄﻧﻴﻨــﺔ اﻟﻨﻔﺲ ﻭﺯﻭاﻝ اﻟﺨـــﻮﻑ.

AL AMNU (Keamanan) yaitu Ketenangan jiwa dan hilangnya rasa takut.

Dan Alloh Ta'ala menerangkan dalam Alqur`anul karim bahwa barangsiapa yang ingin mendapatkan ketenangan jiwa serta terangkatnya ketakutan, hendaknya dia HARUS MENINGGALKAN kesyirikan yaitu kesyirikan yang besar maupun yang kecil.

﴿ الَّــذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِســُوا إِيمَــانَهُمْ بِظُلْــمٍ أُولَئِكَ لَهـــُمُ الأمــْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون ﴾ [اﻷﻧﻌﺎﻡ: 82]

"yaitu orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimananya dengan kedzoliman (kesyirikan) mereka itulah orang - orang yang mendapatkan KEAMANAN dan petunjuk [Q.S. Al-An'aam 82]

Sehingga ketika seseorang semakin memahami tauhid serta mengamalkanya maka dia akan merasakan SEMAKIN AMAN dan BAHAGIA pada dirinya.

Dan ketika seseorang itu semakin JAUH pemahaman tauhidnya serta menyekutukan Alloh ta'ala dengan selain-Nya maka orang tersebut akan semakin RESAH dan SENGSARA di dunia serta akhiratnya.

Berkata Ibnul Qoyyim Aljauziyyah rahimahulloh:
"Tauhid itu adalah BENTENG Alloh ta'ala yang paling kokoh maka barangsiapa yang memasukinya dia termasuk orang yang mendapatkan KEAMANAN"

Wallohu a'lam bisshowab.

✲✹✲

Kutipan dari Kitab Mulakhos Tauhid Syeikh Fauzan Hafidzahulloh dengan sedikit penambahan.
Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Amina Aljawy حفظه الله [FBF-5]

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Haq Seorang Suami Atas Istri

::: HAQ SEORANG SUAMI ATAS ISTRI :::

Disampaikan oleh: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah-

✹✹✹

Diantara HAQ seorang SUAMI atas istrinya adalah:

[ 01 ] MENTAATI suami dalam perkara yang ma’ruf.

Termasuk didalamnya perkara yg mubah dan mentaati suaminya bukan dalam perkara kemaksiatan.
☝ketika istrinya sudah mentaati suaminya, maka janganlah para suami mencari-cari alasan untuk menyalahkan Istri, untuk menceraikannya atau alasan yang lainnya..


[ 02 ] Menjaga KEHORMATAN suaminya

● menjaga kemuliaan suaminya
● menjaga HARTA suaminya
● menjaga RUMAH suaminya
● menjaga ANAK-ANAK suaminya

Dan inilah yang dikatakan dlm firman Allah:

﴿ فَالصَّالِحــَاتُ قَانِتـَــاتٌ حَافِظـــَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمـــَاحَفِظَ اللَّهُ ﴾

“…para wanita yang shalehah, ialah wanita yang taat, lagi menjaga diri [*] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). [An-Nisaa: 34]

_________
[*] menjaga kehormatan suaminya, menjaga dirinya seolah-olah dia menjaga suatu yang menjadi milik suaminya, menjaga harta dan barangan milik suami ketika suaminya tidak ada dirumah.


[ 03 ] TETAP TINGGAL tinggal dirumah suaminya.

● Dan tidak keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya
● Tidak TABARRUJ ala JAHILIYAH yakni antara maknanya - menjadikan keluar rumah sebagai kebiasaan sebagaimana kebiasaan wanita jahiliyah :
* berhias & mempercantik diri, memakai wangi-wangian ketika keluar rumah.


[ 04 ] SAFAR / mengikuti suaminya ke mana suami mengajaknya.
Seharusnya wanita lebih mementingkan suaminya ketimbang keluarganya sehingga dia lebih mendahulukan suaminya ketika diajak SAFAR / tinggal berjauhan dari keluarga demi mengikuti suami.


[ 05 ] Memberikan dirinya untuk suaminya KAPANPUN suaminya ‘MENGHENDAKINYA’
Ketika suaminya mengajak istri ke ranjangnya, maka wajib ditunaikan..


[ 06 ] Meminta izin kepada suami ketika hendak melakukan PUASA TATAWWU’ (puasa sunnah) ketika suaminya berada di rumah (tidak Safar).
* Namun jika puasa wajib, tidak mengapa dikerjakan tanpa izin suami.


[ 07 ] MENDIDIK anak-anak suaminya.

● diberi didikan ADAB-ADAB yg baik
● mendidik anak-anak dengan penuh KESABARAN
● TIDAK MEMARAHI anak-anak dihadapan suaminya
● tidak mendoakan kejelekan kepada anak-anak suaminya
● dan tidak mencercanya.


[ 08 ] Tidak melalaikan waktu luang dengan perkara yg sia-sia (lahwun).

● Misalnya, sibuk dengan main HP nya.. padahal suaminya ada dihadapannya
● Isilah waktu luang dengan membaca Al-Quran, membaca ayat-ayat dan makna-maknanya..
● dan baca khususnya surat An-Nur. Karena dalam surat An-Nur kata Syaikh Al-Jairullah ada adab-adab yang wajib, adab-adab rumah tangga, dan di dalamnya ada sekian pelajaran buat para wanita..

● Dan juga baca surat Al-Ahzaab yang di dalamnya juga digambarkan bagaimana keadaan para wanita, bagaimana adab-adab mereka, dan baca juga Siroh Rasul dan para shahabatnya dst..

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

﴿ وَاذْكُــرْنَ مــَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتــِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَــطِيفًا خَبِيرًا ﴾

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” [Al-Ahzaab: 34]

Allah Subhanahu Wata'ala telah menggariskan, dan Allah Maha Tahu, ini adalah jalan KEBAHAGIAN, tidak lain. Jalan KEBAHAGIAN adalah berikan HAQ-HAQ yg wajib ditunaikan (oleh Istri) sebagaimana nanti akan di bahas suami juga wajib menunaikan HAQ-HAQ Istri..

Maka niscaya akan turun AL-MAWADDAH, WARAHMAH WA SAKIINAH … akan turun ketenteraman, kasih sayang, cinta dengan sebab-sebab (yg telah disebutkan di atas) ini.

✲✹✲

Sumber: Kajian bertema: Kiat-Kiat Menuju Keluarga Bahagia | Sabtu (ba'da maghrib), 10 Jumadal Ula 1436H ~ 28/02/2015M
- http://bit.ly/18KqQoh (Durasi: 19:21)

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Haq Seorang Suami Atas Istri

::: HAQ SEORANG SUAMI ATAS ISTRI :::

Disampaikan oleh: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah-

✹✹✹

Diantara HAQ seorang SUAMI atas istrinya adalah:

[ 01 ] MENTAATI suami dalam perkara yang ma’ruf.

Termasuk didalamnya perkara yg mubah dan mentaati suaminya bukan dalam perkara kemaksiatan.
☝ketika istrinya sudah mentaati suaminya, maka janganlah para suami mencari-cari alasan untuk menyalahkan Istri, untuk menceraikannya atau alasan yang lainnya..


[ 02 ] Menjaga KEHORMATAN suaminya

● menjaga kemuliaan suaminya
● menjaga HARTA suaminya
● menjaga RUMAH suaminya
● menjaga ANAK-ANAK suaminya

Dan inilah yang dikatakan dlm firman Allah:

﴿ فَالصَّالِحــَاتُ قَانِتـَــاتٌ حَافِظـــَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمـــَاحَفِظَ اللَّهُ ﴾

“…para wanita yang shalehah, ialah wanita yang taat, lagi menjaga diri [*] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). [An-Nisaa: 34]

_________
[*] menjaga kehormatan suaminya, menjaga dirinya seolah-olah dia menjaga suatu yang menjadi milik suaminya, menjaga harta dan barangan milik suami ketika suaminya tidak ada dirumah.


[ 03 ] TETAP TINGGAL tinggal dirumah suaminya.

● Dan tidak keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya
● Tidak TABARRUJ ala JAHILIYAH yakni antara maknanya - menjadikan keluar rumah sebagai kebiasaan sebagaimana kebiasaan wanita jahiliyah :
* berhias & mempercantik diri, memakai wangi-wangian ketika keluar rumah.


[ 04 ] SAFAR / mengikuti suaminya ke mana suami mengajaknya.
Seharusnya wanita lebih mementingkan suaminya ketimbang keluarganya sehingga dia lebih mendahulukan suaminya ketika diajak SAFAR / tinggal berjauhan dari keluarga demi mengikuti suami.


[ 05 ] Memberikan dirinya untuk suaminya KAPANPUN suaminya ‘MENGHENDAKINYA’
Ketika suaminya mengajak istri ke ranjangnya, maka wajib ditunaikan..


[ 06 ] Meminta izin kepada suami ketika hendak melakukan PUASA TATAWWU’ (puasa sunnah) ketika suaminya berada di rumah (tidak Safar).
* Namun jika puasa wajib, tidak mengapa dikerjakan tanpa izin suami.


[ 07 ] MENDIDIK anak-anak suaminya.

● diberi didikan ADAB-ADAB yg baik
● mendidik anak-anak dengan penuh KESABARAN
● TIDAK MEMARAHI anak-anak dihadapan suaminya
● tidak mendoakan kejelekan kepada anak-anak suaminya
● dan tidak mencercanya.


[ 08 ] Tidak melalaikan waktu luang dengan perkara yg sia-sia (lahwun).

● Misalnya, sibuk dengan main HP nya.. padahal suaminya ada dihadapannya
● Isilah waktu luang dengan membaca Al-Quran, membaca ayat-ayat dan makna-maknanya..
● dan baca khususnya surat An-Nur. Karena dalam surat An-Nur kata Syaikh Al-Jairullah ada adab-adab yang wajib, adab-adab rumah tangga, dan di dalamnya ada sekian pelajaran buat para wanita..

● Dan juga baca surat Al-Ahzaab yang di dalamnya juga digambarkan bagaimana keadaan para wanita, bagaimana adab-adab mereka, dan baca juga Siroh Rasul dan para shahabatnya dst..

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

﴿ وَاذْكُــرْنَ مــَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتــِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَــطِيفًا خَبِيرًا ﴾

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” [Al-Ahzaab: 34]

Allah Subhanahu Wata'ala telah menggariskan, dan Allah Maha Tahu, ini adalah jalan KEBAHAGIAN, tidak lain. Jalan KEBAHAGIAN adalah berikan HAQ-HAQ yg wajib ditunaikan (oleh Istri) sebagaimana nanti akan di bahas suami juga wajib menunaikan HAQ-HAQ Istri..

Maka niscaya akan turun AL-MAWADDAH, WARAHMAH WA SAKIINAH … akan turun ketenteraman, kasih sayang, cinta dengan sebab-sebab (yg telah disebutkan di atas) ini.

✲✹✲

Sumber: Kajian bertema: Kiat-Kiat Menuju Keluarga Bahagia | Sabtu (ba'da maghrib), 10 Jumadal Ula 1436H ~ 28/02/2015M
- http://bit.ly/18KqQoh (Durasi: 19:21)

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Masuk Masjid di Hari Jumat dan Duduk Kemudian Berdiri Diantara Dua Khutbah dan Sholat Dua Roka'at Maka Apa Hukum Perbuatannya?

::: MASUK MASJID DI HARI JUMAT DAN DUDUK KEMUDIAN BERDIRI DIANTARA DUA KHUTBAH DAN SHOLAT DUA ROKA'AT MAKA APA HUKUM PERBUATANNYA? :::

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

P E R T A N Y A A N:

Ini adalah 2 pertanyaan dari audience bernama Yunus At-Thooi dari Negeri Irak di kota Mosul berkata: apabila seseorang masuk -baik dia lelaki maupun perempuan- masjid di hari jumat dan imam sedang berkhutbah dan dia duduk hingga apabila imam telah selesai dari khutbahnya yang pertama kemudian dia berdiri dan sholat 2 roka'at ringan maka apakah sholat ini diperbolehkan di waktu seperti ini atau tidak?

J A W A B A N:

Syaikh: amalannya ini tidaklah sah dan tidak benar; karena Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتي

“Apabila salahsatu dari kalian masuk masjid maka jangan duduk hingga dia melakukan sholat 2 roka'at.”

Maka orang ini duduk dan dia telah keliru dan bermaksiat kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam dalam masalah ini, akan tetapi apabila dia masuk masjid dan imam sedang berkhutbah maka segeralah sebelum dia duduk untuk menunaikan sholat 2 roka'at ringan; karena Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam beliau berkhutbah kepada manusia di hari jumat maka masuklah seseorang dan duduk, maka Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: apakah engkau telah melakukan sholat? Orang tersebut menjawab: tidak. Maka beliau bersabda:

قم فصل ركعتين وتجوز فيهما

“Berdirilah dan sholatlah 2 roka'at dan ringkaslah pada keduanya.”

Maka inilah yang disyariatkan bahwa setiap insan apabila dia masuk (masjid) dan imam sedang khutbah maka dia tidaklah duduk hingga melakukan sholat 2 roka'at yang ringan kemudian diam untuk (mendengarkan) khutbah.

Sumber: Silsilah Fatawa Nuur 'Ala Ad-Darb> kaset no. [81]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - دخل المسجد يوم الجمعة أثناء خطبة الجمعة فجلس ثم قام بين الخطبتين وصلى ركعتين فما حكم فعله ؟

السؤال:

هذان سؤالان من المستمع يونس الطائي من العراق الموصل يقول: إذا حضر المرء إن كان ذكراً أو أنثى المسجد يوم الجمعة والإمام يخطب وجلس حتى إذا ما انتهى الإمام من خطبته الأولى ثم قام وصلى ركعتين خفيفتين فهل هذه الصلاة جائزة في هذا الوقت أم لا؟

الجواب:

الشيخ: عمله هذا ليس بصحيح ولا بصواب؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين». وهذا الرجل جلس فقد أخطأ وعصى النبي صلى الله عليه وسلم في هذا الأمر، ولكن إذا دخل المسجد والإمام يخطب فليبادر قبل أن يجلس وليصل ركعتين خفيفتين؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم كان يخطب الناس يوم الجمعة فدخل رجل فجلس، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أصليت؟ قال: لا. قال: «قم فصل ركعتين وتجوز فيهما». فهذا هو المشروع أن الإنسان إذا دخل والإمام يخطب لا يجلس حتى يصلي ركعتين خفيفتين ثم ينصت للخطبة.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [81]
الصلاة > صلاة الجمعة

رابط المقطع الصوتي
[Link Unduh Audio]
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_081_06.mp3

Alih Bahasa: Al Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh (Karawang) حفظه الله - [FBF 2]

_______________________
مجموعـــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Masuk Masjid di Hari Jumat dan Duduk Kemudian Berdiri Diantara Dua Khutbah dan Sholat Dua Roka'at Maka Apa Hukum Perbuatannya?

::: MASUK MASJID DI HARI JUMAT DAN DUDUK KEMUDIAN BERDIRI DIANTARA DUA KHUTBAH DAN SHOLAT DUA ROKA'AT MAKA APA HUKUM PERBUATANNYA? :::

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

P E R T A N Y A A N:

Ini adalah 2 pertanyaan dari audience bernama Yunus At-Thooi dari Negeri Irak di kota Mosul berkata: apabila seseorang masuk -baik dia lelaki maupun perempuan- masjid di hari jumat dan imam sedang berkhutbah dan dia duduk hingga apabila imam telah selesai dari khutbahnya yang pertama kemudian dia berdiri dan sholat 2 roka'at ringan maka apakah sholat ini diperbolehkan di waktu seperti ini atau tidak?

J A W A B A N:

Syaikh: amalannya ini tidaklah sah dan tidak benar; karena Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتي

“Apabila salahsatu dari kalian masuk masjid maka jangan duduk hingga dia melakukan sholat 2 roka'at.”

Maka orang ini duduk dan dia telah keliru dan bermaksiat kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam dalam masalah ini, akan tetapi apabila dia masuk masjid dan imam sedang berkhutbah maka segeralah sebelum dia duduk untuk menunaikan sholat 2 roka'at ringan; karena Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam beliau berkhutbah kepada manusia di hari jumat maka masuklah seseorang dan duduk, maka Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: apakah engkau telah melakukan sholat? Orang tersebut menjawab: tidak. Maka beliau bersabda:

قم فصل ركعتين وتجوز فيهما

“Berdirilah dan sholatlah 2 roka'at dan ringkaslah pada keduanya.”

Maka inilah yang disyariatkan bahwa setiap insan apabila dia masuk (masjid) dan imam sedang khutbah maka dia tidaklah duduk hingga melakukan sholat 2 roka'at yang ringan kemudian diam untuk (mendengarkan) khutbah.

Sumber: Silsilah Fatawa Nuur 'Ala Ad-Darb> kaset no. [81]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - دخل المسجد يوم الجمعة أثناء خطبة الجمعة فجلس ثم قام بين الخطبتين وصلى ركعتين فما حكم فعله ؟

السؤال:

هذان سؤالان من المستمع يونس الطائي من العراق الموصل يقول: إذا حضر المرء إن كان ذكراً أو أنثى المسجد يوم الجمعة والإمام يخطب وجلس حتى إذا ما انتهى الإمام من خطبته الأولى ثم قام وصلى ركعتين خفيفتين فهل هذه الصلاة جائزة في هذا الوقت أم لا؟

الجواب:

الشيخ: عمله هذا ليس بصحيح ولا بصواب؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين». وهذا الرجل جلس فقد أخطأ وعصى النبي صلى الله عليه وسلم في هذا الأمر، ولكن إذا دخل المسجد والإمام يخطب فليبادر قبل أن يجلس وليصل ركعتين خفيفتين؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم كان يخطب الناس يوم الجمعة فدخل رجل فجلس، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أصليت؟ قال: لا. قال: «قم فصل ركعتين وتجوز فيهما». فهذا هو المشروع أن الإنسان إذا دخل والإمام يخطب لا يجلس حتى يصلي ركعتين خفيفتين ثم ينصت للخطبة.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [81]
الصلاة > صلاة الجمعة

رابط المقطع الصوتي
[Link Unduh Audio]
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_081_06.mp3

Alih Bahasa: Al Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh (Karawang) حفظه الله - [FBF 2]

_______________________
مجموعـــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Buka Mata Wahai Indonesiaku (Hakekat Pertukaran Budaya Bagi Iran Adalah Meng-Iran-kan Yaman Dengan Senjata, Pemberontakan & Kudeta Pengambilalihan Kekuasaan)

::: BUKA MATA WAHAI INDONESIAKU (HAKEKAT PERTUKARAN BUDAYA BAGI IRAN ADALAH MENG-IRAN-KAN YAMAN DENGAN SENJATA, PEMBERONTAKAN & KUDETA PENGAMBILALIHAN KEKUASAAN) :::

✹✹✹

Tidakkah kalian melihat apa yang terjadi di Yaman di hari-hari ini?

Pemberontak SYIAH HUTSI telah berlalu kisahnya dalam beberapa minggu yang lalu MENYERANG ISTANA NEGARA, menawan Presiden Yaman dan menguasai Ibukota negara….

Adakah mereka gerombolan pemberontak bersenjata dengan DUKUNGAN PENUH NEGARA SYIAH IRAN berhenti dengan perbuatan terkutuknya tersebut?

TIDAK….

Gambar 1. Pasukan pemberontak Hutsi terbunuh dan didapati “pertukaran budaya”, ternyata dia adalah pasukan Iran dengan memasang emblem Khumainy!!!

Pasukan pemberontak itu terus merambah dan mencaplok menguasai satu persatu wilayah Yaman, memaksa rakyat Yaman untuk tunduk takluk dibawah kontrol kebudayaan (baca:kekuasaan) PEMBERONTAK Syiah DUKUNGAN IRAN.

Gambar 2. Percepatan Transformasi revolusi “budaya” Iran mengKhumainykan (baca: menSyiahkan) Yaman , tak berselang lama setelah pemberontak Syiah dukungan Iran melancarkan Revolusi KUDETA bersenjata MENGGULINGKAN PEMERINTAH dan menguasai ibukota Shan’a Dulunya mereka bukanlah apa-apa dan tanpa pengaruh kuat bagi masyarakat di Yaman.

Maka pertukaran dan transformasi budayapun terjadi bagi pemimpin Hutsi didikan Iran…Lambat laun mereka menghimpun masa berkebudayaan Syiah Khumainiyah….menguat dan menguat yang kemudian menjelma menjadi gerombolan revolusioner bersenjata sebelum akhirnya bangkit memberontak pemerintah yang sah.

Gambar 3. Fase revolusi bersenjata (baca: percepatan Pertukaranbudaya), pertama kalinya dalam sejarah Yaman ADZAN AGAMA KHUMAINY Rafidhah kafir resmi dikumandangkan di televisi Yaman tak lama setelah milisi bersenjata Hutsy Kafir MENGKUDETA Presiden Yaman & menguasai Ibukota dan istana negara

Setelah pemberontak Syiah Hutsi berhasil menguasai Ibukota negara, melonjaklah frekuensi rute penerbangan Shan’a-Iran menjadi 14 kali penerbangan perminggu!!

▪ Hebat bukan percepatan pertukaran budaya yang dilakukan?
▪ Apakah Yaman tiba-tiba maju melesat menjadi eksportir ke Iran?
▪ Ataukah Yaman tiba-tiba berubah menjadi tujuan “wisata” bagi warga negara Iran?!

180 ton alat tempur diturunkan…. Realisasi nyata pertukaran budaya (revolusi bersenjata) Syiah Khumainiyah sedang dilakukan dengan intensif sepenuh ofensif untuk menghapus “budaya” Yaman beserta rakyatnya.

Iya, sekarang di negeri ini Indonesiaku, Syiah Corner masih dalam tahap meraup simpati “menyuapi” pasien inteleknya di IAIN, Universitas Muhammadiyah dan tempat-tempat yang lainnya agar nampak cantik menipu tampilan budaya Syiah Majusi.

Fase pertukaran budaya dalam tahap penggelontoran dana, pemutaran film dan hibah gratis buku budaya, serta penyekolahan gratis di negeri Iran bagi kader-kader militannya di masa depan..

Lihatlah negeri Yaman wahai Indonesiaku….Iran telah sampai pada fase pertukaran budaya REVOLUSI BERSENJATA menSyiahkan Yaman dengan kaki tangan lokal budaya mereka yakni Pemberontak Hutsy yang tangan mereka berlumuran darah kaum muslimin Yaman..

Dan memang di dalam sejarah budayanya, Syiah Rafidhah tangan mereka berlumuran dengan darah kaum muslimin.
▪ Adakah kita lupa dengan banjir darah di Baghdad akibat pengkhianatan pembesar Syiah Rafidhah?
▪ Bukankah sejarah adalah guru yang sangat berharga?
▪ Adakah Indonesiaku akan terlambat menyadari bahwa tujuan akhir dari pertukaran budaya Iran ini adalah REVOLUSI menSYIAHkan Indonesia ?

Allahul musta’an..

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi kita semua dari budaya makar dan tipu daya Rafidhah Khumainiyah, amin.

✲✹✲

Sumber: http://tukpencarialhaq.com/2015/03/26/buka-mata-wahai-indonesiaku-hakekat-pertukaran-budaya-bagi-iran-adalah-meng-iran-kan-yaman-dengan-senjata-pemberontakan-kudeta-pengambilalihan-kekuasaan/

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Buka Mata Wahai Indonesiaku (Hakekat Pertukaran Budaya Bagi Iran Adalah Meng-Iran-kan Yaman Dengan Senjata, Pemberontakan & Kudeta Pengambilalihan Kekuasaan)

::: BUKA MATA WAHAI INDONESIAKU (HAKEKAT PERTUKARAN BUDAYA BAGI IRAN ADALAH MENG-IRAN-KAN YAMAN DENGAN SENJATA, PEMBERONTAKAN & KUDETA PENGAMBILALIHAN KEKUASAAN) :::

✹✹✹

Tidakkah kalian melihat apa yang terjadi di Yaman di hari-hari ini?

Pemberontak SYIAH HUTSI telah berlalu kisahnya dalam beberapa minggu yang lalu MENYERANG ISTANA NEGARA, menawan Presiden Yaman dan menguasai Ibukota negara….

Adakah mereka gerombolan pemberontak bersenjata dengan DUKUNGAN PENUH NEGARA SYIAH IRAN berhenti dengan perbuatan terkutuknya tersebut?

TIDAK….

Gambar 1. Pasukan pemberontak Hutsi terbunuh dan didapati “pertukaran budaya”, ternyata dia adalah pasukan Iran dengan memasang emblem Khumainy!!!

Pasukan pemberontak itu terus merambah dan mencaplok menguasai satu persatu wilayah Yaman, memaksa rakyat Yaman untuk tunduk takluk dibawah kontrol kebudayaan (baca:kekuasaan) PEMBERONTAK Syiah DUKUNGAN IRAN.

Gambar 2. Percepatan Transformasi revolusi “budaya” Iran mengKhumainykan (baca: menSyiahkan) Yaman , tak berselang lama setelah pemberontak Syiah dukungan Iran melancarkan Revolusi KUDETA bersenjata MENGGULINGKAN PEMERINTAH dan menguasai ibukota Shan’a Dulunya mereka bukanlah apa-apa dan tanpa pengaruh kuat bagi masyarakat di Yaman.

Maka pertukaran dan transformasi budayapun terjadi bagi pemimpin Hutsi didikan Iran…Lambat laun mereka menghimpun masa berkebudayaan Syiah Khumainiyah….menguat dan menguat yang kemudian menjelma menjadi gerombolan revolusioner bersenjata sebelum akhirnya bangkit memberontak pemerintah yang sah.

Gambar 3. Fase revolusi bersenjata (baca: percepatan Pertukaranbudaya), pertama kalinya dalam sejarah Yaman ADZAN AGAMA KHUMAINY Rafidhah kafir resmi dikumandangkan di televisi Yaman tak lama setelah milisi bersenjata Hutsy Kafir MENGKUDETA Presiden Yaman & menguasai Ibukota dan istana negara

Setelah pemberontak Syiah Hutsi berhasil menguasai Ibukota negara, melonjaklah frekuensi rute penerbangan Shan’a-Iran menjadi 14 kali penerbangan perminggu!!

▪ Hebat bukan percepatan pertukaran budaya yang dilakukan?
▪ Apakah Yaman tiba-tiba maju melesat menjadi eksportir ke Iran?
▪ Ataukah Yaman tiba-tiba berubah menjadi tujuan “wisata” bagi warga negara Iran?!

180 ton alat tempur diturunkan…. Realisasi nyata pertukaran budaya (revolusi bersenjata) Syiah Khumainiyah sedang dilakukan dengan intensif sepenuh ofensif untuk menghapus “budaya” Yaman beserta rakyatnya.

Iya, sekarang di negeri ini Indonesiaku, Syiah Corner masih dalam tahap meraup simpati “menyuapi” pasien inteleknya di IAIN, Universitas Muhammadiyah dan tempat-tempat yang lainnya agar nampak cantik menipu tampilan budaya Syiah Majusi.

Fase pertukaran budaya dalam tahap penggelontoran dana, pemutaran film dan hibah gratis buku budaya, serta penyekolahan gratis di negeri Iran bagi kader-kader militannya di masa depan..

Lihatlah negeri Yaman wahai Indonesiaku….Iran telah sampai pada fase pertukaran budaya REVOLUSI BERSENJATA menSyiahkan Yaman dengan kaki tangan lokal budaya mereka yakni Pemberontak Hutsy yang tangan mereka berlumuran darah kaum muslimin Yaman..

Dan memang di dalam sejarah budayanya, Syiah Rafidhah tangan mereka berlumuran dengan darah kaum muslimin.
▪ Adakah kita lupa dengan banjir darah di Baghdad akibat pengkhianatan pembesar Syiah Rafidhah?
▪ Bukankah sejarah adalah guru yang sangat berharga?
▪ Adakah Indonesiaku akan terlambat menyadari bahwa tujuan akhir dari pertukaran budaya Iran ini adalah REVOLUSI menSYIAHkan Indonesia ?

Allahul musta’an..

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi kita semua dari budaya makar dan tipu daya Rafidhah Khumainiyah, amin.

✲✹✲

Sumber: http://tukpencarialhaq.com/2015/03/26/buka-mata-wahai-indonesiaku-hakekat-pertukaran-budaya-bagi-iran-adalah-meng-iran-kan-yaman-dengan-senjata-pemberontakan-kudeta-pengambilalihan-kekuasaan/

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net